Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TINGKAT ESKALASI KONFLIK SUMBER DAYA HUTAN DI DESA REMPEK,KABUPATEN LOMBOK UTARA Fitria Mariatun; Sitti Latifah; Budhy Setiawan
Jurnal Belantara Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.882 KB) | DOI: 10.29303/jbl.v1i1.14

Abstract

Tujuan  utama penelitian  ini, yaitu untuk mengetahui tingkat eskalasi konflik di Desa Rempek saat ini dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab menurunya eskalasi konflik di Desa Rempek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menetapkan key informan yang berasal dari: (1) masyarakat Desa Rempek, (2) Pemerintah Desa Rempek, (3) Pihak KPHL Rinjani Barat, (4) Tim 9 dan (5) LSM Samanta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Rempek terdapat 4 jenis konflik yaitu konflik antara (1) BPN Provinsi NTB dengan Dinas Kehutanan Provinsi NTB, Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, KPHL Rinjani Barat, (2) Dinas Kehutanan Provinsi NTB, Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, KPHL Rinjani Barat dengan masyarakat Desa Rempek, (3) Dinas Kehutanan Provinsi NTB, Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, KPHL Rinjani Barat dengan Pengusaha kayu lokal (pemilik sawmill) dan (4) Masyarakat Desa Rempek dengan Pengusaha kayu lokal. Penelitian ini berfokus pada konflik antara Pemerintah Daerah dengan mayarakat. Dimana, berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa eskalsi konflik di Desa Rempek mengalami penurunan dari eskalasi tinggi menjadi eskalasi sedang yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: a). Faktor sosial dimana masyarakat akan mendapatkan legalitas secara hukum dalam mengelola kawasan hutan melalui program kemitraan Kehutanan, b). Faktor ekonomi dimana pendapatan masyarakat akan meningkat karena masyarakat berpeluang untuk memanfaatkan hasil hutan kayu secara legal, c). Faktor kehadiran fasilitator dimana masyarakat mendapatkan informasi dan pemahaman melalui fasilitator yaitu Tim 9 dan LSM Samanta yang melakukan sosialisasi secara intensif.
KARAKTERISTIK STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE GILI LAWANG, LOMBOK TIMUR Niechi Valentino; Sitti Latifah; Budhy Setiawan; Eni Hidayati; Zata Yumni Awanis; Hayati Hayati
Jurnal Belantara Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.342 KB) | DOI: 10.29303/jbl.v5i1.888

Abstract

The role of the mangrove ecosystem as an ecological link through high productivity compared to other ecosystems has had a major impact on the existence of the mangrove ecosystem distribution. This study aims to find out the type of organic ingredient content and abundance of macrozoobenthos and find out the relationship of organic ingredient content to the abundance of macrozoobenthos. The research was carried out in November 2021 using a purposive sampling technique method with a total of 5 stations. The samples taken were the sediments substrate and macrozoobenthos. The results shown that the organic content is dominated by saturated textures, muddy sand textures and saturated clay textures with an average organic content ranging from 1.24% - 1.90%. There were 15 types of macrozoobenthos found and dominated by the Gastropod class with an average abundance of macrozoobenthos ranging from 202 ind/m2 - 525 ind/m2. The types of macrozoobenthos found were Nassarius distortus, Anadara sp, Mesodesma sp, Mytillus sp, Donax sp, Abra soyoae, Cerithideopsilla djadjariensis, Telescopium telescopium, Cassidula nucleus, Cassidula angulifera, Litttoridina sp., Potamopyrgus sp., Melanoides sp., Battilaria zonalis dan Lumbriculus sp. The effect of organic matter content on the abundance of macrozoobenthos by 10.7% and 89.3% was more influenced by physic-chemical factors in Gili Lawang waters.
EVALUASI RISIKO POHON DI RTH UDAYANA KOTA MATARAM DENGAN TREE RISK ASSESMENT Sitti Latifah; MRT Mudhofir; Budhy Setiawan; Andi Tri Lestari; M Husni Idris; Niechi Valentino; Eni Hidayati; Nuraeni Nuraeni; Tedi Zulia Putra
Journal Penelitian Kehutanan FALOAK Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kehutanan Faloak
Publisher : Balai Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpkf.2020.4.2.141-160

