Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN DOSIS PUPUK PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KETIMUNAN (Gyrinops versteegii) CABUTAN Ansari Firmasnyah; Dr. Markum Markum; Indriyatno Indriyatno
Jurnal Belantara Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.223 KB) | DOI: 10.29303/jbl.v1i1.10

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan dosis pupuk Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan semai gaharu, serta mengetahui interaksi antara media tanam dan dosis pupuk PGPR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktorial. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri dari 4 aras yaitu kompos (P0), kompos+cocopeat perbandingan 1:1 (P1), cocopeat (P2), dan kompos+cocopeat dengan perbandingan 1:2 (P3). Faktor kedua adalah tanpa penggunaan pupak PGPR (F0), dosis pupuk 100 ml (F1), dosis pupuk 200 ml (F2), dosis pupuk 300 ml (F3). Dari kombinasi kedua faktor tersebut dihasilkan 16 perlakuan, setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 3 ulangan, dimana pada masing-masing ulangan terdapat 4 tanaman, sehingga mengasilkan 192 sampel penelitian. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah persentase hidup, tinggi tanaman, diameter batang tanaman, jumlah daun tanaman dan kekokohan tanaman. Hasil pengamatan diuji menggunakan analisis sidik ragam pada taraf nyata 1%. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa media tanam dan pupuk PGPR tidak berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati.
UJI MUTU FISIK BIBIT KELICUNG (Diospyros macrophylla) PADA PERSEMAIAN MASYARAKAT DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Nurul Chaerani; Hasyyati Shabrina; Andi Tri Lestari; Indriyatno Indriyatno; Ade Isna Mulyanugroho; Syaiful Imam
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1515

Abstract

Bibit yang berkualitas merupakan salah satu parameter penting dalam keberhasilan program rehabilitas hutan dan lahan (RHL). Bibit berkualitas selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh proses produksi dan pemeliharaan selama di Persemaian. Bibit dapat diuji mutu fisiknya berdasarkan (SNI 8420:2018) dengan kriteria tinggi, diameter, kekompakan media, jumlah daun, batang lurus sudah berkayu, dan sehat. Bibit di Indonesia umumnya diproduksi berbagai pihak, salah satunya di Persemaian Masyarakat Alam Lestari di Lombok Barat yang memproduksi bibit tanaman lokal yaitu kelicung (Diospyros macrophylla). Kelicung memiliki kelas kekuatan II-III dan kelas keawetan V sebagai bahan kontruksi. Saat ini kelicung termasuk dalam jenis dilindungi, sehingga perlu adanya pelestarian dengan melakukan budidaya dan penanaman skala luas, oleh karena itu perlu adanya evaluasi mutu bibit. Usaha persemaian oleh Masyarakat umumnya dilaksanakan pada areal sempit dan masih menggunakan teknologi sederhana yang seringkali belum dievaluasi secara sistematis. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji mutu fisik di Persemaian Mayarakat Alam Lestari di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat berdasarkan (SNI) 8420:2018 yang meliputi persyaratan umum dan khusus. Hasil uji menunjukan bahwa mutu bibit kelicung pada persemaian Masyarakat Lombok Barat belum sepenuhnya memenuhi (SNI) 8420:2018. Bibit yang lulus persyaratan umum hanya 72% dari standar >95% dan bibit yang lulus persyaratan khusus hanya 69% dari standar >90%. Berdasarkan hasil tersebut, bibit kelicung yang diuji termasuk dalam kategori belum memenuhi kelas mutu dan tidak dapat diterbitkan sertifikat. Diperlukan perbaikan terutama pada kriteria tinggi, kelurusan batang, kesehatan bibit, dan kekompakan media tanam.