Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Mahasiswa Melalui Analisis SWOT (Studi Kasus: Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram) Nurul Chaerani; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Kornelia Webliana; Hasyyati Shabrina; Fauzan Fahrussiam; Andrie Ridzki Prasetyo; Musdi Musdi; Dini Lestari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1210

Abstract

Program studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram merupakan satu-satunya Prodi Kehutanan Perguruan Tinggi Pemerintah, yang ada di kawasan Bali dan Nusa Tenggara dengan jumlah mahasiswa setiap tahunnya yang terus bertambah. Pertambahan mahasiswa tersebut berbanding terbalik dengan jumlah mahasiswa yang mengikuti kompetisi dan perlombaan di bidang Akademik. Berdasarkan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) Tahun 2020 – 2022 menunjukkan prestasi akademik mahasiswa Prodi Kehutanan masih minim yaitu sekitar 1.3%. Hal tersebut perlu ditindak lanjuti untuk meningkatkan motivasi dalam menunjang minat dan bakat mahasiswa. Pengembangan minat dan bakat dapat diawali dengan melakukan analisis SWOT, sehingga tujuan dari pengabdian ini yaitu mengetahui posisi Prodi Kehutanan dalam menentukan rencana strategi pengembangan minat dan bakat mahasiswa dalam meningkatkan prestasi akademik melalui analisis SWOT. Pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif dan kemudian dikembangkan kedalam data kuantitatif, dengan mengkaji faktor internal dan eksternal melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder Prodi Kehutanan dan penjamin mutu internal Fakultas sebanyak 21 orang. . Hasil analisis berdasarkan perhitungan IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa posisi Prodi Kehutanan berada pada kuadran III dengan titik (x = -0.4) dan (y = 0.07) yang menunjukkan strategi WO (Weakness-Opportunity) yaitu Prodi Kehutanan harus “mengubah strategi” dengan meminimalisir kendala dan kelemahan internal agar dapat meningkatkan prestasi mahasiswa. Strategy To Develop the Interest and Talent of Students Through SWOT Analysis (Case Study: Forestry Study Program the Faculty of Agriculture, University of Mataram)  The forestry study program at the Faculty of Agriculture, University of Mataram is the only forestry study program at a state university in the Bali and Nusa Tenggara region, with an increasing number of students applying each year. However, the increased number of students did not correlate positively with the number of students participating in various academic competitions or events, hence the low achievement recorded. Based on the 2020-2022 Forestry study program performance report, the academic achievement of students in the forestry study program was very low at only 1.3%. This problem needs to be followed up to increase motivation in supporting student interests and talents. The development of interests and talents can be started by conducting a SWOT analysis, so that the purpose of this service is to find out the position of the Forestry Study Program in determining strategic plans for developing student interests and talents in increasing academic achievement through SWOT analysis. Data collection was carried out using a qualitative approach and then developed into quantitative data, by examining internal and external factors through Focus Group Discussion (FGD) activities with Forestry Study Program stakeholders and the Faculty's internal quality assurance. Analysis based on IFAS and EFAS calculations showed that the Forestry study program was located in the 3rd quadrant, with points (x = -0.4) and (y = 0.07) indicating that the Forestry study program should adopt WO strategy (weaknesses-opportunities). This means that the Forestry program needs to change its strategy by minimizing the obstacles and internal weaknesses to take advantage of the opportunities that exist in Order To Upgrade Students’ Capabilities
Peningkatan Keterampilan Anggota PKK Desa Perina melalui Pelatihan Pembuatan Cairan Eco-Enzyme dan Sabun Cuci Berbasis Eco-Enzyme Nurul Chaerani; Hasyyati Shabrina; Dini Lestari; Rima Vera Ningsih; Fauzan Fahrussiam
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v4i2.2316

