This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Ternak
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan frekuensi alel gen Growth Hormone pada populasi kambing keturunan Boer dan hubungannya dengan ukuran tubuh Sigit Prastowo; Novita Herowati; Nuzul Widyas; Galih Pambuko; Rebecca Vanessa
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.33425

Abstract

Crossbreeding antara ternak lokal dengan eksotik merupakan salah satu strategi peningkatan produktivitas ternak. Metode ini akan mengubah frekuensi alel-alel gen yang bertanggung jawab pada sifat seperti pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan frekuensi alel gen Growth Hormone (GH) dan hubungannya dengan ukuran tubuh populasi kambing keturunan Boer. Sebanyak 44 ekor kambing terdiri dari kambing Boer, dan keturunannya dengan Jawa Randu bernama Boerja F1, F2 dan F3 digunakan sebagai sumber DNA. Tipe alel ditentukan dengan metode Polymerase Chain Reaction-Restriction fragment length polymorphism (PCR-RFLP) menggunakan enzim HaeIII. Ukuran tubuh diukur pada lingkar dada (LD), panjang badan (PB), dan tinggi gumba (TG). Dua tipe alel gen GH yaitu A dan B, dengan variasi genotipe AA dan AB teramati pada penelitian ini. Frekuensi alel A pada populasi kambing Boerja F1, F2, dan F3 adalah 0,50; 0,57; dan 0,59, sedangkan alel B adalah 0,50; 0,43; and 0,41, berturut-turut. Nilai heterozigositas populasi Boerja F1 ke F3 teramati mengalami penurunan, dan ukuran tubuh LD antar populasi menunjukkan perbedaan nyata (p<0,05). Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa perubahan frekuensi alel gen GH berhubungan dengan ukuran tubuh keturunan kambing Boer.
Kualitas Semen Segar Sapi Bali (Bos javanicus) pada Kelompok Umur yang Berbeda Sigit Prastowo; Pipin Dharmawan; Tristianto Nugroho; Aris Bachtiar; Lutojo -; Ahmad Pramono
Jurnal Ilmu Ternak Vol 18, No 1 (2018): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.241 KB) | DOI: 10.24198/jit.v18i1.17684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen segar sapi Bali pada kelompok umur yang berbeda. Sampel yang digunakan berupa semen segar dari 8 pejantan sapi Bali di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang, Jawa Timur, terbagi menjadi 2 kelompok umur yaitu 4 dan 7 tahun. Rata-rata bobot badan sapi pada kelompok umur 4 tahun adalah 656,75±32,69 Kg, dan  lingkar skrotum 27,5±1,64 cm sedangkan pada kelompok umur 7 tahun adalah 615,5±72,59 Kg dan 27,93±0,74 cm. Kualitas semen segar diamati dari 10 kali penampungan menggunakan vagina buatan. Parameter yang diamati meliputi volume (ml), pH, konsentrasi (x106/ml), motilitas (%), persentase spermatozoa hidup (L/D; %), abnormalitas primer (%) dan abnormalitas sekunder (%). Untuk mengetahui perbedaan antar 2 kelompok umur, data kualitas semen dibandingkan menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok umur 4 dan 7 tahun masing-masing diperoleh volume 4,55±0,91 ml dan 5,18±1,58 ml, pH 6,51±0,06 dan 6,52±0,01, konsentrasi 962,30±390,50×106/ml dan 1079,00±90,56×106/ml, L/D 71,88±2,58% dan 72,02±1,35%, motilitas 68±3,11% dan 66,04±6,30%, abnormalitas primer 1,054±0,20% dan 0,93±0,14% serta abnormalitas sekunder 3,54±0,48% dan 4,24±0,31%. Volume dan abnormalitas sekunder secara statistik menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kelompok pejantan sapi Bali umur 7 tahun menghasilkan volume semen dan abnormalitas sekunder lebih tinggi dibandingkan umur 4 tahun.Kata kunci: sapi Bali, pengaruh umur, kualitas semen segar