Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PEDADA (SONNERATIA CASEOLARIS) SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER SP) SEGAR Nirmala Efri Hasibuan; Sumartini Sumartini
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 2, Oktober 2021
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.v14i2.499

Abstract

Preservation is one way to prevent the deterioration of fish quality. This study aims to utilize pedada leaf extract (Sonneratia caseolaris) as a natural preservative in fresh mackerel. This research was divided into three stages, namely sample preparation, pedada leaf extraction and extract application to fish. This study used a completely randomized factorial design consisting of three factors. The first factor was the addition of pedada leaf extract. The second factor is the storage temperature of fish, namely room temperature (23º-27ºC), cold temperature (10ºC), freezing temperature (0ºC). The third factor is storage time, namely 1, 7 and 14 days. Each treatment was repeated twice. Parameters tested include pH value, water content, protein content, total plate number (ALT) and E-coli. The results showed that the addition of pedada leaf extract, differences in storage temperature, and storage time had a significant effect (sig <0.05) on the pH value, water content, protein content and total plate number (ALT). Furthermore, the results of the E-coli test showed that the treatment of cold temperature and freezing temperature on fish with the addition of pedada leaf extract showed negative E-coli content.
Pemanfaatan Daun Mangrove Api-Api (Avicennia Marina) Sebagai Antibakteri Pada Ikan Layang Benggol (Decapterus Russelli) Dengan Variasi Konsentrasi Dan Penyimpanan Sumartini Sumartini
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6932

Abstract

Indonesia memiliki luas hutan mangrove sebesar tiga juta hektar yang tumbuh disepanjang pesisir pantai, salah satunya adalah jenis Avicennia marina. Mangrove jenis ini mengandung senyawa bioaktif antibakteri yang dapat digunakan untuk memperlambat pertumbuhan mikroba pada ikan Layang Benggol (Decapterus russelli) segar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, terdiri dari perlakuan konsentrasi maserat (15%, 20%, 25%) dan tiga kondisi penyimpanan yaitu suhu ruang (23º-27ºC), suhu dingin (10ºC), suhu beku (0ºC) selama 24 jam dengan tiga kali ulangan. Jumlah koloni dan kadar air pada ikan dianalisis dengan ANOVA dan uji Jarak Nyata Terdekat Duncan (JNTD) pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada suhu penyimpanan dan pengaruh tidak signifikan pada konsentrasi maserat terhadap nilai organoleptik, kadar air, total plate count dan E. coli pada proses kemunduran mutu ikan layang benggol. Perlakuan dengan tingkat kesegaran terbaik terdapat pada penyimpanan suhu beku dengan konsentrasi maserat 25% yang menunjukkan nilai organoleptik 7,56 ≤ m ≤ 8,01 pada selang kepercayaan 95%, total mikroba 3,33 × 105 koloni/gram, kadar air 76,73% dan negatif e.coli.
Analisis Bisnis ”Indofish_Me” Inovasi Mie Instant Sehat dari Sektor Perikanan & Kelautan di Masa Pandemi Covid 19 Dengan Matriks Grand Strategy NS Hutapea; Sumartini Sumartini; N Saputra; Fitriana; R Nabila; MH Nelas
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 18 No. 2 (2022): JBK-Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.721 KB) | DOI: 10.31940/jbk.v18i2.82-93

Abstract

Salah satu usaha yang paling diminati dan kian menjamur adalah usaha kuliner. Terutama jenis kuliner yang kekinian dan hits, yang memiliki tingkat keunikan tersendiri. Salah satu produk makanan yang banyak diminati konsumen adalah mie. Di Indonesia, mie telah menjadi pangan alternatif setelah nasi. IndofishMe sebagai bentuk produk mie instant olahan hasil laut dengan inovasi baru, menawarkan jenis kemasan yang mudah terurai seperti menggunakan corrugated box, dan kemasan seasoning menggunakan plastik pati singkong yang mudah diurai oleh organisme dan lingkungan. Jadi, keunggulan produk inovasi IndofishMe, selain merupakan mie instant yang sehat (tinggi serat, rendah kalori, tinggi protein), tidak mengandung MSG, pengawet buatan, pewarna buatan, kaya topping (Bawang goreng, sosis ikan, bakso ikan, daging ikan. cincang, sayuran yang dikeringkan) juga dilengkapi dengan kemasan yang ramah lingkungan (eco friendly) dan mudah terurai. Adanya inovasi baru dalam produk mie instant ini, memunculkan tantangan baru mengenai bagaimana strategi marketing dan analisa yang tepat untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha dijalankan, salah satu analisa yang telah banyak digunakan adalah analisa SWOT menggunakan matriks grand strategy. Metode analisa yang digunakan adalah analisa SWOT dengan menggunakan matriks grand strategy. Hasil menunjukkan bahwa bisnis berada pada Kuadran I (Proggressive) artinya bisnis bersifat layak untuk dilakukan pengembangan.
PENGARUH CARBOXYL METHYL CELLULOSE TERHADAP KUALITAS MIE INSTAN “INDOFISHME” SEBAGAI INOVASI MIE INSTAN KAYA NUTRISI BERBASIS OLAHAN HASIL LAUT Miftahul Huda Nelas; Sumartini Sumartini; Rizka Nabila; Natasya Hutapea; Eggy Fitriana; Nanang Saputra
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11514

