Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ZONASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN SORGUM MANIS (SORGUM BICOLOR (L) MOENCH) DI KABUPATEN SUMEDANG BERDASAR ANALISIS GEOLOGI, PENGGUNAAN LAHAN, IKLIM, DAN TOPOGRAFI Ishak, M -; Sudirja, R -; Ismail, A. -
Bionatura Vol 14, No 3 (2012): Bionatura Nopember 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.301 KB)

Abstract

Sorgum merupakan tanaman yang dapat menjadi salah satu alternatif pengganti bahan baku pembuatantepung terigu. Pengembangan tanaman sorgum merupakan kebutuhan mendesak, karena selamaini Indonesia mengimpor gandum dari Australia sebagai bahan baku tepung terigu. Dalam rangkapengembangan tanaman sorgum terdapat beberapa kendala diantaranya adalah kurangnya informasitentang sumberdaya lahan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian dilakukan untuk menyusun klasifikasikesesuaian lahan berdasarkan pertimbangan aspek fisik dan kriteria persyaratan tumbuh tanaman.Untuk mencapai tujuan tersebut, pertama-tama dilakukan pemetaan satuan lahan yang diperolehdari tumpangsusun peta. Hasil tumpangsusun merupakan titik pengamatan di lapangan. Tahap keduaadalah pengumpulan data lapangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi: temperatur,curah hujan, tipe iklim, lereng, sifat fisik, kimia tanah, dan bentuk penggunaan tanah. Tahap ketigaadalah menganalisis kesesuaian lahan. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk peta kesesuaian lahanskala 1:50.000. Berdasarkan kajian evaluasi kesesuaian lahan, didapatkan peta arahan pengembangantanaman Sorgum di Kabupaten Sumendang. Pada umumnya hampir sebagian besar wilayah kecamatanmemiliki kriteria cukup sesuai (S2) sampai tidak sesuai (N) pada kesesuaian lahan aktual. Kondisiini dapat diperbaiki dengan pemberian pupuk organik, konservasi tanah dan air, dan manajemenpengelolaan tanaman Sorgum. Dengan perlakuan tersebut, didapatkan kesesuaian lahan potensial.Kriteria kesesuaian lahan potensial terbaik berada pada level sangat sesuai (S1) – agak sesuai marginal(S3). Beberapa Kecamatan yang direkomendasikan adalah Kecamatan Cisarua, Kecamatan Cisitu,Kecamatan Darmaraja, Kecamatan Jatigede, Kecamatan Jatinunggal, dan Kecamatan Wado.Kata kunci: Kesesuaian lahan, tanaman sorgum, Kabupaten Sumedang
EKSPLORASI JENIS-JENIS PISANG PLANTAIN LOKAL ASAL DESA SUKAHARJA DAN DESA SUKAMULIH TASIKMALAYA JAWA BARAT SEBAGAI SUMBER BIBIT UNGGUL Ismail, A. -; Rachmadi, M. -; Bana, N. -
Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.988 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v3i2.8355

Abstract

Jenis-jenis pisang yang ada di Desa Sukaharja dan Desa Sukamulih sangat beragam jenisnya. Kegiatan eksplorasi ini hanya difokuskan pada jenis-jenis pisang olahan (plantain) seperti pisang nangka, pisang raja, pisang tanduk, dan lain-lain. Bidang KKNM-PPMD yang dilaksanakan adalah peningkatan pendapatan(sasaran jangka panjang), yang diupayakan melalui pemilihan bibit unggul pisang lokal. Sumber bibit unggul pisang lokal yang ada akan dikoleksi dan dievaluai di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Padjadjaran (Unpad). Hasil dari pengembangan ini (berupa bibit unggul) akan dikembalikan ke masyarakat di Desa Sukaharja dan Desa Sukamulih. Harapannya, penggunaan bibit unggul pisang ambon lokal yang baik akan menunjang pertumbuhan dan hasil yang maksimal sehingga pendapatan petani dapat ditingkatkan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sukaharja dan Desa Sukamulih Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya, JawaBarat. Metode yang digunakan adalah analisis vegetasi (Indeks Nilai penting/INP) dan memberikan materi mengenai cara memilih bibit unggul pisang dalam bentuk eksplorasi dilapangan dan dan diskusi terkait dengan teknik budidaya secara teoritis dan teknik budidaya menurut petani pada umumnya. Kegiatan ini berupa diskusi berisi pengenalan dan seluk beluktanaman pisang lokal, jenis bibit unggul pisang lokal yang baik untuk kegiatan pertanian, dan bagaimana cara memilihnya. Terdapat 13 jenis pisang olahan sebagai sumber plasma nutfah potensial untuk dikembangkan di Desa Sukaharja dan Desa Sukamulih. Pisang nangka memiliki INP sebesar 93.72%, pisang kapas memiliki INP sebesar 33.93%, pisang raja dan pisang medan secaraberurutan memiliki INP 25.02%, dan 24.39%. Secara berurutan jenis pisang plantain yang mendominasi di Desa Sukamulih dan Desa Sukaharja adalah pisang nangka, kapas, raja, dan medan. Pisang nangka dapat dijadikan sebagi salah satu jenis pisang sebagai sumber bibit unggul dalam pengembangan pisang lokal yang ada di Desa Sukaharja dan Desa Sukamulih. Ditemukantiga jenis pisang yang tergolong pisang nangka lokal antara lain: Nangka, Nangka Medan, dan Nangka Uli. Pisang nangka lokal terpilih sebagai pisang yang paling mendominasi di Desa Sukaharja dan Desa Sukamulih, sehingga dapat diajukan ke program kegiatan PKM lainnya dengan topik kegiatan IbM Kelompok Pisang Nangka Lokal (Mono Tahun DIKTI).Kata kunci: pisang olahan (plantain), INP, desa sukaharja, desa sukamulih