Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEMATIKA HUKUM KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN DI INDONESIA Dessy Eko Prayitno; Andi Chairil Ichsan
Jurnal Belantara Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.552 KB) | DOI: 10.29303/jbl.v4i1.754

Abstract

The purpose of this research is to analyze the legal issues that cause FMUs to not work optimally in managing forests sustainably. Some of the legal issues analyzed are related to the institution, permit authority, funding, and RPHJP development. This research uses a statute approach and retrospective (ex-post) analysis by examining various laws and regulations in the forestry sector related to FMUs and its implementation. The results of this study indicate that the FMU has serious legal issues in terms of institution, permit authority, funding, and Long-Term Forest Management Plan/RPHJP development. From an institutional perspective, FMUs are at the crossroads of the authorities of the four directorates generals in the Ministry of Environment and Forestry. In terms of authority, FMUs are the spearhead of forest management at the site level, but FMUs do not have adequate authority in managing forests in their areas. Then from the funding side, FMUs are faced with a minimum budget as well as no guarantee of funding for their RPHJP. And finally, in terms of the RPHJP development, FMU faces serious challenges after the enactment of Law No. 23/2014, and laws and regulations overlapping, particularly those related to the implementation of DG Forest Planology Regulation No. P.5/2012..
Penyuluhan Hak Kekayaan Intelektual dan Fasilitasi Merek Dagang pada Petani Durian di Dusun Munung, Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Fahrul Fauzi; Suparjo Sujadi; Dessy Eko Prayitno; Soefianto Soetono
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 5, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v5i3.2132

Abstract

Candimulyo dipilih sebagai lokasi program pengabdian masyarakat mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah penghasil durian terbesar di Indonesia. Varian durian dan semangat berdagang serta membudidayakan durian di wilayah tersebut menjadi peluang besar apabila dikelola secara baik. Salah satu cara memberikan nilai tambah untuk pemasaran durian tersebut adalah dengan memberikan merek atas produk yang dijual. Namun mayoritas petani belum familiar dengan perlindungan hak kekayaan intelektual padahal sejatinya kekayaan intelektual dapat memberikan nilai tambah atas produk yang dijual oleh para petani tersebut. Program penyuluhan ini merupakan salah satu upaya untuk menanamkan dan alih pengetahuan terkait kekayaan intelektual guna menjadikan masyarakat di wilayah Candimulyo melek hukum kekayaan intelektual sehingga dapat menggerakkan dan menciptakan iklim ekonomi modern dan maju baik bagi profesi petani. Metode yang digunakan adalah penyelenggaraan penyuluhan terkait hak kekayaan intelektual dan memfasilitasi pendaftaran merek. Atas program ini, masyarakat sangat antusias memahami penyuluhan dan sebagai bentuk fasilitas yang diberikan tim pelaksana pengabdian masyarakat adalah pendaftaran salah satu merek terpilih yakni Sentra Kebun Durian Candimulyo. Penyuluhan dan fasilitasi merek dagang ini diharapkan menjadi langkah awal optimalisasi hak kekayaan intelektual bagi petani.Kata kunci: Hak Kekayaan Intelektual, Pengabdian Masyarakat, Merek, Candimulyo