Sorgum merupakan tanaman yang dapat menjadi salah satu alternatif pengganti bahan baku pembuatantepung terigu. Pengembangan tanaman sorgum merupakan kebutuhan mendesak, karena selamaini Indonesia mengimpor gandum dari Australia sebagai bahan baku tepung terigu. Dalam rangkapengembangan tanaman sorgum terdapat beberapa kendala diantaranya adalah kurangnya informasitentang sumberdaya lahan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian dilakukan untuk menyusun klasifikasikesesuaian lahan berdasarkan pertimbangan aspek fisik dan kriteria persyaratan tumbuh tanaman.Untuk mencapai tujuan tersebut, pertama-tama dilakukan pemetaan satuan lahan yang diperolehdari tumpangsusun peta. Hasil tumpangsusun merupakan titik pengamatan di lapangan. Tahap keduaadalah pengumpulan data lapangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi: temperatur,curah hujan, tipe iklim, lereng, sifat fisik, kimia tanah, dan bentuk penggunaan tanah. Tahap ketigaadalah menganalisis kesesuaian lahan. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk peta kesesuaian lahanskala 1:50.000. Berdasarkan kajian evaluasi kesesuaian lahan, didapatkan peta arahan pengembangantanaman Sorgum di Kabupaten Sumendang. Pada umumnya hampir sebagian besar wilayah kecamatanmemiliki kriteria cukup sesuai (S2) sampai tidak sesuai (N) pada kesesuaian lahan aktual. Kondisiini dapat diperbaiki dengan pemberian pupuk organik, konservasi tanah dan air, dan manajemenpengelolaan tanaman Sorgum. Dengan perlakuan tersebut, didapatkan kesesuaian lahan potensial.Kriteria kesesuaian lahan potensial terbaik berada pada level sangat sesuai (S1) – agak sesuai marginal(S3). Beberapa Kecamatan yang direkomendasikan adalah Kecamatan Cisarua, Kecamatan Cisitu,Kecamatan Darmaraja, Kecamatan Jatigede, Kecamatan Jatinunggal, dan Kecamatan Wado.Kata kunci: Kesesuaian lahan, tanaman sorgum, Kabupaten Sumedang