Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA PENGURUS USAHA EKONOMI DESA SIMPAN PINJAM DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DI DESA NUSANTARA JAYA KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Zainal Arifin; Muhlasin Muhlasin
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v5i1.10842

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali upaya pengela Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam dalam memberdayakan masyarakat di Desa Nusantara Jaya Kabupaten Indragiri Hilir. Pemberdayaan ini memiliki target peningkatan pendapatan dan kesejahteraan berdasarkan kekuatan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam produktif dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi anggotanya. Mereka berkoordinasi dengan lembaga perbankan dalam simpan pinjam. Pengelola juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membuat buku kas dan memberikan jalan untuk pencairan dana.
Pelatihan Berbasis Skill Rajutan Konektor Masker Terhadap Ibu-ibu Rumah Tangga Terdampak Covid-19 di Desa Tarai Bangun Aslati Aslati; Silawati Silawati; Muhlasin Muhlasin
MENARA RIAU Vol 16, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/menara.v16i1.15521

Abstract

The Covid-19 pandemic has an impact on all aspects of people's lives, especially the economic impact. This condition is most affected by the household sector of mothers. Therefore, it is necessary to hold community service in the form of practical training by providing skills with the aim that certain skills can generate the family economy. The mentoring approach method uses a Socio-Economic approach, namely providing productive technical skills. The results of the mentoring activity in the form of training were 20 participants consisting of housewives and teenagers. The service team brought in one training instructor. The event started with providing counseling and motivational materials by one of the service teams, followed by the practice of making knitted mask connectors and the media had been prepared in advance. Participants were divided into two sessions, namely morning before noon and afternoon until afternoon. At the end of the activity, participants can produce knitted mask connectors that can be used alone and of course these skills can be of economic value in helping the family economy.
Manajemen Waktu Dalam Pendididikan : 13 Langkah Konseling Untuk Mencapai Keberhasilan Muhlasin Muhlasin
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.088 KB) | DOI: 10.24014/0.878940

Abstract

Manajemen konseling dalam mendidikan merubahan merupakan salah satu factor untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.  Dalam melaksanakan usaha-usaha yang dilakukan  mengendalikan sesuatu kegiatan  dalam organisasi ataupun individual  dengan merencanakan, mengarahkan, mengontrol agar kegiatan dapat berhasil  dengan maksimal. Adapun kegiatan  memenej waktu dalam mencapai keberhasilan belajar diantaranya adalah;  Menguasai daftar hal-hal yang harus anda lakukan (to-do lists),. Buat rencana SMART (Specific-Measureable-Achievable-Reasonable-Timeline), Belajarlah untuk mengatur prioritas anda, Kunci manajemen waktu yang sukses adalah delegasi, Jangan takut untuk mengatakan ‘TIDAK’, Membagi tugas yang panjang dalam kegiatan yang lebih kecil, Perfeksionisme membutuhkan waktu, Kenali waktu dimana anda lebih produktif, Cobalah untuk tidak menunda hal-hal untuk nanti, Hindari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian anda, Jangan lupa diri anda sendir, Menganalisa dimana anda menghabiskan waktu anda, elalu rencanakan waktu untuk kegiatan tak terduga
Education and the Role of Parents in Islam: Building a Drug-Free Generation Silawati Silawati; Aslati Aslati; Muhlasin Muhlasin; Arisman Arisman; Rizka Sari; Iin Gusmana
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.5963

Abstract

Drug abuse among adolescents poses a serious threat to individual well-being and family stability. Within the Islamic framework, parents play a central role as moral and spiritual guides in protecting their children from harmful behaviors. This study explores the role of Islamic parenting in preventing adolescent drug abuse through the lens of da'wah psychology. This research employed a qualitative method using a literature review approach. Relevant scholarly works on Islamic parenting, da'wah psychology, and drug prevention strategies were analyzed. Descriptive analysis was conducted to examine the interconnections between Islamic values, parenting practices, and adolescent behavior. Findings indicate that Islamic parenting, when grounded in religious teachings and moral development, serves as an effective preventive mechanism against drug abuse. The integration of da'wah psychology enhances parents' ability to communicate religious and ethical messages persuasively, fosters stronger emotional bonds, and supports the creation of a psychologically healthy home environment. Key elements such as early inculcation of Islamic values, wise supervision, positive role modeling, and active parental involvement in children’s lives contribute significantly to deterring adolescents from drug-related behavior. The study concludes that Islamic parenting, supported by principles of da'wah psychology, provides a holistic framework for drug abuse prevention. Strengthening parental awareness and engagement within this framework can help nurture a resilient, morally grounded younger generation.