Abstract

Mie instan merupakan makanan cepat saji yang sangat mendominasi dan diminati oleh masyarakat Indonesia. Konsumsi 12,6 miliar porsi mie instan pada 2020, jumlah tersebut meningkat 120 juta porsi atau 0,96% dibandingkan pada tahun sebelumnya. Saat ini produsen mie instan umumnya mengembangkan mie instan sehat, diantaranya berbahan organik. Indofishme merupakan mie instan yang telah memiliki ijin PIRT dan diproduksi dengan fortifikasi ikan, rumput laut, limbah udang dan tepung buah mangrove sebagai upaya menurunkan kandungan gluten pada penggunaan tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas mie instan dengan penambahan nutrisi dari hasil laut serta penambahan carboxyl methyl cellulose (CMC). Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbedaan konsentrasi CMC, yaitu C0(0%), C1(0,5%), C2 (1%), dan C3(1,5%) dengan 3 formulasi (F1, F2, dan F3). Rancangan penelitian ini adalah experimental design menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan parameter yang diuji daya serap air, kadar proksimat dan nilai kalori. Mie instan memiliki kadar air (7,28-8.92%), kadar lemak (4,32-5,85%), kadar protein (4,6-12,84%), kadar abu (1,52-1,86%), kadar karbohidrat (75,75-83,75%), daya serap air (220,77-344,22%) dan nilai kalori (147,78-278,46kkal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CMC (Carboxyl methyl cellulose) dapat memperbaiki kualitas mie instant (Indofishme). Selain itu Indofishme sebagai mie instant inovasi baru berbasis olahan hasil laut dapat digunakan sebagai alternatif mie instant sehat karena lebih kaya nutrisi dibandingkan dengan mie instant komersial. 
KARAKTERISTIK PRODUK BAKERY DARI SHORTENING CAMPURAN TERNER MINYAK IKAN NILA, PALM STEARIN, DAN MINYAK SAWIT MERAH HASIL INTERESTERIFIKASI KIMIAWI Sumartini Sumartini; Ayu Rizki Amalia
Pro Food Vol. 8 No. 2 (2022): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan )
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v8i2.210

Abstract

Shortening is a product made from a mixture of saturated and unsaturated fatty acids that play a role in softening and softening the texture of bakery products. Applications using shortening in bakery products can be seen in the manufacture of steamed cakes, baked cakes, and donuts. The author's purpose of conducting this study was to determine the effect of shortening formulations and processing methods on the characteristics of the resulting bakery products. The experimental design was a completely randomized design (CRD) using five ternary fat mixtures with different ratios and methods, each Palm Stearin/Fish Oil/Red Palm Oil (PS/FO/MSM): F1 (95/2.5/2 .5), F2 (90/5/5), F3 (85/7.5/7.5), F4 (80/10/10) and F5 (75/12.5/12.5) and K (commercial shortening) and (%bb) were applied to 3 different processing methods. The total number of treatments was 18 treatments. The results of data analysis were tested using SPSS Version 22 with One way ANOVA and the test level was 5%. The test parameters on bakery products are water content, fat content, free fatty acids, PV, swellability, carotene and hardness. Based on the results of the study that the formulation of the resulting shortening ratio and the method of making bakery products affect the physical and nutritional characteristics of the resulting bakery products. Where based on physicochemical characteristics, the best treatment was obtained by using shortening with the code F3 (PS/MSM/FO = 85/7.5/7.5) because it showed that bakery product yields were better than other treatment codes and were closest to the characteristics of commercial shortening. is on the market.
Physicochemical and hedonic characteristics of mangrove tea (Sonneratia sp) formulated with four types of sweeteners Nirmala Efri Hasibuan; Sumartini Sumartini; Nabila Syakirah Hasibuan; Agusta Putri Balqis Linda Soeharso; Evi Maya Sari
Aurelia Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v8i1.19873

Abstract

The use of various types of sweeteners in herbal drinks is a strategy to increase consumer acceptance, especially for mangrove-based tea products that are rich in bioactives but have a tart taste and distinctive aroma. This study aims to analyze the effect of four types of sweeteners: white sugar, palm sugar, palm sugar, and honey on the physical characteristics and consumer preference levels for mangrove tea, while also determining the best treatment. The study was conducted using a formulation of 3 g of mangrove leaf powder brewed with 200 mL of water and added sweeteners according to the treatment, then tested for pH, color (L*, a*, b*), viscosity, total titratable acid, total sugar, and a hedonic test by 30 untrained panelists. The results showed that honey had the greatest effect on physical aspects, marked by the lowest pH (6.62), the highest viscosity (1.32 mPa·s), and the darkest color with an increase in the a* and b* components. Palm sugar and palm sugar produced caramel color characters due to the Maillard component, while white sugar showed the most neutral character in all parameters.The hedonic test showed that palm sugar obtained the highest scores in the attributes of taste (8.3±0.8), color (7.9±0.8), appearance (8.0±0.8), aroma (8.1±0.7), and overall (7.2±0.8), while white sugar had the lowest scores with values of taste (6.8±0.9), color (6.5±1.0), appearance (6.9±0.9), aroma (7.0±0.8), and overall (6.1±0.9). The type of sweetener was proven to have a significant influence on physical quality and consumer preferences. The most effective treatment in improving the sensory quality of mangrove tea was the use of palm sugar.
Karakteristik Fisikokimia, Sensoris, Dan Mikrobiologis “Crisweed” Snack Olahan Rumput Laut Eucheuma cottonii Sumartini Sumartini; Fikri Al Khair Siregar; Resti Nurmala Dewi; Aghitia Maulani
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v19i2.1113

