AbstrakKualitas produk merupakan salah satu karakteristik kunci yang akan menentukan tingkat kepuasan pelanggan. PT Argo Pantes merupakan perusahaan yang memproduksi kain. Departemen Produksi menetapkan sasaran jangka pendek yaitu peningkatan kualitas produk melalui penurunan tingkat cacat produk pada proses Dyeing Finishing yaitu proses pewarnaan serat kain. Penurunan cacat produk dilakukan dengan pendekatan metode Six Sigma malaui tahapan Design-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC). Proses dimulai dengan melakukan identifikasi masalah dan factor penyebab masalah, mengukur frekwensi kejadian dari masing-masing faktor penyebab, menentukan faktor penyebab yang dominan dengan pendekatan diagram Pareto, kemudian mekukan identifikasi akar penyebab masalah dengan pendekatan diagram Sebab Akibat. Dari hasil pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan selama dua bulan dari tanggal 1 Juni – 28 Juli 2020 ada empat cacat produk pada proses Dyeing Finishingyaitu handling tidak sesuai, kain mengkerut,warna luntur dan noda. Dengan diagram Pareto didapat factor penyebab cacat dominan sebesar 79% yaitu disebabkan oleh Kain mengkerut 30%, warna luntur 26% dan noda 23%. Mencari akar penyebab masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan diagram sebab akibat terhadap ketiga jenis cacat tersebut untuk kemudian diberikan usulan perbaikan.AbstrakKualitas produk merupakan salah satu karakteristik kunci yang akan menentukan tingkat kepuasan pelanggan. PT Argo Pantes merupakan perusahaan yang memproduksi kain. Departemen Produksi menetapkan sasaran jangka pendek yaitu peningkatan kualitas produk melalui penurunan tingkat cacat produk pada proses Dyeing Finishing yaitu proses pewarnaan serat kain. Penurunan cacat produk dilakukan dengan pendekatan metode Six Sigma malaui tahapan Design-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC). Proses dimulai dengan melakukan identifikasi masalah dan factor penyebab masalah, mengukur frekwensi kejadian dari masing-masing faktor penyebab, menentukan faktor penyebab yang dominan dengan pendekatan diagram Pareto, kemudian mekukan identifikasi akar penyebab masalah dengan pendekatan diagram Sebab Akibat. Dari hasil pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan selama dua bulan dari tanggal 1 Juni – 28 Juli 2020 ada empat cacat produk pada proses Dyeing Finishing yaitu handling tidak sesuai, kain mengkerut,warna luntur dan noda. Dengan diagram Pareto didapat factor penyebab cacat dominan sebesar 79% yaitu disebabkan oleh Kain mengkerut 30%, warna luntur 26% dan noda 23%. Mencari akar penyebab masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan diagram sebab akibat terhadap ketiga jenis cacat tersebut untuk kemudian diberikan usulan perbaikan.