Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

SOSIAL MASYARAKAT SUKU ASLI; EKSISTENSI PROTO-MELAYU DI PULAU BENGKALIS ERA MODERNITAS Asruari Misda; Muhajir Darwis
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to answer the formulation of problems about interaction patterns of the Indigenous tribes in Bengkalis Island and their existence in the modernist era. Both problem formulations were described using a qualitative descriptive approach from various data in accordance with this study collected by questionnaire, interview, and observation techniques. The results of this study indicate that the patterns of interaction of Indigenous tribes lead to the form of associative interaction, where this pattern shows tend to be dynamic and have a relatively well established social relations pattern. Indigenous life tends to change both in the context of culture, economy, education, religion and politics.Penelitian ini berupaya untuk menjawab rumusan masalah yang berkaitan dengan pola interaksi serta bentuk eksistensi dari Suku Asli yang berada di Pulau Bengkalis pada masa modernis sekarang ini. Kedua rumusan masalah tersebut dideskripsikan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dari berbagai data yang sesuai dengan kajian ini yang dikumpulkan dengan teknik angket, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola interaksi suku Asli mengarah pada bentuk interaksi asosiatif, dimana pola ini menunjukkan cenderung bersifat dinamis dan mempunyai pola hubungan sosial yang relatif mapan. Kehidupan Suku Asli cenderung berubah baik dalam konteks budaya, ekonomi, pendidikan, agama dan juga politik.___________________Keywords: Pola Interaksi, Eksistensi, dan Suku Asli.
PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF THAHA HUSEIN DALAM KITAB MUSTAQBAL AL-TSAQĀFAH FĪ MIṢR Wan Muhammad Fariq; Muhajir Darwis; Aisyah Nuramini
Al-Bahtsu : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v6i1.4238

Abstract

Thaha Husein merupakan cendekiawan yang tunanetra sejak kecil, namun banyak melakukan perubahan signifikan pada bidang pendidikan di Mesir. Jabatan sebagai Menteri Pendidikan yang diamanahkan kepadanya dimanfaatkan untuk perubahan pendidikan yang sebelumnya telah kehilangan relevansi dengan zaman, memperlambat pembangunan sumber daya manusia, dan memperpanjang dominasi asing terhadap kemerdekaan negara Mesir. Thaha Husein menggratiskan pendidikan, melakukan perubahan kurikulum, metode, dan menampilkan pedidikan di Mesir yang lebih humanis dan modern dibandingkan sebelumnya.
Implementasi Metode Wahdah Dalam Peningkatan Hafalan pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis Fitri Salsabila; Muhajir Darwis
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1059

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi tentang implementasi metode Wahdah dalam mengatasi peningkatan hafalan ayat-ayat Al-Qur’an pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah peningkatan hafalan ayat-ayat Al-Qur’an dan Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Nurul Jadid. Adapun sampel dalam penelitian ini kelas VII yang berjumlah 29 siswa dan 1 guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi Metode Wahdah dalam peningkatan hafalan pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas VII di MTs Nurul Jadid dengan hasil 83,7% dalam kategori Nilai 71-90 berarti baik atau MB (Mulai berkembang). Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat metode Wahdah, faktor pendukung: menggunakan media atau metode saat pembelajaran di kelas, kerja sama antara guru dan siswa, keteguhan dan kesabaran siswa dalam menghafal, kecerdasan, motivasi dan dukungan orang tua. Kemudian faktor penghambat: lemah daya ingat siswa, siswa memiliki tingkat kemauan belajar yang rendah, dan Rasa bosan.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Kemampuan Membaca dan Menulis Al-Qur’an Anggellina Presscillia Hasiwa; Muhajir Darwis
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1112

