This Author published in this journals
All Journal Farmaka
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Review: Pengaruh Polimorfisme CYP2C9*2 dan CYP2C9*3 terhadap Resiko Pendarahan Saluran Gastrointestinal Terapi NSAID FEBBY VALENTINE PURWADI; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.313 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10849

Abstract

Nonsteroidal Anti-inflammatory Drug (NSAID) adalah golongan obat pereda nyeri yang paling banyak diresepkan dan digunakan di dunia. Meskipun banyak digunakan tetapi NSAID tidak lepas dari efek samping. Efek samping serius yang paling sering terjadi adalah pendarahan pada saluran gastrointestinal. Berbagai faktor resiko telah diketahui dapat meningkatkan resiko pendarahan, seperti umur, penggunaan NSAID dosis tinggi, penggunaan bersamaan beberapa obat golongan NSAID dan juga polimorfisme gen. Polimorfisme pada gen pengkode enzim CYP2C9, enzim yang memetabolisme NSAID, diketahui memiliki peran yang cukup penting terhadap peningkatan resiko pendarahan. Variasi *2 dan *3 dari CYP2C9 akan menurunkan aktivitas CYP2C9 sehingga metabolisme NSAID berjalan lebih lama. Hal ini dapat berujung pada tingginya konsentrasi NSAID dalam plasma darah sehingga berakibat meningkatnya kemungkinan efek samping pendarahan. Penentuan polmorfisme CYP2C9, digunakan untuk penyesusaian dosis sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko pendarahan saluran gastrointestinal.
Review: Penggunaan Obat Off-label pada Anak-Anak FEBBY VALENTINE PURWADI; Rano K. Sinuraya
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.412 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16843

Abstract

Hingga saat ini pengujian klinis pada populasi pediatrik masih terbilang sedikit dibandingkan dengan pengujian klinis pada populasi dewasa. Hal ini berdampak pada ketersediaan informasi mengenai efikasi dan keamanan obat untuk populasi pediatrik. Alhasil, dokter dengan terpaksa harus mengambil keputusan untuk memberikan obat secara off-label. Penggunaan obat off-label dapat meningkatkan insiden terjadinya Medication error dan Adverse drug reaction (ADR), sehingga penggunaannya memunculkan kekhawatiran sebagaimana risiko tersebut dapat terjadi. Review ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengguanaan obat off-label dan keamanan penggunaan obat off-label pada populasi pediatrik.