Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat dalam Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan (PPKMP) di Desa Sekodi Kecamatan Bengkalis Asruari Misda
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini dilakukan berawal dari kondisi masyarakat Desa Sekodi Kecamatan Bengkalis yang cenderung belum menunjukkan perubahan sosial ekonomi dari pelaksanaan Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan (PPKMP) Kabupaten Bengkalis yang telah berjalan mulai tahun 2011. Penelitian ini ingin melihat bagaimana partisipasi masyarakat Desa Sekodi terhadap program PPKMP sebagai lembaga ekonomi mikro desa yang dapat memberikan stimulus peningkatan ekonomi masyarakat desa. Sebagai penelitian deskriptif kualitatif, maka untuk mendapatkan data penelitian tersebut penulis  menggunakan metode observasi, dokumentasi serta wawancara terhadap beberapa informan dengan cara Snowball Sampling yang telah dilakukan selama tiga bulan dilokasi kajian. Penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat belum sepenuhnya terjadi seperti yang diharapkan pada Petunjuk Teknis Program PPKMP Kabupaten Bengkalis. Sebagian masyarakat Desa Sekodi cenderung pasif dan tidak memberikan pandangan atau pendapat khususnya pada tahap perencanaan dan penilaian program. Akan tetapi proses tersebut tetap dilaksanakan dengan tingkat partisipasi yang rendah, yang dalam konsep Arnstein hal tersebut dapat digolongkan kepada tidak adanya partisipasi (nonpartisipasi).
SOSIAL MASYARAKAT SUKU ASLI; EKSISTENSI PROTO-MELAYU DI PULAU BENGKALIS ERA MODERNITAS Asruari Misda; Muhajir Darwis
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to answer the formulation of problems about interaction patterns of the Indigenous tribes in Bengkalis Island and their existence in the modernist era. Both problem formulations were described using a qualitative descriptive approach from various data in accordance with this study collected by questionnaire, interview, and observation techniques. The results of this study indicate that the patterns of interaction of Indigenous tribes lead to the form of associative interaction, where this pattern shows tend to be dynamic and have a relatively well established social relations pattern. Indigenous life tends to change both in the context of culture, economy, education, religion and politics.Penelitian ini berupaya untuk menjawab rumusan masalah yang berkaitan dengan pola interaksi serta bentuk eksistensi dari Suku Asli yang berada di Pulau Bengkalis pada masa modernis sekarang ini. Kedua rumusan masalah tersebut dideskripsikan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dari berbagai data yang sesuai dengan kajian ini yang dikumpulkan dengan teknik angket, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola interaksi suku Asli mengarah pada bentuk interaksi asosiatif, dimana pola ini menunjukkan cenderung bersifat dinamis dan mempunyai pola hubungan sosial yang relatif mapan. Kehidupan Suku Asli cenderung berubah baik dalam konteks budaya, ekonomi, pendidikan, agama dan juga politik.___________________Keywords: Pola Interaksi, Eksistensi, dan Suku Asli.
POPULARITAS PENULIS BUKU METODOLOGI PENELITIAN DALAM SITASI SKRIPSI MAHASISWA STAIN BENGKALIS TAHUN KELULUSAN 2019 Abu Hurairah; Asruari Misda; Zeti' Mawadata Rohmawati
Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan Ekonomi Syari’ah merupakan penyumbang terbesar dari angka kelulusan di STAIN Bengkalis tahun 2019 yakni 46% dari total 215 orang. Kajian ini bermaksud untuk mengetahui popularitas buku metodologi penelitian yang dipakai dalam sitasi skripsi lulusan tahun 2019 terebut. Bersandar pada hasil penelitian ini, dapat dilakukan pengadaan buku-buku metodologi penelitian yang tepat di perpustakaan Ustadz Mil STAIN Bengkalis dan membantu dosen-dosen metodologi penelitian STAIN Bengkalis dalam menentukan bahan ajar. Hasil kajian menunjukkan penulis buku metodologi penelitian terpopuler dalam sitasi skripsi STAIN Bengkalis tahun 2019 adalah Sugiyono (22,37%), Suharsimi Arikunto (13,55%) dan Muhammad (9,03%). Sayangnya, dari 465 sitasi tentang buku metodologi penelitian, hanya 37,8% yang berasal dari koleksi Perpustakaan Ustadz Mil STAIN Bengkalis, selebihnya berasal dari koleksi luar. Ditemukan juga 61 nama penulis lain yang bukunya tersedia di perpustakaan tetapi belum disitasi oleh mahasiswa. Kata Kunci : Kajian Sitasi, Buku Metodologi Penelitian, Skripsi STAIN 2019
SOSIAL MASYARAKAT SUKU ASLI; EKSISTENSI PROTO-MELAYU DI PULAU BENGKALIS ERA MODERNITAS Asruari Misda; Muhajir Darwis
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2019): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2019
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jkp.v15i2.79

