Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pemberian Ragi Roti (Saccharomyces cereviciae) pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) untuk Meningkatkan Pertumbuhan Usy Nora Manurung
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.894 KB) | DOI: 10.5281/jit.v1i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efikasi ragi roti S. cereviciae dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Ikan nila sebanyak 250 ekor dengan berat awal rata-rata 28,78±2,44 g yang diambil dari Balai Pengembangan dan Pembinaan Pembudidayaan Ikan (BP3I) Tateli. Setelah melewati aklimatisasi ikan diberi ragi roti sebagai perlakuan dengan lima dosis berbeda dan masingmasing perlakuan memiliki tiga ulangan. Perlakuan ragi roti yang digunakan adalah A=0 gr/kg pakan, B=5gr/kg pakan, C=10 gr/kg pakan, D=15 gr/kg pakan, E=20 gr/kg pakan. Lama pemberian pakan perlakuan empat minggu dengan dosis 5%/bb/hari dan diberikan 2 kali sehari yaitu Pukul 08.00 dan Pukul 16.00.
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Mas Koi (Cyprinuscarpio Koi) yang Diberi Pakan Buatan Jetti T. Saselah; Usy Nora Manurung
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.262 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i1.77

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas koi (Cyprinuscarpio koi) yang diberi pakan buatan. Pembuatan pakan dan uji pakan lewat pemberian kepada ikan mas koi (Cyprinuscarpio koi) dilakukan di Kampung Hiung Kecamatan Manganitu.Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu A (Pakan protein 20%), B (Pakan Protein 30%), C (Pakanbuatan 40%) dan D (Pakan komersil sebagai control), setiap ulangan terdiri dari 10 ekor ikan mas koi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: tepung ikan, tepung dedak padi, tepung kedelai, tepung jagung, tepung daluga, premix. Metode formulasi pakan menggunakan metode bujur sangkar. Ikanmas koi dipelihara dengan pemberian pakan buatan. Frekuensi pemberian pakan secara addlibitum 2 kali sehari, yaitu pagi: 08.00, dan sore hari : 17.00. Pengukuran panjang tubuh dilakukan selang 7 hari selama 28 hari pemeliharaan. Sedangkan untuk tingkat kelangsungan hidup dengan pengamatan jumlah ikan yang mati setiap hari.
EFEKTIVITAS TEPUNG KUNYIT DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) Iske Mose; Usy Nora Manurung; Frengki Surati
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jit.v5i1.226

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit terhadap kinerja pertumbuhan ikan bawal. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan yaitu A (0 gr tepung kunyit/kg pakan), B (5 gr tepung kunyit/kg pakan), C (10 gr tepung kunyit/kg pakan), dan D (15 gr tepung kunyit/kg pakan). Penelitian dilaksanakan di Pusat Budidaya Air Tawar Manganitu, Politeknik Negeri Nusa Utara dengan menggunakan ikan bawal berukuran 10-12 cm. Ikan diberi makan sebanyak dua kali sampai ikan merasa kenyang. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi dosis tepung kunyit, semakin tinggi pertumbuhan mutlak dan spesifik ikan bawal. Dengan demikian, penambahan tepung kunyit dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan ikan bawal. The study aims to evaluate the effect of addition of turmeric powder to the growth perfomences of pomfret fish. The research uses four treatment which is A (0 gr turmeric powder/kg feed), B (5 gr turmeric/kg feed), C (10 gr turmeric powder/kg feed), and D (15 gr turmeric powder/kg feed). The research was done in Pusat Budidaya Air Tawar Manganitu, Polytechnic Negeri Nusa Utara using bawal fish with the size of 10-12 cm. The results show that high dossage of tumeric powder gave high absolute and specific growth of pomfret fish. Therefore, addition of turmeric powder in feed can improve the growth of pomfret fish.
EFEKTIVITAS TEPUNG DAUN LUHU (Ormocarpum cochinchinense Lour.) MERR DALAM PAKAN IKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN SINTASAN HIDUP IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) Darna Susantie; Usy Nora Manurung
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jit.v5i1.240

