Asep Supriadi
Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMAHAMI PUISI “IDUL FITRI” DENGAN TEORI TAKMILAH Asep Supriadi
Sirok Bastra Vol 2, No 1 (2014): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.846 KB) | DOI: 10.37671/sb.v2i1.31

Abstract

Kajian sastra islami dalam sastra Indonesia dengan menggunakan pendekatan teori sastra Islam belum banyak dilakukan. Penulis berpendapat bahwa teori-teori sastra Islam Melayu (Malaysia) dapat diaplikasikan untuk mengkaji sastra Islam Indonesia. Salah satunya adalah teori takmilah yang digagas oleh seorang pakar sastra Melayu bernama Shafie Abu Bakar. Kajian ini mengaplikasikan teori tersebut pada puisi “Idul Fitri” karya Sutardji Calzoum Bachri. Hasil kajian menunjukkan bahwa puisi tersebut menggambarkan nilai-nilai keislaman dengan dimensi sufistik. Puisi itu menggambarkan perenungan eksistensi diri pada Tuhan. Penggambaran itu diperkuat dengan adanya kata-kata cahaya, cinta, salat, zikir, dan taubat dalam puisi tersebut. Kata-kata tersebut dalam istilah takmilah atau tasawuf disebut tafakur dan muhasabah. Dengan melakukan tafakur dan muhasabah, seorang sufi mengharapkan datangnya cahaya Tuhan. Dalam teori takmilah cahaya itu disebut nur ilahiah, artinya cahaya yang datang dari Tuhan. Seperti tampak dalam larik keenam pada bait keempat, “Kini biarkan aku menenggak arak cahayaMu”.
TAMPARLAH MUKAKU!: MEMAKNAI AJARAN TASAWUF Asep Supriadi
Jurnal Bebasan Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v3i2.50

Abstract

Acep Zamzam Noor terlahir dan dibesarkan dari lingkungan keluarga pesantren sehingga karya-karyanya melahirkan karya sastra, khususnya puisi yang bernuansa religius. Salah satu karyanya dalam kumpulan puisi Tamparlah Mukaku! menggambarkan nilai-nilai keislaman yang menonjolkan ajaran tasawuf. Kumpulan puisi Tamparlah Mukaku! isinya merupakan ajaran tasawuf karena ada penandanya, yakni kata “tobat” dan “cahaya”. Kedua kata tersebut merupakan roh dalam ajaran tasawuf. Selain itu, ditandai dengan adanya kata-kata kunci dalam ajaran tasawuf, yaitu kata “rindu”, “cinta”, “zikir”, dan “kalbu”. Untuk membuktikan bahwa kata-kata tersebut merupakan ciri dari ajaran tasawuf dalam puisi karya Acep Zamzam Noor dalam kumpulan puisinya Tamparlah Mukaku!, maka dalam tulisan ini penulis akan mendeskrifsikan dan memaknai ajaran tasawuf yang tersembunyi dibalik kata-kata puisi tersebut.