Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Identifikasi Parasit Pada Ikan Kuwe (Caranx spp) yang di Budidayakan di Keramba Jaring Apung Desa Talengen Christin Tatintin; Jetti Saselah; Edwin O. Langi
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.622 KB) | DOI: 10.5281/jit.v3i2.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis parasit pada ikan kuwe (caranx spp) yang dibudidayakan di keramba jaring apung Desa Talengen. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil sampel ikan kuwe secara acak di keramba jaring apung Desa Talengen dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan Kelas II Tahuna. Sampel ikan berjumlah 20 ekor. Hasil penelitian menunjukan 7 jenis parasit yang digolongkan dalam (2) dua jenis Protozoa : Trichodina sp dan Chilodonella sp; (1) satu jenis cacing bulat Nemathelminthes : Camallanus sp; (3) tiga cacing pipih Platyhelminthes : Hexostoma sp, Stephanostomum sp dan Scolex sp; (1) satu jenis parasit Arthropoda : Ergasilus sp.
POTENSI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Jetti Saselah; Edwin O Langi; Fauldiks Hatimanis
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jit.v5i2.254

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi budidaya ikan air tawar di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang akan diperoleh langsung dilapangan yang diperoleh Sedangkan data sekunder merupakan data yang didapat melalui studi literature dan informasi dari pihak terkait. Lokasi penelitian adalah beberapa kampung yang melakukan kegiatan budidaya ikan di kabupaten Kepulauan Sangihe yaitu Kampung Pananaru, Kampung Lelipang, Kampung Barangkalang, Kampung Taloarane 1, Kampung Kuma 1, Kampung Kuma, Kampung Utaurano, Kampung Beha, Metode pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian mengambarkan tentang jenis ikan yang dibudidayakan, Potensi lahan dan produksi budidaya, Sumber air, kualitas air, teknik budidaya, sarana dan prasarana, bantuan yang diterima, permintaan pasar. Dari hasil yang diperoleh potensi yang ada berupa lahan, kualitas air dan infrastruktur dapat diberdayakan meningkatkan produksi budidaya ikan. The purpose of this study is to determine the potential of freshwater fish farming in the Sangihe Islands District. This research uses primary data and secondary data. Primary data is data that will be obtained directly in the field obtained while secondary data is data obtained through literature studies and information from related parties. The research locations are located at several villages that carry out fish farming activities in Sangihe Islands district, namely Pananaru Village, Lelipang Village, Barangkalang Village, Taloarane 1 Village, Kuma 1 Village, Kuma Village, Utaurano Village, Beha Village, The method of selecting samples was done by purposive sampling. The results of the study describe the types of fish being cultivated, land potential and aquaculture production, water sources, water quality, cultivation techniques, facilities and infrastructure, assistance received, market demand. From the results obtained there is potential in the form of land, water quality and infrastructure that can be empowered to increase fish farming production.
PEMBERIAN PAKAN KOMBINASI PELLET DAN Lemna minor UNTUK PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) Jetti Saselah; Meilani Gamise; Usy Nora Manurung
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jit.v5i1.270

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bawal yang diberikan pakan kombinasi pellet dan Lemna minor. Dalam penelitian ini menggunakan ikan bawal yang diberi 3 perlakuan yaitu perlakuan A (100% L. minor + 0% pellet), perlakuan B (50% L. minor + 50% pellet) dan perlakuan C (0% L. Minor + 100% pellet) dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan pertambahan panjang dan berat tertinggi diperoleh pada perlakuan C (0% L. minor + 100% pellet) dan yang terendah pada perlakuan A (100% L. minor + 0% pellet) selama 28 hari pemeliharaan dan tingkat kelangsungan hidup ikan bawal selama masa pemeliharaan sebesar 100% pada setiap kelompok perlakuan. The purpose of this study is to determine the growth and survival of the fish given the combination of pellet and Lemna minor. In this study, we used 3 types of fish: treatment A (100% L. minor + 0% pellet), B treatment (50% L. minor + 50% pellet) and C treatment (0% L. Minor + 100% pellet) with a frequency of feeding twice a day. The results showed that the highest increase in length and weight was obtained in treatment C (0% L. minor + 100% pellet) and lowest in treatment A (100% L. minor + 0% pellet) during 28 days of maintenance and survival rate of the fish, during the maintenance period of 100% in each treatment group.
IbM Optimalisasi Produksi, Manajemen Pakan dan Pengendalian Penyakit pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) di Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu Jetti Saselah; Darna Susantie; Ussy Manurung; Yessy Manganang
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.984 KB)

Abstract

Kampung Kauhis merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe, memiliki potensi untuk pengembangan usaha budidaya darat. Pengabdian Pada Masyarakat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman penduduk tentang bagaimana meningkatkan produksi ikan nila (Oreochromis Niloticus) lewat kegiatan pengelolaan benih, manajemen pakan dan pengendalian penyakit ikan. Metode yang dipakai dalam pelaksanaan kegiatan yaitu penyuluhan dan diikuti dengan pelatihan pengelolaan benih ikan nila, pembuatan pakan, pengendalian penyakit dan pengelolaan kualitas. Hasil dari kegiatan pengabdian penyuluhan maupun pelatihan menunjukkan bahwa animo masyarakat yang tinggi untuk bisa mengembangkan usaha budidaya ikan, pembuatan pakan ikan. Dengan fasilitas pendukung yang dimiliki, masyarakat mitra bisa membuat pakan secara mandiri dan meningkatkan produksi ikan nila.
PKM PEMANFAATAN PROBIOTIK UNTUK BUDIDAYA IKAN DI KAMPUNG KUMA I KECAMATAN TABUKAN TENGAH Jetti Saselah; Yessy Manganang
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.445 KB)

Abstract

Kampung Kuma 1 merupakan salah satu kampung di Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Propinsi Sulawesi Utara. Luas wilayah 1,59 Km2. Kampung ini mempunyai beberapa Sungai dan hal ini merupakan modal dalam mereka melakukan kegiatan budidaya ikan, (BPS 2017). Sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan juga ada yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Kampung ini memiliki potensi untuk pengembangan usaha budidaya darat. Jenis Ikan yang dipelihara pada umumnya yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus). Program Kemitraan Masyarakat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan masyarakat pembudidaya tentang manajemen pakan, pembuatan pakan, pembuatan probiotik, pengelolaan kualitas air dan untuk pencegahan penyakit ikan. Metode yang dipakai yaitu penyuluhan dan diikuti dengan pelatihan dan pendampingan agar supaya masyarakat pembudidaya ikan dapat meningkatkan produksi budidaya. Pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik. Masyarakat begitu antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan penyuluhan maupun pelatihan.