Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peta Sosial Ekonomi Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Yunis, Yefni; Akbar, Y Rahmat; Haris, Muhammad
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 3, No 1 (2020): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v3i1.2744

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor lingkungan dan konteks kerentanan di masyarakat lokal, mengenali masalah sosial dan gambaran kondisi sosial-ekonomi masyarakat lokal, serta mengidentifikasi pelaku dan kelompok kunci yang berpengaruh di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Desain penelitian dilakukan secara kualitatif dan deskriptif dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA) dengan sampel perwakilan, wawancara mendalam dan observasi. Dari hasil penelitian disimpulkan pihak-pihak yang menjadi pelaku proses interaksi sosial pada peta aktor desa menjelaskan bahwa kepala desa memiliki peran sentral di masyarakat, dengan memiliki hubungan langsung terhadap RW, RT, LKMD, KESRA, Posyandu. Terdapat empat masalah utama sosial ekonomi yaitu kemiskinan, pengangguran, kenakalan remaja dan kesehatan. Kata Kunci: Pemetaan, sosial ekonomi, pengembangan masyarakat AbstactThis research aims to identify environmental factors and the context of vulnerability in local communities, identify social problems and illustrate the socio-economic conditions of local communities, and identify key actors and key groups in Tarai Bangun Village, Tambang District, Kampar Regency, Riau Province. The research design was carried out qualitatively and descriptively with the Rapid Rural Appraisal (RRA) approach with representative samples, in-depth interviews and observations. The results of the study, it was concluded that the parties who were the actors of the social interaction process on the village actor map explained that the village head had a central role in the community, by having a direct relationship to RW, RT, LKMD, KESRA, Posyandu. There are four main socioeconomic problems, namely poverty, unemployment, juvenile delinquency and health. Keywords: Mapping, social economy,community development
PEMBERDAYAAN KAWASAN KUMUH MELALUI PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) KOTA PEKANBARU Yefni Yefni; Muhammad Haris; Riski Umi Pratiwi
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v4i2.8414

Abstract

 AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan-tahapan pemberdayaan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh di Kota Pekanbaru. Adapun metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan mendeskrifsikan semua temuan dan penomena yang tampak dan disajikan dalam bentuk analisi yang menarik. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi terlibat, wawancara dan dokumen resmi pihak KOTAKU. Hasil penelitian menjelaskan tahapan pemberdayaan kawasan kumuh di Kota Pekanbaru terdiri dari beberapa tahapan, seperti: Pertama, meberikan penyuluhan dalam bentuk pemberian informasi kepada pemerintah dan masyaakat terkait kawasan yang kumuh. Kedua, memberikan pelatihan dalam bentuk pelatihan keterampilan ekonomi dan perbaikan terhadap lingkungan kumuh. Terakhir, memberikan motivasi yang juga sebagai penguat terhadap masyarakat agar mau bergerak bersama-sama membersihkan dan menjaga lingkungan agar tidak mumuh. Kata Kunci: Pemberdayaan, Kawasan Kumuh, KOTAKU    AbstractThe purpose of this study was to determine the stages of empowering slums through the City without slums program in Pekanbaru City. The method used is qualitative research by describing all the findings and phenomena that appear and are presented in the form of an interesting analysis. Data was collected through activities involved observation, interviews and official documents KOTAKU. The results of the study explained the stages of slum empowerment in Pekanbaru City consisted of several stages, such as: First, providing counseling in the form of providing information to the government and community-related slum areas. Second, provide training in the form of economic skills training and improvement of the slums. Finally, it provides motivation which is also a reinforcement for the community to want to move together to clean and protect the environment so that they do not start.  Keywords: Empowerment, Slums, KOTAKU