Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OFF-LABEL PEDIATRIC DRUG USE IN INDONESIA : A SYSTEMATIC REVIEW Dewi Latifatul Ilma; Nialiana Endah Endriastuti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v6i1.3407

Abstract

The phenomenon of off-label drug use has been widely observed in the pediatric population, including in Indonesia. The major concern arising from the prevalence of off-label drug use is the increased risk of adverse drug reactions. We performed a systematic review to describe and provide insight into off-label pediatric drug use in Indonesia. The articles published using English and Indonesian language was systematically searched in five electronic databases, including Pubmed, Scopus, Google Scholar, Garuda, and Neliti. Key terms used for the search were as follows: "off-label use", "off-label”,"child", "pediatrics", "infant","adolescent", "newborn", "Indonesia". A total of one hundred sixteen studies were initially obtained from an electronic database. Further, after the references were reviewed, ten articles met all the eligibility criteria that were finally selected. The percentage of off-label pediatric drug use was 32.6-89.9%. The off-label categories in the selected studies were age, dosage, contraindication, route of administration, and indication. Among these off-label categories, age was the highest off-label with percentages ranged from 19.8 to 92.9%. Pseudoephedrine hydrochloride and triamcinolone acetonide became the most frequently used drug in that category. Thus we conclude that off-label pediatric drug use is common in Indonesia. Future research should consider the safety of off-label drugs in pediatric, primarily in Indonesia. Clinicians should be aware of off-label drugs in pediatrics and consider the risk-benefit of the drugs when prescribing to children. The authorities need to regulate off-label drug prescribing in pediatrics; therefore, it could improve medication safety and quality.
Peran Kader dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil mengenai Penggunaan Obat yang Aman di Desa Karangnanas, Sokaraja Nialiana Endah Endriastuti
Jurnal Serambi Abdimas Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Serambi Abdimas
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/sa.v4i2.8561

Abstract

Selama proses kehamilan berlangsung tidak menutup kemungkinan untuk seorang ibu akan mengalami masalah yang dapat berpengaruh pada proses kehamilannya maupun proses persalinannya. Karena gangguan tersebut, maka itu ibu hamil mengalami rasa tidak nyaman yang membutuhkan pengobatan. Beberapa obat dapat melintasi plasenta sehingga janin dapat terpapar yang menimbulkan efek farmakologi maupun efek teratogenik. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada ibu hamil serta mengoptimalkan peran kader posyandu sebagai promotor penggerak dalam bidang kesehatan melalui metode focus group discussion (FGD). Setiap kelompok diberikan edukasi oleh kader posyandu yang sebelumnya telah dibekali oleh apoteker. Hasil tingkat pengetahuan dari 45 responden menunjukkan paling banyak berkategori baik (n=27; 60%) dan meningkat setelah diberikan edukasi (n=43; 93%). Semakin tinggi peningkatan pengetahuan ibu hamil semakin baik untuk kehidupan selanjutnya jadi lebih memahami tentang penggobatan yang aman. Pengetahuan ibu hamil mengalami peningkatan secara bermakna setelah diberikan edukasi oleh kader (p=0,047). Secara keseluruhan, pengabdian ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam penggunaan obat yang aman.
Pengaruh Karakteristik Lulusan Mahasiswa Program Studi Apoteker terhadap Hasil Ujian Metode Objective Structured Clinical Examination Nialiana Endah Endriastuti; Masita Wulandari Suryoputri; Eva Dania Kosasih; Sri Rahayu Marhamah
Journal of Applied Science for Pharmaceuticals and Health Vol 2 No 1 (2025): Journal of Applied Science for Pharmaceuticals and Health (June)
Publisher : Centre of Applied Science for Pharmaceutical Science Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jasph.2025.2.1.14882

Abstract

Pendidikan profesi apoteker di Indonesia telah menggunakan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai evaluasi pembelajaran akademik berbasis praktek. OSCE menilai kemampuan keterampilan calon apoteker meliputi pharmaceutical sciences (PS), social behavior administration (SBA), dan biomedical science and clinical sciences (BSCS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik terhadap hasil ujian metode OSCE. Metode penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional study. Responden penelitian adalah lulusan mahasiswa profesi apoteker di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang telah melaksanakan ujian OSCE. Penentuan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan hasil nilai OSCE. Karakteristik yang diidentifikasi berupa nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan lama studi. Data dianalisis dengan uji Spearman untuk melihat pengaruh karakteristik lulusan mahasiswa prodi apoteker dengan hasil nilai ujian OSCE. Hasil penelitian diperoleh sejumlah 94 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Karakteristik lulusan mahasiswa diperoleh 60,6 % (n= 57) responden masa studi ≤ 4 tahun dan 39,4% (n=37) responden dengan masa studi > 4 tahun. Hasil karakteristik nilai IPK responden diperoleh 13,8% (n=13) dengan IPK 2,51-3,00; 53,2% (n=50) IPK 3,01 – 3,50; dan 31% (n=33) IPK 3,51- 4,00. Hasil uji spearman menunjukkan pengaruh signifikan pada karakteristik IPK dengan nilai p-value 0,010 (p-value<0,05). Hasil uji koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,264, bernilai positif yang berarti memiliki kecenderungan semakin tinggi nilai IPK S1 maka semakin tinggi hasil uji kompetensi OSCE. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh nilai IPK S1 terhadap hasil uji kompetensi OSCE.