This Author published in this journals
All Journal Farmaka
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REVIEW : NANOPARTIKEL KURKUMIN SOLUSI MASALAH KANKER DAN ANTIBAKTERI FARIANTI EKO NUR KHASANAH; Patihul Husni
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.872 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10825

Abstract

Kurkumin atau diferuloylmethane merupakan senyawa utama fitopolifenol berwarna kuning yang berasal dari keluarga Zingirberaceae yaitu rimpang kunyit (Curcuma longa). Menurut hasil beberapa penelitian, kurkumin mempunyai aktivitas farmakologi sebagai antikanker, anti-inflamasi, antioksi dan antibakteri. Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi, khusunya pada Negara berkembang seperti Indonesia , sedangkan pada saat ini hampir 75 % kematian akibat infeksi luka bakar disebabkan oleh methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Pseudomonas aeruginosa. Adanya resistensi bakteri serta besarnya efek samping darikemoterapipada kanker  mendorong para peneliti dalam pengembangan obat baru yang berasal dari tanaman salah satunya kunyit. Bioavailabilitas oral yang rendah, kelarutan yang rendah serta mudahnya terdegradasi sehingga mempersulit dalam aplikasi klinisnya. Untuk meningkatkan kerja dari kurkumin dalam bentuk sediaan maka saat ini telah banyak dikembangkan kurkumin dalam bentuk nanopartikel. Nanopartikel kurkumin sebagai antibakteri dapat terbuat dalam bentuk film atau memberan maupaun hydrogel, sedangkan untuk terapi kanker nanopartikel biasanya terbentuk dalam bentk polimer sebagai penghantar obat. Efek antibakteri pada nanopartikel kurkumin mempunyai aktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang dalam bentuk biasa. Selain itu, kurkumin dalam bentuk nanopartikel bila dikombinasikan dengan obat standar hasil penghambatan pertumbuhan sel lebih maksimal.