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi tentang Analisis factor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apa saja factor yag mempengaruhi rendahnya kemampuan membaca dan menulis dan mengetahui bagaimana kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an pada siswa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah factor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dan objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMPN 3 bengkalis. Adapun sampel dalam penelitian ini kelas VII yang berjumlah 6 siswa dan 1 guru mata pelajaran agama islam. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan data,reduksi data,penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Factor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an siswa kelas VII Di SMPN 3 Bengkalis adalah factor internal siswa itu sendiri yaitu factor motivasi,kemauan dan kemampuan dimiliki oleh siswa dan factor eksternal yaitu factor dari luar yaitu orang tua,pendidik,factor lingkungan.
Implementasi Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Utari Pertiwi; Muhajir Darwis
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1049

Abstract

Penelitian dilatar belakangi karena keterampilan berbicara siswa rendah sehingga proses pembelajaran tidak aktif dimana guru masih menggunakan metode ceramah pada saat mengajar.Teori yang digunakan adalah Model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFE) merupakan model pembelajaran yang melatih siswa untuk dapat mempersentasikan gagasan mereka pada teman-temannya.Keterampilan berbicara merupakan keterampilan mereproduksi arus sistem bunyi atikulasi untuk menyampikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain. Tujuan penelitian adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana impelementasi model pembelajaran student facilitator and explaining (SFE) dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas VIII MTsN 2 Bengkalis (2) Seberapa besar pengaruh implementasi model pembelajaran student facilitator and explaining (SFE) dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran akidah akhlak Kelas VIII MTsN 2 Bengkalis. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Hasil dari penelitian ini penerapan model pembelajaran pembelajaran student facilitator and explaining (SFE) dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa, dari observasi yang dilakukan empat kali, terdapat peningkatan dari setiap observasi, observasi pertama dengan persentase 50% (kurang baik), observasi kedua dengan nilai 56% (cukup baik), observasi ketiga dengan persentase 79% (cukup baik) dan observasi keempat dengan persentase 89% (sangat baik). Disimpulkan model pembelajaran pembelajaran student facilitator and explaining dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas VIII MTsN 2 Bengkalis berjalan dengan sangat baik..Terdapat pengaruh antara implementasi model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) dalam meningkatkan keterampilan berbicarasiswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas VIII MTsN 2 Bengkalis, berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji paired sample t tes bahwa hasil uji bersignifikasi 0,000 0,05. Dalam hal ini Ha diterima dan Ho ditolak.
SOSIAL MASYARAKAT SUKU ASLI; EKSISTENSI PROTO-MELAYU DI PULAU BENGKALIS ERA MODERNITAS Asruari Misda; Muhajir Darwis
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2019): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2019
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jkp.v15i2.79

Abstract

This study aims to answer the formulation of problems about interaction patterns of the Indigenous tribes in Bengkalis Island and their existence in the modernist era. Both problem formulations were described using a qualitative descriptive approach from various data in accordance with this study collected by questionnaire, interview, and observation techniques. The results of this study indicate that the patterns of interaction of Indigenous tribes lead to the form of associative interaction, where this pattern shows tend to be dynamic and have a relatively well established social relations pattern. Indigenous life tends to change both in the context of culture, economy, education, religion and politics.Penelitian ini berupaya untuk menjawab rumusan masalah yang berkaitan dengan pola interaksi serta bentuk eksistensi dari Suku Asli yang berada di Pulau Bengkalis pada masa modernis sekarang ini. Kedua rumusan masalah tersebut dideskripsikan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dari berbagai data yang sesuai dengan kajian ini yang dikumpulkan dengan teknik angket, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola interaksi suku Asli mengarah pada bentuk interaksi asosiatif, dimana pola ini menunjukkan cenderung bersifat dinamis dan mempunyai pola hubungan sosial yang relatif mapan. Kehidupan Suku Asli cenderung berubah baik dalam konteks budaya, ekonomi, pendidikan, agama dan juga politik.___________________Keywords: Pola Interaksi, Eksistensi, dan Suku Asli.
Islam dan Dinamika Kajian Kontemporer Muhajir Darwis; Sazliana Sazliana; Maria Ulfa; Fetia Harsa; Muhammad Akmal Fauzan; Rona Gusthio
HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 1, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i2.2821

