Yusmichad Yusdja
Pusat Penelitian Agro Ekonomi Jl. Jend Ahmad Yani No.70 Bogor

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efisiensi Pemanfaatan Sumberdaya Domestik dalam Usaha Sapi Perah di Jawa Barat I Wayan Rusastra; Yusmichad Yusdja
Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v2n1.1982.63-81

Abstract

IndonesianAnalisa ekonomi tentang eflsiensi pemanfaatan sumberdaya domestik dengan alat Analisa DRC (Domestic Resource Cost) menunjukkan bahwa pada tingkat produktivitas yang lebih rendah dari yang dicapai saat ini, menyebabkan pola perusahaan dan pola peternak tidak eflsien seandainya harga susu di pasaran internasional lebih rendah dari US$ 0,19 atau Rp 120/liter. Produktivitas 2750 liter/unit ternak/tahun kiranya mampu dicapai lewat pola rekomendasi yang diajukan. Pada tingkat produksi ini, pemenuhan permintaan susu dengan produksi dalam negeri tetap menguntungkan sekalipun harga susu di pasaran internasional turun menjadi US$ 0,13 atau Rp 80 per liter. Pada tingkat produksi pola rekomendasi dan tingkat produksi 2 750 liter/unit ternak/tahun, usaha persusuan dalam negeri tetap eflsien dalam pemanfaatan sumberdaya domestik, sekalipun harga daging dipasaran internasional turun menjadi US $0.64 atau Rp 400/kg berat hidup lebih rendah dari harga finansial yang besarnya Rp 1200/kg). Harga riil susu di dalam negeri yang cukup tinggi (Rp 220/liter) masih mampu ditekan dengan tetap memberikan keuntungan yang memadai kepada peternak. Bila tingkat produksi 2.750 liter/unit ternak/tahun mampu dicapai dengan pola rekomendasi, maka pada tingkat produktivitas itu, harga yang layak secara finansial adalah sekitar Rp 150/liter.
Skala Usaha dan Efisiensi Ekonomi Relatif Usaha Ternak Ayam Petelur Yusmichad Yusdja; Bungaran Saragih
Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.666 KB) | DOI: 10.21082/jae.v3n1.1983.30-41

Abstract

IndonesianSkala usaha dalam usaha ternak ayam merupakan topik dari penelitian ini. Dengan mengambil lokasi penelitian pada jalur lintas Jakarta-Bogor dan Sukabumi dan dengan sampel peternak dari berbagai skala usaha, telah dapat dirumuskan beberapa hal pokok. Pertama, biaya tenaga kerja dan makanan ternak berpengaruh negatif dan nyata pada tingkat keuntungan, sedangkan kenaikan investasi memberikan dampak yang sama. Kedua, antara pemilikan 500-15.000 ekor dengan rata-rata 1.600 ekor ternyata masih berada pada kondisi "increasing returns to scale". Ketiga, semakin besar skala usaha, semakin baik efisiensi ekonominya. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penerapan azas konsolidasi dan dalam usaha pengadaan masukan ternak yang murah serta perlunya pelayanan kredit investasi yang lebih luas, terutama untuk peternak kecil.
Efisiensi Pemanfaatan Sumberdaya Domestik dalam Usaha Sapi Perah di Jawa Barat I Wayan Rusastra; Yusmichad Yusdja
Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v2n1.1982.63-81

Abstract

IndonesianAnalisa ekonomi tentang eflsiensi pemanfaatan sumberdaya domestik dengan alat Analisa DRC (Domestic Resource Cost) menunjukkan bahwa pada tingkat produktivitas yang lebih rendah dari yang dicapai saat ini, menyebabkan pola perusahaan dan pola peternak tidak eflsien seandainya harga susu di pasaran internasional lebih rendah dari US$ 0,19 atau Rp 120/liter. Produktivitas 2750 liter/unit ternak/tahun kiranya mampu dicapai lewat pola rekomendasi yang diajukan. Pada tingkat produksi ini, pemenuhan permintaan susu dengan produksi dalam negeri tetap menguntungkan sekalipun harga susu di pasaran internasional turun menjadi US$ 0,13 atau Rp 80 per liter. Pada tingkat produksi pola rekomendasi dan tingkat produksi 2 750 liter/unit ternak/tahun, usaha persusuan dalam negeri tetap eflsien dalam pemanfaatan sumberdaya domestik, sekalipun harga daging dipasaran internasional turun menjadi US $0.64 atau Rp 400/kg berat hidup lebih rendah dari harga finansial yang besarnya Rp 1200/kg). Harga riil susu di dalam negeri yang cukup tinggi (Rp 220/liter) masih mampu ditekan dengan tetap memberikan keuntungan yang memadai kepada peternak. Bila tingkat produksi 2.750 liter/unit ternak/tahun mampu dicapai dengan pola rekomendasi, maka pada tingkat produktivitas itu, harga yang layak secara finansial adalah sekitar Rp 150/liter.