Abstract

Pakan ikan adalah komponen paling penting dalam budidaya ikan. Pakan yang berkualitas bagi ikan adalah apabila pakan itu mudah dicerna, tidak mengandung racun, dan mengandung gizi yang tinggi. Daun Luhu banyak terdapat di Kabupeten Kepulauan Sangihe dan sering dijadikan sebagai sayur dan makanan ternak hewan. Daun Luhu (Ormocarpum cochinchinense Lour.) Merr adalah tanaman yang dapat dijadikan pakan ikan untuk sistem kekebalan tubuh ikan sehingga meningkatkan pertumbuhan dan sintasan hidup dari ikan yang dibudidayakan. Menurut Pazhanisamy, M dan G.A.I. Ebenezer, 2013; Maria John et al., 2011 bahwa daun Luhu atau wori O. cochinchinense (Lour.) Merr merupakan tanaman yang mengandung antioksidan dan dijadikan sebagai obat-obatan tradisional atau herbal. Kegiatan penerapan penelitian Unggulan Perguruan Tinggi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan daun luhu atau wori terhadap pertumbuhan dan sintasan hidup ikan bawal (Colossoma macropomum). Waktu pelaksanaan penelitian selama 1 bulan dari tanggal 3 Agustus- 3 September 2019 di Kampung Nahepese Kecamatan Manganitu. Prosedur kerja penelitian meliputi beberapa tahap yaitu persiapan pakan uji, persiapan wadah pemeliharaan, persiapan ikan uji, dan pemeliharaan ikan uji. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan bawal berukuran 3-5 cm sebanyak 105 ekor dimana masing-masing wadah didistribusikan 5 ekor ikan. Sedangkan bahan uji yang ditambahkan dalam pakan komersil adalah tepung daun luhu atau wori yang dibuat menjadi tepung kemudian dicampurkan dengan tepung pelet kemudian ditambahkan air secukupnya lalu dicetak dan dijemur dibawa sinar matahari. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Laju pertumbuhan harian tertinggi ikan bawal selama 30 hari pemeliharaan terdapat pada kontrol dan perlakuan B dan diikuti perlakuan C, A, D, E, dan F. Sintasan hidup ikan bawal pada semua perlakuan di 21 happa yaitu 100%, yang artinya semua ikan uji yang dipelihara hidup semua. Fish food is the most important component in fish aquaculture. Quality food for fish is when the food is easy to digest, does not contain toxins, and contains high nutrition. Luhu leaf are abundant in the Sangihe island and are often used as vegetables and animal food. Leaf of Luhu (Ormocarpum cochinchinense Lour.) Merr is a plant that can be used as fish food for the fish's immune system, thereby increasing the growth and survival rate of fish cultivated. Pazhanisamy, M and G.A.I. Ebenezer, 2013; Maria John et al., 2011 that the leaves of Luhu or wori O. cochinchinense (Lour.) Merr are plants that contain antioxidants and are used as traditional medicines or herbs. The purpose of the research is to determine the effect of luhu or wori leaf food on the growth and survival rate of pomfret (Colossoma macropomum). The time of the research is 1 month from August 03 2019 to September 03 2019 in Nahepese Village, Manganitu District. The work procedure of the research includes several stages, namely preparation of test food, preparation of maintenance containers, preparation of test fish, and maintenance of test fish. The test fish used in this study were pomfret sized 3-5 cm totaling 105, with 5 fish distributed in happa. While the test material added to commercial food is luhu or wori leaf flour which is made into flour then mixed with pellet flour then added with enough water then printed and dried in the sun. Research data are presented in tables and graphs. The highest daily growth rate of pomfret during 30 days is in the control and treatment B and followed by treatments C, A, D, E, and F. The survival rate of pomfret in all treatments at 21 happa is 100%, which means all of the tested fish are maintained all life.
PEMBERIAN PAKAN KOMBINASI PELLET DAN Lemna minor UNTUK PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) Jetti Saselah; Meilani Gamise; Usy Nora Manurung
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jit.v5i1.270