Abstract

Kajian Islam di era kontemporer mengalami dinamika yang signifikan, ditandai dengan berbagai pergeseran, perkembangan, dan interaksi dalam pemikiran, wacana, serta pendekatan-pendekatan baru dalam memahami dan mengkaji agama Islam. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan dinamika kajian kontemporer dalam studi Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa sumber referensi perpustakaan, dengan mengkaji berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah terkait isu-isu kontemporer dalam studi Islam. Selain itu, islam kontemporer telah menunjukkan bahwa Islam tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pemikiran-pemikiran baru dalam berbagai bidang telah membuktikan bahwa Islam dapat menjawab tantangan-tantangan modern yang dihadapi umat manusia. Secara keseluruhan, dinamika kajian Islam kontemporer telah membawa pergeseran paradigma, pendekatan, dan wacana dalam memahami dan memaknai ajaran Islam di era modern. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Sistem Pendidikan Suku Asli Melayu Kecamatan Bantan Muhajir Darwis; Wan Muhammad Fariq; Saim
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2022): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2022
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jkp.v18i1.826

Abstract

This research is motivated by the fact that the Indigenous Malay people living in Bantan District can be considered isolated, remote, and inland, with limited access to educational facilities provided by the government. The Indigenous Malay people have become complacent with their current conditions and situation. The aim of this research is to determine the level of educational awareness among the Indigenous Malay people in Bantan District, Bengkalis Regency, and the factors contributing to their educational backwardness. Additionally, the research seeks to identify an appropriate educational concept to change the Indigenous Malay people's paradigm regarding the importance of education for their well-being. The method used in this research is qualitative research. The data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The results show that educational participation among the indigenous community in Bantan District for primary education is relatively significant, reaching 80 percent of the total school-age children. For junior high school education, participation is also quite high at 65 percent. However, the participation rate for high school education is relatively low, at only 45 percent. Although primary education participation is generally good, there is still a significant dropout rate, with children often leaving school when they reach the third or fourth grade. Factors contributing to the educational backwardness of the Indigenous Malay people in Bantan District include peer influence from those not attending school, weak economy, low motivation, lack of parental encouragement, low self-confidence, and insufficient educational infrastructure. The educational concept proposed for the Indigenous Malay community in Bantan District is the Indigenous Education Concept. The indigenous learning system is a system used by traditional communities to maintain and preserve their social systems for their survival.
Islam dan Kebudayaan (Adat dan Kebudayaan Melayu Tidak Pernah Lepas Dari Agama Islam) Sumiyati Sumiyati; Nurul Laili; Anissa Fitri; Dewi Puspa Ramadhani; Marissa Salsabila; M. Rizki Alfattah; Muhajir Darwis
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i06.1220

Abstract

Budaya Melayu tidak hanya merujuk pada kecintaan terhadap laut, tetapi juga mencerminkan inklusi berbagai unsur dari peradaban dunia, baik besar maupun kecil. Hal serupa terjadi pada Islam sebagai agama universal, yang juga menghargai keragaman dalam aliran, pemikiran, pemahaman, dan pandangan. Melayu dan Islam memiliki keterkaitan erat bisa diamati dari dua perspektif, yaitu cara berpikir dan perilaku. Dari segi pemikiran, kehadiran Islam di masyarakat Melayu telah mendorong perkembangan rasionalisme dan intelektualisme dengan mengatasi stagnasi dan kemunduran. Budaya Melayu, yang memiliki semangat toleransi yang kuat dan menghargai keragaman, termasuk perbedaan pendapat, aliran, dan pandangan, dianggap sebagai kebijaksanaan. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis islam dan kebudayaan yang dimana kebudayaan Melayu tidak pernah lepas dari agama islam. Hasil penelitian ini menunjukkan agama Islam berperan penting sebagai identitas kebudayaan Melayu dan memiliki ciri khas positif serta memiliki ketertarikan antara agama Islam dan kebudayaan Melayu.