Abstract

Volume sampah yang tinggi menjadi masalah yang belum terselesaikan oleh masyarakat di Desa Perina Kabupaten Lombok Tengah. Kabupaten Lombok Tengah merupakan daerah penghasil sampah terbanyak ke-2 di NTB, dengan 97% tidak dikelola dan 12% masuk ke TPA. Mayoritas sampah yang ada merupakan sampah rumah tangga, dengan proporsi terbanyak yaitu sampah organik yang menimbulkan masalah lingkungan seperti bau tidak sedap dan penyakit. Sampah organik dapat diolah menjadi eco-enzyme sebagai bahan campuran sabun untuk mengurangi penggunaan surfaktan sintetis. Hingga saat ini, belum banyak sabun cair yang menggunakan kombinasi eco-enzyme dan metil ester sulfonat (MES), terutama di Lombok. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan keterampilan anggota PKK Desa Perina dalam mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme untuk menurunkan volume sampah rumah tangga, serta memberikan pelatihan pembuatan sabun cair berbahan eco-enzyme yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan tanggal 01 September 2024 di Desa Perina Lombok Tengah yang dihadiri oleh 15 orang anggota PKK. Pelatihan diawali dengan pembukaan, penyampaian materi terkait pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, pelatihan pembuatan eco-enzyme dan sabun cair berbasis eco-enzyme, evaluasi terhadap kegiatan pengabdian, dan penutupan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta pada semua aspek penilaian berada dalam kategori baik hingga sangat baik dengan persentase lebih dari 50%.
UJI MUTU FISIK BIBIT KELICUNG (Diospyros macrophylla) PADA PERSEMAIAN MASYARAKAT DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Nurul Chaerani; Hasyyati Shabrina; Andi Tri Lestari; Indriyatno Indriyatno; Ade Isna Mulyanugroho; Syaiful Imam
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1515

Abstract

Bibit yang berkualitas merupakan salah satu parameter penting dalam keberhasilan program rehabilitas hutan dan lahan (RHL). Bibit berkualitas selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh proses produksi dan pemeliharaan selama di Persemaian. Bibit dapat diuji mutu fisiknya berdasarkan (SNI 8420:2018) dengan kriteria tinggi, diameter, kekompakan media, jumlah daun, batang lurus sudah berkayu, dan sehat. Bibit di Indonesia umumnya diproduksi berbagai pihak, salah satunya di Persemaian Masyarakat Alam Lestari di Lombok Barat yang memproduksi bibit tanaman lokal yaitu kelicung (Diospyros macrophylla). Kelicung memiliki kelas kekuatan II-III dan kelas keawetan V sebagai bahan kontruksi. Saat ini kelicung termasuk dalam jenis dilindungi, sehingga perlu adanya pelestarian dengan melakukan budidaya dan penanaman skala luas, oleh karena itu perlu adanya evaluasi mutu bibit. Usaha persemaian oleh Masyarakat umumnya dilaksanakan pada areal sempit dan masih menggunakan teknologi sederhana yang seringkali belum dievaluasi secara sistematis. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji mutu fisik di Persemaian Mayarakat Alam Lestari di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat berdasarkan (SNI) 8420:2018 yang meliputi persyaratan umum dan khusus. Hasil uji menunjukan bahwa mutu bibit kelicung pada persemaian Masyarakat Lombok Barat belum sepenuhnya memenuhi (SNI) 8420:2018. Bibit yang lulus persyaratan umum hanya 72% dari standar >95% dan bibit yang lulus persyaratan khusus hanya 69% dari standar >90%. Berdasarkan hasil tersebut, bibit kelicung yang diuji termasuk dalam kategori belum memenuhi kelas mutu dan tidak dapat diterbitkan sertifikat. Diperlukan perbaikan terutama pada kriteria tinggi, kelurusan batang, kesehatan bibit, dan kekompakan media tanam.
Spatial and Canopy Utilization Pattern by Long-Tailed Monkeys (macaca fascicularis) Along the Oi Marai Tourist Trail Dedy Rahman; Maiser Syaputra; Hasyyati Shabrina
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11354

Abstract

The riparian ecosystem along the Oi Marai tourism trail in Tambora National Park constitutes a critical habitat for various wildlife species, including the Long-tailed Macaque (Macaca fascicularis). This study aims to analyze spatial use and canopy utilization by long-tailed macaques along the Oi Marai tourism trail in response to pressures from tourism activities. Data were collected using line transect and ad libitum sampling methods to record daily movements over a 14-day observation period. Spatial use was analyzed using the Minimum Convex Polygon (MCP) technique based on GPS coordinates. The results identified a single group of long-tailed macaques (Macaca fascicularis) consisting of 21 individuals led by one dominant male (alpha). The home range of this group was recorded at 3.60 ha, with daily travel distances ranging from 1.31 km to 5.52 km and a maximum ranging radius of 0.43 km. The territorial area covered 0.85 ha, with the farthest and nearest night sleeping position (NPS) distances recorded at 0.36 km and 0.03 km, respectively. The core area was estimated at 0.30 ha. Animal movements were predominantly concentrated along the river corridor due to the availability of water and food resources, including both natural forage and supplementary food provided by visitors. Vertically, canopy utilization exhibited functional stratification: strata C and D served as the primary zones for social activities and feeding (65%), whereas strata A and B functioned mainly as protective areas (20%). These findings indicate a reduction in home range size associated with the availability of supplementary food along the tourism trail.