This Author published in this journals
All Journal Agrikultura
Yusup Hidayat
Fakultas Pertanian - UNPAD

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Partikel Sulfur terhadap Mortalitas, Pertumbuhan dan Perkembangan Ulat Grayak Jagung Spodoptera frugiperda J. E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) Fadhilah Rahmah Aprianti; Yusup Hidayat; Danar Dono
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.35270

Abstract

Spodoptera frugiperda merupakan hama baru pada pertanaman jagung di Indonesia. Serangga hama ini menyerang pada bagian daun dan juga titik tumbuh tanaman jagung. Petani umumnya menggunakan insektisida sintetik untuk mengendalikan S. frugiperda. Alternatif pengendalian lainnya yang lebih aman yaitu dengan menggunakan insektisida bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran partikel mineral sulfur terhadap S. frugiperda. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan yang diuji yaitu lima ukuran partikel formulasi mineral sulfur (100, 200, 300, 400, dan 500 mesh) masing-masing pada konsentrasi 4%. Air dan wetting agent + dispersant agent masing-masing digunakan sebagai kontrol. Formulasi mineral diaplikasikan ke larva S. frugiperda dengan cara disemprotkan. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pengaplikasian sulfur dengan ukuran mesh 500 (25 µm) dapat menyebabkan mortalitas larva S. frugiperda pada 1 hari – 24 hari setelah perlakuan (11,25% - 33,75%) yang berbeda nyata dengan kontrol (0,00%). Namun, berbagai ukuran partikel mineral sulfur yang diuji tidak memengaruhi lama perkembangan larva dan berat pupa S. frugiperda. Sementara itu, perlakuan mineral sulfur ukuran 100, 400, dan 500 mesh mampu menurunkan jumlah imago normal S. frugiperda dari 16,25 ekor pada kontrol menjadi 11,25, 10,50, dan 10,75 ekor.