Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KALIMAT BAHASA JERMAN SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY (CRH) Astuti Astuti; Misnah Mannahali
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 2, No 1 (2018): Eralingua
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.219 KB) | DOI: 10.26858/eralingua.v2i1.5625

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis kalimat sederhana siswa melalui model pembelajaran Course Review Horay (CRH). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Teknik penumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua jenis, yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif, yaitu data yang mendeskripsikan proses hasil belajar yang diperoleh melalui observasi. Sedangkan kuantitatif diperoleh dari hasil tes siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata hasil tes siswa pada siklus I adalah 4,64 (66,28%) dan pada siklus II diperoleh nilai rata – rata  siswa 5,97 (85,28%) Hal ini berarti bahwa keterampilan menulis kalimat sederhana bahasa Jerman siswa kelas X Bahasa dan Sastra 2 SMA Negeri 5 Bulukumba menggunakan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) mengalami peningkatan
Penetrasi Ajaran Islam dalam Tradisi Pernikahan di Sinjai, 1999-2003 Astuti Astuti; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i2.10783

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang, dinamika serta dampak dari adanya penetrasi ajaran Islam dalam tradisi pernikahan di Desa Biroro Kabupaten Sinjai. Prosedur dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetrasian ajaran Islam terhadap budaya lokal dalam pernikahan adat bugis di Desa Biroro disebut sebagai penetrasi kultural spiritual karena ditemukannya perembesan dan perpaduan antara budaya lokal dengan ajaran Islam sehingga budaya yang berkembang sekarang, di dalamnya mengandung nilai-nilai agama yang sakral. Kekentalan penerapan tradisi nenek moyang dalam suatu  kegiatan atau upacara, misalnya upacara pernikahan yang setiap rangkaian-rangkaian acara yang berlangsung baik pra-pernikahan hingga pelaksanaan dan pasca-pernikahan semuanya penuh dengan aturan adat menjadi sebab utama gerakan penetrasian. Selanjutnya dibentuklah Korps Mubaligh sebagai perkumpulan yang akan bertugas menyampaikan serta meratakan ajaran agama Islam secara kaffah dalam masyarakat dengan metode dakwah yang lembut dan damai. Beragam respon yang dituai, pujian bahkan penolakan keras terjadi namun tidak melemahkan pergerakan mubaligh hingga terjadinya penyerangan markas Korps Mubaligh yang menjadi pelemah pergerakan. Walaupun mengalami kemunduran, ternyata ada dampak yang dirasakan atau hasil yang membekas di masyarakat yakni penyelenggaraan kegiatan sosial kemasyarakatan serta penyelenggaraan upacara atau tradisi tertentu di Desa Biroro secara berangsur-angsur dilaksanakan dengan berlandaskan pada syariat Islam.Kata kunci : Pernikahan, Mubaligh dan Biroro