Arisman Arisman
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemikiran Sosiologi Politik Islam Abdul Wahhab Khallaf Arisman Arisman; Lukmanul Hakim
An-Nida' Vol 45, No 1 (2021): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v45i1.16528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemikiran sosiologi politik Islam Abdul Wahhab Khallaf dalam kitabnya al-Siyāsah al-Syar’iyyah. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif. Pembahasan yang dikemukakan didasari bahan-bahan yang diteliti melalui sumber utama yaitu kitab al-Siyāsah al-Syar’iyyah karya Abdul Wahhab Khallaf, kitab-kitab fiqh lainnya dan beberapa tulisan yang relevan. Dari kitab-kitab tersebut dikutip berbagai pendapat dan argumentasi para ulama beserta dalil-dalil yang mereka kemukakan. Sedangkan hasil yang didapat adalah bahwa buku al-Siyāsah al-Syar’iyyah merupakan karya monumental di antara sederetan karya ilmiah Abdul Wahhab Khallaf. Buku ini merupakan hasil studi beliau sewaktu mendalami studi khusus bidang hukum pada tahun 1342 H, atau bertepatan dengan bulan desember 1923. Buku ini menampilkan konsep dan strategi hukum Islam yang sangat menarik untuk dibahas, meskipun isi dan kapasitas buku ini termasuk kajian buku klasik. Namun orisinilitas pemikiran penulis tampak jelas dalam sikap apologiknya, bahwa isu dan klaim hukum Islam bersifat statis, adalah tidak benar. Yang benar adalah bahwa karakteristik dan tujuan sentral hukum Islam berasaskan maslahah, serta bersifat elastis dan dinamis. Abdul Wahhab Khallaf dalam kitabnya al-Siyāsah al-Syar’iyyah membahas hakikat politik hukum Islam yang menyangkut persoalan-persoalan politik hukum perundang-undangan, kebebasan individu, asas persamaan, hubungan negara Islam dengan negara non-Islam, peraturan peperangan, peraturan perdamaian, politik keuangan, pajak, pendayagunaan keuangan, dan sumber-sumber keuangan, di samping tentang sejarah bait al-Māl.
FATWA MUI TENTANG NIKAH DIBAWAH TANGAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM Arisman Arisman
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v8i2.3079

Abstract

Pernikahan dibawah tangan adalah pernikahan yang telah memenuhi unsur syarat dan rukun nikah, namun tidak dicatatkan pada lembaga resmi Pemerintah. Penulis sepakat dengan pendapat ulama klasik dan fatwa MUI. Perbedaan sikap antara Ulama Timur Tengah di Mesir dan Yordania dengan MUI, dilatarbelakangi berbagai faktor sosiologis di masing-masing Negara. Faktor sosiologis masyarakat Indonesia yang beragam adat-istiadat, budaya dan letak geografisnya tentunya memberi pengaruh terhadap interaksi sosial dan sikap keber-agamaan. Faktor sosiologis ini sesuai dengan kaidah fikih “taghaiyur al-fatwa bi taghaiyur al-azman wa al-makan” (berubahnya fatwa disebabkan perubahan zaman dan keadaan). Penulis berkesimpulan, bahwa pernikahan dibawah tangan di Indonesia hukumnya sah selama terpenuhi unsur syarat dan rukun nikah, karena masih banyak masyarakat muslim Indonesia yang berada di bahwa garis kemiskinan, hidup di daerah yang sangat terpencil, ditambah lagi aturan birokrasi perikahan dan poligami yang masih sulit. Namun dalam kondisi normal hukumnya haram, hal ini untuk menghindari mudharat yang berdampak negatif kepada pihak istri dan masa depan anak demi tercapainya kemashlahatan dalam kehidupan manusia. Maka pencatatan pernikahan menjadi sangat penting dan menjadi wajib dalam kondisi normal.
Revitalisasi Anjuran Menikah Melalui Hadis Arisman Arisman
Jurnal An-Nur Vol 11, No 2 (2022): Jurnal An-Nur Desember 2022
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v11i2.19854

Abstract

TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Education and the Role of Parents in Islam: Building a Drug-Free Generation Silawati Silawati; Aslati Aslati; Muhlasin Muhlasin; Arisman Arisman; Rizka Sari; Iin Gusmana
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.5963

Abstract

Drug abuse among adolescents poses a serious threat to individual well-being and family stability. Within the Islamic framework, parents play a central role as moral and spiritual guides in protecting their children from harmful behaviors. This study explores the role of Islamic parenting in preventing adolescent drug abuse through the lens of da'wah psychology. This research employed a qualitative method using a literature review approach. Relevant scholarly works on Islamic parenting, da'wah psychology, and drug prevention strategies were analyzed. Descriptive analysis was conducted to examine the interconnections between Islamic values, parenting practices, and adolescent behavior. Findings indicate that Islamic parenting, when grounded in religious teachings and moral development, serves as an effective preventive mechanism against drug abuse. The integration of da'wah psychology enhances parents' ability to communicate religious and ethical messages persuasively, fosters stronger emotional bonds, and supports the creation of a psychologically healthy home environment. Key elements such as early inculcation of Islamic values, wise supervision, positive role modeling, and active parental involvement in children’s lives contribute significantly to deterring adolescents from drug-related behavior. The study concludes that Islamic parenting, supported by principles of da'wah psychology, provides a holistic framework for drug abuse prevention. Strengthening parental awareness and engagement within this framework can help nurture a resilient, morally grounded younger generation.