Abstract

“Crisweed” merupakan snack olahan rumput laut non MSG dengan komposisi kentang, rumput laut, dan nori dimana kombinasi bahan bahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai nutrisinya terutama kandungan serat dan vitamin yang bersumber dari rumput laut. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi terbaik pada rasio penambahan rumput laut pada snack dengan memfokuskan pada mutu tekstur dan kerenyahan produk. Parameter uji untuk seaweed snack dilakukan melalui uji hedonik terhadap rasa, aroma, tekstur dan kenampakan serta analisis kimia yang meliputi kadar air, abu, lemak, protein dan serat kasar. Uji parameter tekstur meliputi hardness, adhesiveness, cohesiveness, dan elasticity. Hasil uji hedonik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada atribut rasa, aroma, tekstur dan kenampakan. Nilai kadar air produk berada pada kisaran 3,67-7,49%, protein 7,54-12,23%, lemak 15,60-18,82%, abu 1,74-5,26% dan serat 15,78-16,71%. Berdasarkan uji pembobotan De Garmo terhadap semua parameter uji, ditemukan produk “Crisweed” perlakuan terbaik adalah pada formulasi 3 dengan nilai efektivitas 0,88.ABSTRACT“Crisweed” is a non-MSG seaweed snack with a composition of potatoes, seaweed, and nori where the combination of these ingredients is expected to increase its nutritional value, especially the fiber and vitamin content sourced from seaweed. This study aims to determine the best formulation of the ratio of seaweed addition to snacks by focusing on the quality of texture and crispiness of the product. Test parameters for seaweed snacks were carried out through hedonic tests on taste, aroma, texture and appearance as well as chemical analysis including water content, ash, fat, protein and crude fiber. As well as texture parameter tests including hardness, adhesiveness, cohesiveness, and elasticity. The results of the hedonic test showed significant differences in the attributes of taste, aroma, texture and appearance. The water content of the product was in the range of 3.67-7.49%, protein 7.54-12.23%, fat 15.60-18.82%, ash 1.74-5.26% and fiber 15.78-16.71%. Based on the De Garmo test on all test parameters, it was found that the best treatment for the “Crisweed” product was formulation 3 with an effectiveness value of 0.88.
Pelatihan kewirausahaan pangan lokal: fish chip ikan lomek dan produk inovatif mangrove untuk organisasi ikatan istri karyawan Wilmar Dumai Sumartini Sumartini; Luchiandini Ika Pamaharyani; Nirmala Efri Hasibuan; Kurnia Sada Harahap; Putri Wening Ratrinia; Aulia Azka; Basri Tanjung; Eko Novi Saputra; Muhammad Nur Arkham
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3393

Abstract

Kota Dumai memiliki potensi perikanan dan ekosistem mangrove yang melimpah, salah satunya ikan lomek (Harpadon nehereus) yang kaya protein dan buah pedada (Sonneratia caseolaris) yang mengandung senyawa bioaktif. Namun, pemanfaatannya masih terbatas sehingga nilai tambah ekonominya rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kewirausahaan anggota Ikatan Istri Karyawan Wilmar (IIKW) Dumai melalui pelatihan pengolahan ikan lomek menjadi fish chips serta produk inovatif berbasis mangrove, seperti sirup, dodol, dan kopi. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis workshop dengan tahapan persiapan, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan teknis, dan evaluasi. Peserta dilatih dalam pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, penerapan standar mutu dan keamanan pangan, serta strategi pengemasan dan pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pengisian kuesioner kepuasan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dengan rata-rata nilai post-test ≥90 pada 88% peserta. Tingkat kepuasan responden juga sangat tinggi, dengan skor rata-rata 97,99% pada aspek relevansi materi, manfaat kegiatan, dan kualitas narasumber. Peserta menilai kegiatan ini bermanfaat untuk pengembangan usaha rumah tangga, meskipun terdapat kendala ketersediaan bahan baku musiman. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan, keterampilan teknis, dan motivasi kewirausahaan perempuan pesisir. Keberhasilan kegiatan ini menegaskan pentingnya dukungan lanjutan berupa pendampingan, akses sarana produksi, dan strategi pemasaran digital agar produk fish chips ikan lomek dan olahan mangrove dapat berdaya saing serta menjadi ikon kuliner khas pesisir Dumai.