Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KARBON TERSIMPAN PADA BERBAGAI TIPE KERAPATAN TEGAKAN DI HUTAN RAKYAT DESA SUKOHARJO I KECAMATAN SUKOHARJO KABUPATEN PRINGSEWU Dio Ivando; Irwan Sukri Banuwa; Afif Bintoro
Jurnal Belantara Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.509 KB) | DOI: 10.29303/jbl.v2i1.96

Abstract

Forests had an important role in carbon reserve and uptake: where this was one of efforts of global warming’s impacts mitigation. The aim of this research was to know the effect of  density in potential of  carbon reserve and uptake in the private  forest.  Data collection was carried out by survey;  then the collected data were analyzed for tree biomass, necromass, litter and ground plants, total of carbon stock in one area, suitability of carbon stock, CO2 absorbtion, and the differences in carbon stock and carbon uptake in each of density class. The result showed that, forests with low density were significantly lower in stored carbon and CO2 absorption, respectively 54.57 tons/ha and 200.27 tons/ha. In medium and high density forests, both the amount of stored carbon and CO2 uptake were no different. At medium density, stored carbon was 79.78 tons/ha, and CO2 absorption was 292.79 tons/ha. In high density, stored carbon was 92.94 tons/ha and CO2 absorption was 341.09 tons/ha.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TAUGE DAN BAWANG MERAH PADA PERTUMBUHAN BIBIT GAHARU (Aquilaria Malaccensis) fenty dwi jayanti; Duryat Duryat; afif bintoro
Jurnal Belantara Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.204 KB) | DOI: 10.29303/jbl.v2i1.124

Abstract

Agarwood is a plant that has high economic value and its demand continues to increase from time to time, therefore it is necessary to provide a natural hormones to help the growth of agarwood seedlings to have good quality and quantity.  The purpose of  study ware to determine the effect of extract  bean sprouts application and onion extract application to increase the growth of A.malaccensis seedlings and to find out the best dosage of bean sprout extract and  onion extract to increase the seedling growth.  The study was designed in  a complete randomized design (CRD) in 9 treatments namely control,  bean sprout extract at the dose of 100 g/l, 200 g/l, 300 g/l, 400 g/l and onion extract at the dose of 100 g/l, 200 g/l, 300 g/l, and 400 g/l.  The homogeneity test, analysis of variance and LSD test were employed as the data analysis. The results of study showed that bean sprouts and  onion extract application, have a significant effect to the increasing of height (up to 11,47 cm on the treatment onion extract at a dose of 200 g/l), number of leaves (up to 9,67 leaves on the treatment  onion extract at a dose of 200 g/l), and seedling quality index (up to 0,18 on the treatment onion extract at a dose of 200 g/l).  The best treatment to the increase of A.malaccensis seedlings was the onion extract application at a dose of 200 g/l. The treatment can be applied in agarwood seeds to get maximum results.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI BLOK PEMANFAATAN HUTAN PENDIDIKAN KONSERVASI TERPADU TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN LAMPUNG Kartika Puspa Dewi; Afif Bintoro; Ceng Asmarahman; Duryat Duryat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i2.5114

Abstract

Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman merupakan salah satu hutan konservasi yang merupakan habitat berbagai spesies tumbuhan. Tumbuhan yang terdapat pada Tahura WAR memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai obat tradisional. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan apa saja yang berkhasiat obat pada Blok Pemanfaatan Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura WAR Lampung. Penelitian dilakukan dengan membuat petak contoh sebanyak 27 plot menggunakan metode garis berpetak, plot yang digunakan berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat  tiang, 5 x 5 m untuk tingkat pancang, 2 x 2 m untuk tingkat semai, dan 1 x 1 m untuk tumbuhan bawah. Dari hasil penelitian diperoleh 32 jenis tumbuhan obat yang berasal dari 21 famili yang berbeda.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI BLOK PEMANFAATAN HUTAN PENDIDIKAN KONSERVASI TERPADU TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN LAMPUNG Kartika Puspa Dewi; Afif Bintoro; Ceng Asmarahman; Duryat Duryat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i2.5115

Abstract

Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman merupakan salah satu hutan konservasi yang merupakan habitat berbagai spesies tumbuhan. Tumbuhan yang terdapat pada Tahura WAR memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai obat tradisional. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan apa saja yang berkhasiat obat pada Blok Pemanfaatan Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura WAR Lampung. Penelitian dilakukan dengan membuat petak contoh sebanyak 27 plot menggunakan metode garis berpetak, plot yang digunakan berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat  tiang, 5 x 5 m untuk tingkat pancang, 2 x 2 m untuk tingkat semai, dan 1 x 1 m untuk tumbuhan bawah. Dari hasil penelitian diperoleh 32 jenis tumbuhan obat yang berasal dari 21 famili yang berbeda.
PENGELOLAAN PERSEMAIAN TANAMAN RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN DI LAHAN PEKARANGAN Faldo Titus Nugroho; Gunardi Djoko Winarno; Rahmat Safe'I; Afif Bintoro
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.28

Abstract

Persemaian adalah tempat yang dalam memproses benih atau bahan lain dari tanaman menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Di Desa Tegalyoso, Lampung Timur, khususnya dusun IV, terdapat dua fasilitas penting yang berkontribusi dalam penyediaan bibit tanaman, yaitu Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan komposisi benih/bibit, menganlisis pengelolaan persemaian, menganalisis pemanfaatan persemaian. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, artikel, dan sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persemaian KBR di Desa Tegalyoso memiliki tiga jenis tanaman utama, yaitu Alpukat, Pinang, dan Nangka. Sementara itu, persemaian KWT menanam berbagai jenis tanaman seperti Daun Bawang, Pakcoy, Sawi, Bayam, Terong, Pepaya, Kacang Panjang, Kangkung, dan Timun. Pengelolaan persemaian meliputi beberapa tahapan, seperti pemilihan lokasi, persiapan lahan, penyediaan media tanam, penyemaian benih, penyiraman, pemberian pupuk, pengendalian hama dan penyakit, perawatan rutin. Terdapat perbedaan dalam media tanam, ukuran polybag, dan bahan tiang paranet yang digunakan antara persemaian KBR dan KWT. kesimpulannya, pengelolaan persemaian yang baik dan pemilihan jenis tanaman yang tepat akan memastikan pertumbuhan bibit yang optimal, kuat, dan siap untuk dipindahkan ke area yang lebih luas.