Multilingual
Vol 20, No 1 (2021): Multilingual

MEDIA-MEDIA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI LISAN BANJAR SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA IBU DI KALIMANTAN SELATAN

Agus Yulianto (Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan)



Article Info

Publish Date
13 Aug 2021

Abstract

Abstrak Bahasa Banjar sebagai bahasa ibu bagi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan saat ini sedang mengalami pergeseran pemakaian akibat pengaruh globalisasi. Hal itu menyebabkan diperlukannya upaya pemertahanan bahasa Banjar di tengah masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan banyak media sebagai sarana pemertahanan Bahasa Banjar melalui pelestarian kearifan lokal dalam tradisi lisan Banjar itu sendiri. Hal itu disebabkan media penyampai tradisi lisan Banjar adalah Bahasa Banjar. Hal itu berarti pelestarian kearifan lokal dalam tradisi lisan Banjar secara tidak langsung merupakan pemertahanan Bahasa Banjar itu sendiri. Oleh sebab itu, penelitian ini didasarkan pada dua tujuan penting, yaitu untuk mengetahui media-media penyampai kearifan lokal tradisi lisan Banjar dan untuk mengetahui tradisi lisan apa saja yang dapat digunakan untuk melestarikan bahasa ibu sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal pada masyarakat Banjar yang ada di Kalimantan Selatan. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah apa sajakah media-media yang dapat digunakan pemertahanan bahasa ibu melalui tradisi lisan dan  jenis tradisi lisan apa saja yang dapat digunakan dalam  pelestarian bahasa ibu sebagai wujud pelestarian kearifan lokal yang ada pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa media-media yang dapat digunakan adalah: 1) menggunakan televisi sebagai sarana pelestarian tradisi lisan Banjar; 2) membuat lomba-lomba penciptaan sastra tradisi dengan menggunakan bahasa daerah; 3) membuat karya sastra tradisi pada saat pembelajaran mulok di sekolah dengan menggunakan bahasa daerah; 4) Pendokumentasian bahasa Banjar dan tradisi lisannya; 5) melakukan sosialisasi kepada para sastrawan, pelajar,  dan budayawan mengenai pentingnya penggunaan bahasa daerah dalam penciptaan karya sastra sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah dan kearifan lokal. Adapun tradisi lisan yang masih dapat digunakan untuk pelestarian bahasa daerah dan kearifan lokal adalah tradisi lisan yang masih hidup ditengah masyarakatnya, seperti: pantun, paribasa, dan cerita rakyat. Kata kunci: media,  tradisi lisan, kearifan lokal

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

MULTILINGUAL

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

MULTILINGUAL aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of MULTILINGUAL includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical ...