Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Formula dan Struktur Mantra Banjar: Sumpah Serapah Mamburu Hantu Kuyang Sri Wahyu Nengsih
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i1.2215

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan formula mantra ‘Sumpah Sarapah Mamburu Hantu Kuyang’. Mantra merupakan puisi lama berisi susunan kata-kata unik dengan kandungan tuah-tuah magis tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Penelitian ini menganalisis mantra Banjar pengusir hantu kuyang “Sumpah Sarapah Mamburu Hantu Kuyang (SSMHK)”. Mantra SSMHK biasa dipergunakan oleh bidan atau dukun beranak di Banjar pada zaman dahulu supaya tidak diganggu hantu kuyang saat membantu persalinan. Hantu kuyang dipercaya sebagai hantu perempuan pengisap darah yang menggunakan minyak kuyang untuk mencari mangsanya. Minyak kuyang sebagai sarana untuk membuat wajah seorang perempuan menjadi tampak cantik jelita. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan struktural. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dengan memanfaatkan pendekatan struktural yang menekankan pada analisis tekstual.  Hasil analisis memberikan gambaran singkat mengenai aspek-aspek kelisanan berupa struktur mantra, formula repetisi, formula pararelisme, formula sintaksis dan ekspresi formulaik pada mantra Banjar ‘Sumpah Sarapah Mamburu Hantu Kuyang’.This study aims to describe the structure and formula of mantra 'The Oath To Hunt Kuyang Ghosts'. Mantra is an old literary poetry that contains a unique arrangement of words and certain magical power to achieve a goal. This study analyzes the Banjar mantra to exorcize Kuyang ghosts (SSMHK). Mantra SSMHK is usually used by midwives or traditional birth attendants in Banjar a long time ago so that they wouldn't be disturbed by Kuyang ghosts when they are helping people to give birth. Kuyang is believed as a bloodsucking female ghost who uses Kuyang oil to find her prey. Kuyang oil is used as a means to make a woman's face look beautiful. This study uses a structural approach that emphasizes on textual analysis. The results of the analysis provide a brief description of the oral aspects in the form of mantra structures, repetition formulas, parallelism formulas, syntactic formulas, and formulaic expressions on Banjar mantra 'The Oath To Hunt Kuyang Ghost'.
TATANGAR BANJAR SEBAGAI EKSPRESI SISTEM KOGNISI MASYARAKAT BANJAR Sri Wahyu Nengsih
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.004 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.552

Abstract

Abstrak: Tatangar termasuk tradisi lisan Banjar tentang sebuah firasat yang menandakan sesuatu. Tatangar Banjar memiliki sistem kognisi yang mengkonstruksi pola hidup dan pola pikir masyarakat Banjar sebagai masyarakat pemilik tradisi lisan tersebut. Penelitian ini membahas  tentang “Tatangar Banjar sebagai Ekspresi Sistem Kognisi Masyarakat Banjar”.  Tujuan dari penelitian ini untuk  mendeskripsikan ekspresi sistem kognisi masyarakat Banjar dalam tatangar Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Data  bersumber pada  buku Tatangar atau Wahana Banjar tahun 2009 yang ditulis oleh Rissari Yayuk, dkk dan diterbitkan oleh Balai Bahasa Banjarmasin. Hasil penelitian ini akan diketahui tentang gambaran ekspresi sistem kognisi dalam tatangar Banjar yang ditunjukkan dalam sistem mata pencaharian, kepercayaan, organisasi sosial atau pranata sosial, perlindungan, makan atau kuliner, kesenian, dan daur hidup yang ada pada masyarakat BanjarKata kunci: Tatangar, sistem kognisi, masyarakat Banjar  Abstract: Tatangar including oral tradition Banjarese on a hunch that signifies something. Tatangar Banjar has a system of cognition that constructing patterns of life and mindset of the people as a community Banjarese owner of the oral tradition. This study discusses the "Tatangar Banjar  Expression Systems Society Cognition". The purpose of this study to describe the expression describing cognition system in tatangar Banjarese community. This study is a qualitative study using descriptive methods. Data collection techniques used is literature. Data referred to the Tatangar or wahana Banjar in 2009 written by Rissari Yayuk, et al and published by Balai Bahasa Banjarmasin. The results of this study will be known about the expression of an idea of cognition in tatangar Banjar system that shows livelihoods, beliefs, social organizations or social institutions, protection, dining or culinary, arts, and life cycle of the community Banjarese.Key words: Tatangar, cognition system, community Banjar.
MEMAKNAI LEGENDA NISAN BERLUMUR DARAH (ANALISIS STRUKTRURALISME LEVI-STRAUSS) Sri Wahyu Nengsih
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 2, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.122 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i2.558

