Fransiska Wiratikusuma
President University(lecturer).Xiamen University(Ph.D. Candidate)

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Budaya Etnik dalam Pemakaian Istilah Kekerabatan Bahasa Han-Studi kasus di desa Ang Dong, Hunan, Tiongkok Fransiska Wiratikusuma
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.10.1.52-61

Abstract

Integrasi dan pengembangan linguistik melibatkan penelitian lintas bidang, dan linguistik budaya menggambarkan fenomena budaya melalui penelitian linguistik. Melalui penelitian langsung di lapangan selama satu bulan di desa Ang Dong provinsi Hunan Tiongkok, penulis dari sudut pandang konsep budaya etnik menggunakan kelompok kata kekerabatan dalam_Tesaurus Bahasa Han_meneliti hubungan dan karakteristik istilah kekerabatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kata istilah kekerabatan dapat mencerminkan konsep budaya etnik masyarakat setempat,khususnya hubungan kekerabatan.
A THESAURUS OF MODERN CHINESE (TMC) FOR CHINESE LANGUAGE LEARNER IN VOCABULARY LEARNING (TESAURUS CHINA MODERN (TCM) UNTUK PEMELAJAR BAHASA CHINA DALAM PEMELAJARAN KOSAKATA) Fransiska Wiratikusuma
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 19, No 1 (2021): METALINGUA EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v19i1.706

Abstract

A Thesaurus of Modern Chinese 《现代汉语分类词典》(TMC) can guide learners in searching a word by its classification words. The classification of parts of speech in this thesaurus is one of the practical uses for Chinese learners to know the function of words. Difference on Chinese as foreign language which concern with words of spoken language and Chinese as native language which concern with words of written language is one of the difficulties for Indonesian Chinese learner in using TMC. Although TMC is a thesaurus for mother language learner, it is not only collecting words by frequency like reference books of Chinese as foreign language, but it can also be a fruitful “word bank”reference book for advanced learners because it emphasizes the Chinese semantic and cultural terms in collecting and classifying words. By using TMC, we can find the words that are related to things that native speakers use, the words that can reflect Chinese culture, society and habits with the classification of words.
Perkembangan Akurasi Bahasa Mandarin Lisan pada Pembelajar Indonesia Surinah Surinah; Fransiska Wiratikusuma
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 4 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2025.4.1.16126

Abstract

Penelitian ini menganalisis pola kesalahan pelafalan bahasa Mandarin pada 90 pembelajar Indonesia di Tiongkok dengan berbagai tingkat kemahiran (pemula, menengah, lanjut). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis kesalahan dan studi kasus, penelitian berfokus pada empat aspek fonologis: (1) konsonan aspirasi, (2) konsonan retrofleks, (3) vokal bulat depan, dan (4) sistem nada. Data dikumpulkan melalui tes monolog berbasis gambar dan dianalisis dengan triangulasi menggunakan Korpus Dinamis HSK. Temuan menunjukkan pola kesalahan yang sistematis terkait perbedaan sistem fonologis bahasa Indonesia dan Mandarin. Konsonan aspirasi (pʰ, tʰ, kʰ) menjadi tantangan utama bagi pemula, namun dapat dikuasai di tingkat menengah, sedangkan konsonan retrofleks (zh, ch, sh, r) tetap sulit dikuasai oleh pembelajar Indonesia hingga tingkat lanjut. Vokal /ü/ sering disubstitusi dengan [i] atau [u] oleh pemula dan menengah tetapi dapat dikuasi dengan sempurna oleh pembelajat tingkat lanjut. Kesalahan nada tersebar merata di keempat nada, menunjukkan tantangan sistemik. Implikasi pedagogis penelitian ini menekankan pentingnya: (1) pelatihan artikulasi berbasis kontrastif, (2) pendekatan holistik untuk pengajaran nada, dan (3) pengembangan materi khusus untuk masalah fonetik spesifik penutur Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pemahaman interlanguage pembelajar Indonesia sekaligus rekomendasi praktis untuk pengajaran fonetik Mandarin.