Agus Yulianto
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ASPEK RITUAL DALAM TRADISI LISAN BALAMUT DI KALIMANTAN SELATAN Agus Yulianto
Sirok Bastra Vol 5, No 1 (2017): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.896 KB) | DOI: 10.37671/sb.v5i1.99

Abstract

Lamut  adalah seni tutur masyarakat Banjar yang hampir punah. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya disebabkan oleh aspek ritual yang dikandungnya. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek ritual balamut serta apa yang menyebabkan tradisi lisan balamut mengalami ancaman kepunahan. Masalah penelitian ini adalah seperti apa aspek-aspek ritual yang terdapat dalam tradisi lisan balamut dan apa yang menyebabkan tradisi lisan balamut ini terancam mengalami kepunahan. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik kajian pustaka. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa unsur ritual dalam lamut terbagi menjadi dua, yaitu secara verbal dan nonverbal dan hal yang menyebabkan tradisi lisan balamut terancam mengalami kepunahan disebabkan oleh faktor internal dan eksternal dari kesenian balamut itu sendiri.
MEDIA-MEDIA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI LISAN BANJAR SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA IBU DI KALIMANTAN SELATAN Agus Yulianto
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.179

Abstract

Abstrak Bahasa Banjar sebagai bahasa ibu bagi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan saat ini sedang mengalami pergeseran pemakaian akibat pengaruh globalisasi. Hal itu menyebabkan diperlukannya upaya pemertahanan bahasa Banjar di tengah masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan banyak media sebagai sarana pemertahanan Bahasa Banjar melalui pelestarian kearifan lokal dalam tradisi lisan Banjar itu sendiri. Hal itu disebabkan media penyampai tradisi lisan Banjar adalah Bahasa Banjar. Hal itu berarti pelestarian kearifan lokal dalam tradisi lisan Banjar secara tidak langsung merupakan pemertahanan Bahasa Banjar itu sendiri. Oleh sebab itu, penelitian ini didasarkan pada dua tujuan penting, yaitu untuk mengetahui media-media penyampai kearifan lokal tradisi lisan Banjar dan untuk mengetahui tradisi lisan apa saja yang dapat digunakan untuk melestarikan bahasa ibu sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal pada masyarakat Banjar yang ada di Kalimantan Selatan. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah apa sajakah media-media yang dapat digunakan pemertahanan bahasa ibu melalui tradisi lisan dan  jenis tradisi lisan apa saja yang dapat digunakan dalam  pelestarian bahasa ibu sebagai wujud pelestarian kearifan lokal yang ada pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa media-media yang dapat digunakan adalah: 1) menggunakan televisi sebagai sarana pelestarian tradisi lisan Banjar; 2) membuat lomba-lomba penciptaan sastra tradisi dengan menggunakan bahasa daerah; 3) membuat karya sastra tradisi pada saat pembelajaran mulok di sekolah dengan menggunakan bahasa daerah; 4) Pendokumentasian bahasa Banjar dan tradisi lisannya; 5) melakukan sosialisasi kepada para sastrawan, pelajar,  dan budayawan mengenai pentingnya penggunaan bahasa daerah dalam penciptaan karya sastra sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah dan kearifan lokal. Adapun tradisi lisan yang masih dapat digunakan untuk pelestarian bahasa daerah dan kearifan lokal adalah tradisi lisan yang masih hidup ditengah masyarakatnya, seperti: pantun, paribasa, dan cerita rakyat. Kata kunci: media,  tradisi lisan, kearifan lokal
Aspek Psikologi Tokoh Utama dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata Agus Yulianto
Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5 No 2 (2017): Gramatika, Volume V, Nomor 2, Juli--Desember 2017
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.103 KB) | DOI: 10.31813/gramatika/5.2.2017.110.115--126

Abstract

The purpose of this study is to understand the form of inner conflict in the main characters and positive messages the author shared. The problem of this research is how the form of inner conflict of the main character and what positive messages the author shared. This study uses analytical descriptive methodology. Based on the results of the analysis, it showed that the inner conflict of the main character is a medium of the writer to convey the author’s positive messages to the readers. It is primarily concerned with the inner conflict of moral and pessimistic the main character feels for the success of a struggle that should not have existed.
Gaya Bahasa Perumpamaan dalam Novel Cinta di dalam Gelas Karya Andrea Hirata Agus Yulianto
Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6 No 1 (2018): Gramatika, Volume VI, Nomor 1, Januari--Juni 2018
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.417 KB) | DOI: 10.31813/gramatika/6.1.2018.137.70--78