Abstract

Abstrak: Legenda Nisan Berlumur Darah sebagai sebuah legenda menyimpan simbol-simbol yang dapat dimaknai secara tidak langsung mengenai prinsip hidup masyarakat Martapura.  Masyarakat Martapura yang terkenal relegius mendasari setiap keputusan penting dalam hidupnya berdasarkan aturan Islam.   Penelitian ini membahas  tentang “memaknai legenda Nisan Berlumur Darah”.  Tujuan  penelitian ini untuk  mendeskripsikan  makna Legenda Nisan Berlumur Darah.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian ini akan diketahui tentang “Legenda Nisan Berlumur Darah” sebagai sebuah legenda yang menyimpan simbol-simbol yang dapat dimaknai secara tidak langsung mengenai prinsip hidup masyarakat Martapura yang berpegang pada aturan agama.Kata kunci: Mitos, simbol, struktruralisme Abstract: Nisan Berlumur Darah as a legend save symbols which can be interpreted indirectly on the principle of people's lives Martapura. Martapura famous society relegius underlie every important decision in his life by the rules of Islam. This study discusses "The meaning of Legenda Nisan Berlumur Darah". The purpose of this study is to describe the meaning of Legenda Nisan Berlumur Darah. This study is a qualitative study using descriptive methods.  Data collection techniques used is literature. The results of this study will be known about the picture of diverse cultural traditions and principles of life that exist in Banjar community in this case the Martapura.Key words: Myth, symbols, structruralism
REPRESENTASI SIKAP SOSIAL MASYARAKAT DAYAK BAKUMPAI DALAM FABEL DAYAK BAKUMPAI Sri Wahyu Nengsih
Kibas Cenderawasih : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.867 KB) | DOI: 10.26499/kc.v15i1.127

Abstract

Fable of Dayak Bakumpai is one of various fable spread out in Indonesia. This fabelindirectly represents noble cultural values of Bakumpai society. An understanding of sociallife, wisdom, and public policies of Dayak Bakumpai can be learned through the characterand nature of the animals in the fable of Dayak Bakumpai. This fable is ought to bepreserved, in order to sustainable. This writing briefly describes the representation of the sociallife of Bakumpai society in the fable Dayak Bakumpai. The method used in this writing isqualitative descriptive method with note taking technique, interview, and literature. The resultof the analysis provides a brief overview about social life representation of Dayak Bakumpaisociety in the fable Dayak Bakumpai.
Pemaafan sebagai Jalan Pemulihan pada Pasangan yang Pernah Terluka Oleh Perselingkuhan Amran, Ainun Mardiah; Nurul Muchlisah; Sri Wahyu Nengsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.6722

Abstract

Pernikahan menjadi kebutuhan perkembangan di usia dewasa muda. Namun, pernikahan tak lepas dari adanya konflik antar pasangan. Terlepas dari efek negatif perselingkuhan, korban perselingkuhan dapat dan memungkinkan untuk pulih kembali pasca perselingkuhan melalui pemaafan sebagai pilihan internal korban dan komitmen pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terkait pengalaman pemaafan wanita setelah perselingkuhan pasangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis desain penelitian fenomenologi. Responden penelitian merupakan korban yang pernah mengalami perselingkuhan dalam rumah tangga yang masih bertahan dan telah berpisah. Teknik pengumpulan data dengan melakukan metode wawancara terhadap subjek. Hasil penelitian menunjukkan munculnya perselingkuhan diakibatkan oleh faktor internal dan eksternal. Dalam proses pemaafan, faktor agama dan dukungan keluarga berperan aktif dalam membantu responden memaafkan pelaku perselingkuhan. Hal ini menunjukkan bahwa pemaafan berperan penting dalam mengatasi permasalahan psikologis akibat perselingkuhan.