Abstract

This study aims to answer the formulation of problems about interaction patterns of the Indigenous tribes in Bengkalis Island and their existence in the modernist era. Both problem formulations were described using a qualitative descriptive approach from various data in accordance with this study collected by questionnaire, interview, and observation techniques. The results of this study indicate that the patterns of interaction of Indigenous tribes lead to the form of associative interaction, where this pattern shows tend to be dynamic and have a relatively well established social relations pattern. Indigenous life tends to change both in the context of culture, economy, education, religion and politics.Penelitian ini berupaya untuk menjawab rumusan masalah yang berkaitan dengan pola interaksi serta bentuk eksistensi dari Suku Asli yang berada di Pulau Bengkalis pada masa modernis sekarang ini. Kedua rumusan masalah tersebut dideskripsikan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dari berbagai data yang sesuai dengan kajian ini yang dikumpulkan dengan teknik angket, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola interaksi suku Asli mengarah pada bentuk interaksi asosiatif, dimana pola ini menunjukkan cenderung bersifat dinamis dan mempunyai pola hubungan sosial yang relatif mapan. Kehidupan Suku Asli cenderung berubah baik dalam konteks budaya, ekonomi, pendidikan, agama dan juga politik.___________________Keywords: Pola Interaksi, Eksistensi, dan Suku Asli.
Partisipasi Masyarakat dalam Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan (PPKMP) di Desa Sekodi Kecamatan Bengkalis Asruari Misda
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2020): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2020
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jkp.v16i1.367

Abstract

Kajian ini dilakukan berawal dari kondisi masyarakat Desa Sekodi Kecamatan Bengkalis yang cenderung belum menunjukkan perubahan sosial ekonomi dari pelaksanaan Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan (PPKMP) Kabupaten Bengkalis yang telah berjalan mulai tahun 2011. Penelitian ini ingin melihat bagaimana partisipasi masyarakat Desa Sekodi terhadap program PPKMP sebagai lembaga ekonomi mikro desa yang dapat memberikan stimulus peningkatan ekonomi masyarakat desa. Sebagai penelitian deskriptif kualitatif, maka untuk mendapatkan data penelitian tersebut penulis  menggunakan metode observasi, dokumentasi serta wawancara terhadap beberapa informan dengan cara Snowball Sampling yang telah dilakukan selama tiga bulan dilokasi kajian. Penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat belum sepenuhnya terjadi seperti yang diharapkan pada Petunjuk Teknis Program PPKMP Kabupaten Bengkalis. Sebagian masyarakat Desa Sekodi cenderung pasif dan tidak memberikan pandangan atau pendapat khususnya pada tahap perencanaan dan penilaian program. Akan tetapi proses tersebut tetap dilaksanakan dengan tingkat partisipasi yang rendah, yang dalam konsep Arnstein hal tersebut dapat digolongkan kepada tidak adanya partisipasi (nonpartisipasi).