Abstract

The purpose of this study is how the parable style contained in the novel Cinta Dalam Gelas and the meaning it contains. Thus the problem in this study is how the parable style contained in the novel Cinta Dalam Gelas and what the meaning it contains. This research uses descriptive qualitative method with record technic, classification and analysis. In addition, content analysis methods are also used to examine the contents of the text to know the description of the use of parable style in the novel. Based on the results of the analysis can be seen that the parable style of language used by the author includes the use of words such as, as, kind, and like.
INTERPRETASI HERMENEUTIK PUISI PEMBIDAS KARYA AJAMUDDIN TIFANI Agus Yulianto
TELAGA BAHASA Vol 5, No 2 (2017): TELAGA BAHASA VOL.5 NO.2 TAHUN 2017
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36843/tb.v5i2.128

Abstract

This “Pembidas “of Ajamuddin Tifani is a poetry that has lots of positivemeanings. The purpose of this study was to understand the integral meaning of poetry Pembidas by Ajamudddin Tifani by using a hermeneutic approach. The problem of this study describes the meaning of Pembidas by using hermeneutic approach. This study used descriptive qualitative method with data analysis technique in each line of poetry and then proceeded as a whole. Based on the result of the analysis, it can be seen that the meaning of Pembidas is about the disobedient of human against his/ her God. This has actually taken place for a long time since the days of the Madyan, Rass, Thamud, and Sodom. They are the people who make idols and passions as their Lord. However, in modern times like this, their disobedient is slightly transformed. They continue to worship idols, but not as sculptures but in the form of money, possessions, and technology. 
Pantun Banjar sebagai Media Pendidikan Karakter Agus Yulianto
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.882 KB) | DOI: 10.26499/jentera.v5i1.351

Abstract

Pantun Banjar adalah sastra lama yang lahir, tumbuh, dan berkembang di masyarakat Banjar. Pantun Banjar dapat memberikan sumbangan dalam pembentukan pola pikir, sikap, dan tingkah laku masyarakatnya. Hal itu berarti pantun Banjar dapat menjadi media pendidikan untuk membentuk karakter masyarakat Banjar itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Dengan metode deskriptif nilai-nilai yang dapat membentuk karakterpositif dalam pantun Banjar dapat diketahui, antara lain menjauhi perbuatan dosa, sikap rajin menuntut ilmu agama, jangan bersikap pemalas, dan memperhatikan lingkungan.
CITRA WANITA BANJAR DALAM CERPEN "EPISODE DURIAN" KARYA NAILIYA HIKMAH Agus Yulianto
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 1, No 1 (2015): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.012 KB) | DOI: 10.26499/loa.v1i1.2034

Abstract

                                                          AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui citra wanita Banjar dalam cerpen “Episode Durian” karya Nailiya Nikmah. Penelitian mengenai citra wanita Banjar dalam karya sastra dilakukan karena masih sedikitnya penelitian yang membahasnya.Citra wanita Banjar yang dianalisis dalam cerpen “Episode Durian” ini adalah semua wujud gambaran atau lukisan mental spritual dan tingkah laku keseharian yang terekspresikan oleh wanita dalam cerita. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis  engungkapkan bahwa citra wanita Banjar yang terdapat dalam cepern “Episode Durian” ini adalah menjaga kesucian, mencintai suami, taat pada suami, memiliki akhlak yang baik, dan sosok istri yang salihah.Kata kunci: citra, wanita, cerpen.                                                            AbstractThe aim of this study is to find out Banjarese women’s images in a short story “Episode Durian” by Nailiya Nikmah. The study about Banjarese women’s images in literature work is only a few. The images analyzed in this short story are the women’s spiritual and mental descriptions and daily activities. The result shows that the images of Banjarese women are keeping their chastity, loving and obeying their husband, having good attitude, and being a pious wife.Keywords: image, women, short story
UNSUR KERAMAT DALAM LEGENDA DATU-DATU DI KALIMANTAN SELATAN Agus Yulianto
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 9, No 2 (2014): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.488 KB) | DOI: 10.26499/loa.v9i2.2081

Abstract

                                                    AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perwujudan-perwujudan unsur keramat atau karomah dan fungsinya dalam hikayat yang dijadikan obyek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metote deskriptif dengan teknik studi pustaka. Berdasarkan kajian dapat diketahui bahwa perwujudan unsur-unsur keramat dalam hikayat Datu-Datu di Kalimantan Selatan antara lain (1) mampu memotong-motong batang besi hanya dengan jari tangan; (2) mampu salat(beribadah) langsung ke Mekah atau ke Madinah dalam waktu yang singkat; dan (3) dapat memprediksi cuaca.Kata kunci: keramat, datu, Kalimantan Selatan                                                          AbstractsThe purpose of the research is to obtain the manifestations of sacred elements (karomah) and their functions in folklore of Datu-Datu. This research uses descriptive method and literature review technique. It reveals that the manifestations of sacred elements (karomah) in the folklore of Datu-Datu in South Kalimantan are as follows: 1) the abilityto cut off iron bar using finger, 2) the ability to do prayer directly to Mecca or Madinah in a short time, and 3) the ability to do weather forecast.Keywords: sacred, datu, South Kalimantan