Abstract

Jalur hijau merupakan salah satu cara untuk memenuhi keberadaan ruang terbuka hijau di perkotaan yang ditunjang olehnya berbagai jenis tanaman penutup lahan hingga pohon sebagai yang memiliki peran penting baik secara ekologis, sosial budaya, estetika dan ekonomi. Mempertimbangkan pentingnya pohon di perkotaan, kesehatan pohon harus di perhatikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh pepohonan di sepanjang Jalur Udayana Kota Mataram. Kondisi kerusakan pohon dapat menjadi salah satu indikator dimana pohon-pohon dikatakan sehat atau sakit. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi jenis dan karakteristik pohon, mengevaluasi resiko pohon, dan merekomendasikan penurunan resiko pohon di RTH Jalur Udayana Kota Mataram. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling dan Tree Risk Assesment berdasarkan standar ISA. Hasil identifikasi terhadap jenis pohon di RTH Udayana didominasi oleh jenis Trembesi (Samanea saman). Penilaian terhadap resiko pohon, didapatkan sebagian besar (71%) masih terkategorikan berisiko rendah dengan tingkat kerusakan pada tajuk umumnya berkisar antara 10% sampai dengan 25%. Sehingga, rekomendasi yang dapat diberikan untuk penurunan resiko pohon di RTH Jalur Udayana Kota Mataram adalah dengan pemangkasan (pruning), yaitu satu bentuk penanggulangan risiko yang paling direkomendasikan untuk meminimalisasi jumlah cabang yang mati pada tajuk pohon.
EVALUASI KEGIATAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN KONVENSIONAL PASCA BENCANA DI BALAI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN MARIA DONGGOMASA KABUPATEN BIMA Budhy Setiawan; Rato Firdaus; Muhamad Husni Idris
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan hutan di wilayah Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Maria Donggomasa Kabupaten Bima merupakan hulu dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Sari. Kajian ini merupakan upaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan tanaman hasil penanaman RHL Konvensional Pasca Bencana Tahun 2017 di wilayah BKPH Maria Donggomasa. Metode kajian untuk evaluasi tanaman dilakukan melalui teknik sampling dengan Systematic Sampling with Random Start. Intensitas Sampling (IS) yang digunakan sebesar 5%. Penempatan petak ukur seluas 0,1 ha, berbentuk persegi panjang (40x25 m). Jarak antar titik pusat petak ukur adalah 100 m arah utara-selatan dan 200 m arah barat-timur. Setiap petak ukur mewakili luasan 2 (dua) hektar. Hasil evaluasi tanaman selanjutnya diolah dengan pendekatan statistik diskrit untuk menduga nilai parameter populasi tanaman sehingga dapat ditarik konklusi (kesimpulan). Kriteria yang digunakan mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan No. P. 9/MenhutII/2013, dengan kriteria berhasil apabila jumlah tanaman pada akhir tahun ke-0 (P0), memiliki persen tumbuh tanaman lebih besar dari 70%. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan pembuatan tanaman (P0) di wilayah BKPH Maria Donggomasa Kabupaten Bima Provinsi NTB dikategorikan berhasil mengingat prosentase tumbuh tanaman diatas 70% dari jumlah tanaman baru. Kondisi biofisik areal tanaman (P0) RHL konvensional pasca bencana di wilayah BKPH Maria Donggomasa yang terbebas dari gangguan berupa penggembalaan ternak lepas dan keberadaan tumbuhan bawah berkontribusi besar terhadap keberhasilan penanaman di lapangan.
ANALISIS KEBIJAKAN KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) DI SENARU KABUPATEN LOMBOK UTARA Markum; Sitti Latifah; Budhy Setiawan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru adalah ijin peruntukan kawasan hutan pendidikan yang dimandatkan kepada Universitas Mataram. Saat ini di KHDTK seluas 225,7 ha. Kawasan ini sudah dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.392/Menhut-II/2004, tanggal 18 Oktober 2004. Namun dalam implementasinya, ditemui beberapa persoalan krusial, antara lain: terdapatnya bangunan tanpa ijin, perambahan, penebangan kayu illegal, bahkan klaim lahan oleh HTI. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi bentuk-bentuk pelanggaran di dalam kawasan KHDTK Senaru, 2) Mendeskripsikan peran dan tugas penanganan pelanggaran oleh para para pihak pemangku kehutanan, 3) Merumuskan langkah-langkah tindakan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Metode yang digunakan adalah kaji dokumen dan survei. Teknik pengumpulan data menggunakan Rountable discussion, dan Focus Group Discussion kepada pengurus dan anggota kelompok tani yang ada di Senaru, sebanyak 30 orang. Analisis data dilakukan dengan uraian deskriptif, mengacu pada pertanyaan kunci yang telah disusun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) bentuk-bentuk pelanggaran yang terjadi adalah terjadinya pemindah tangan hak kelola masyarakat, dan ada indikasi overlapping ijin kawasan dengan HTI, (2) peran dan tugas para pihak perlu dideskripsikan kedalam surat perjanjian antara pengelola KHDTK Senaru dengan masyarakat sehingga ada kejelasan dalam pengelolaan, dan (3) instrumen pendukung yang dibutuhkan untuk tata kelola KHDTK Senaru adalah tersedianya kelembagaan pelaksana, instrumen perencanaan jangka panjang dan jangka pendek, skema kerjasama dengan masyarakat, dan dukungan SOP dan sarana prasarana pengawasan dan pengamanan hutan.
ANALISIS PENDAPATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU EMPON-EMPON PADA KELOMPOK TANI HUTAN RINDU ALAM PUNCAK SEMARING DESA MEKAR SARI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Gesilia Apriliami; Andi Chairil Ichsan; Budhy Setiawan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 9 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan adalah sumber daya ekonomi yang sangat melimpah bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitar hutan. Kondisi tersebut menjadi berkah bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya hutan yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan pada salah satu Gabungan Kelompok Tani Hutan Puncak Semaring yaitu Kelompok tani Hutan Rindu Alam dalam usaha pengelolaan hasil hutan bukan kayu berupa empon-empon, faktor-faktor apa yang mempengaruhi dan strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan pendapatan di Desa Mekar Sari Kabupaten Lombok Timur dengan menggunakan metode deskriptif. Wawancara dilakukan terhadap 52 responden dan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif untuk mengetahui faktor-faktor dan strategi yang mempengaruhi pendapatan di Kawasan Kemitraan Desa Mekar Sari. Hasil penelitian ini adalah diperoleh total pendapatan empon-empon sebesar Rp. 207.196.499 per tahun atau rata-rata sebesar Rp. 3.984.548 per tahun dengan nilai B/C Ratio sebesar 1,27. Faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan Kelompok Tani Hutan Rindu Alam terdapat faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan penelitian didapatkan strategi untuk Kelompok Tani Hutan Rindu Alam adalah strategi SO (Strength-Opportunity) yaitu Empon-empon memiliki ketahanan cukup lama setelah dipanen, pengelola dapat mengembangkan rumah produksi yang berperan mengolah hasil empon-empon seperti menjadikan ekstrak dan hasil olahan lainya agar mendapatkan harga pasar lebih tinggi.