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bawal yang diberikan pakan kombinasi pellet dan Lemna minor. Dalam penelitian ini menggunakan ikan bawal yang diberi 3 perlakuan yaitu perlakuan A (100% L. minor + 0% pellet), perlakuan B (50% L. minor + 50% pellet) dan perlakuan C (0% L. Minor + 100% pellet) dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan pertambahan panjang dan berat tertinggi diperoleh pada perlakuan C (0% L. minor + 100% pellet) dan yang terendah pada perlakuan A (100% L. minor + 0% pellet) selama 28 hari pemeliharaan dan tingkat kelangsungan hidup ikan bawal selama masa pemeliharaan sebesar 100% pada setiap kelompok perlakuan. The purpose of this study is to determine the growth and survival of the fish given the combination of pellet and Lemna minor. In this study, we used 3 types of fish: treatment A (100% L. minor + 0% pellet), B treatment (50% L. minor + 50% pellet) and C treatment (0% L. Minor + 100% pellet) with a frequency of feeding twice a day. The results showed that the highest increase in length and weight was obtained in treatment C (0% L. minor + 100% pellet) and lowest in treatment A (100% L. minor + 0% pellet) during 28 days of maintenance and survival rate of the fish, during the maintenance period of 100% in each treatment group.
POTENSI TEPUNG KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L) UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Darna Susantie; Usy Nora Manurung
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v7i1.383

Abstract

Ikan membutuhkan pakan dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Pakan ikan adalah komponen paling penting dalam budidaya ikan. Pakan yang berkualitas bagi ikan adalah pakan yang mudah dicerna, tidak mengandung racun, dan mengandung gizi yang tinggi. Kulit buah manggis dapat dijadikan pakan ikan dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan yang dibudidayakan karena mengandung senyawa xantone yang cukup kuat sebagai antioksidan, antiproliferartif, dan antimicrobial. selain itu mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, triterpenoid, tanin, dan polifenol (Suksamrarn, 2003; Mardawati et al., 2008; Puspitasari et al., 2013). Komposisi tepung kulit buah manggis yaitu air 9%, abu 2,58%, protein 2,69%, serat kasar 30,05%, gula total 6,92%, dan lainnya (tanin, lemak) 48,76%. Kegiatan penerapan penelitian Unggulan Perguruan Tinggi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit buah manggis terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Waktu pelaksanaan penelitian selama 1 bulan dari tanggal 08 Agustus sampai 10 September 2020 di Kampung Nahepese Kecamatan Manganitu. Prosedur kerja penelitian meliputi beberapa tahap yaitu persiapan pakan uji, persiapan wadah pemeliharaan, persiapan ikan uji, dan pemeliharaan ikan uji. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila berukuran 3-5 cm sebanyak 180 ekor dimana masing-masing wadah didistribusikan 20 ekor ikan. Sedangkan bahan uji yang dipakai adalah tepung kulit buah manggis yang ditambahkan dalam tepung pelet kemudian dicampurkan menjadi merata lalu ditambahkan air secukupnya, dicetak dan dijemur. Laju pertumbuhan harian tertinggi ikan nila selama 30 hari pemeliharaan terdapat pada perlakuan B. Sintasan hidup ikan nila pada kontrol dan perlakuan B yaitu 100%, yang artinya semua ikan uji yang dipelihara hidup semua. Sedangkan pada perlakuan A yaitu 95%, dimana ada 1 ekor ikan yang meloncat keluar happa. Fish need feed for growth and survival. Fish feed is the most important component in fish farming. Quality feed for fish is food that is easily digested, does not contain toxins, and contains high nutrition. Mangosteen rind can be used as fish feed in increasing the growth and survival of cultivated fish because it contains xanthone compounds which are strong enough as antioxidants, antiproliferarts, and antimicrobials. besides containing flavonoids, saponins, alkaloids, triterpenoids, tannins, and polyphenols (Suksamrarn, 2003; Mardawati et al., 2008; Puspitasari et al., 2013). The composition of mangosteen rind flour is 9% water, 2.58% ash, 2.69% protein, 30.05% crude fiber, 6.92% total sugar, and 48.76% others (tannins, fat). This research application activity of Higher Education Excellence aims to determine the effect of adding mangosteen rind flour to the growth and survival of tilapia (Oreochromis niloticus). The time for conducting the research is 1 month from August 8 to September 10 2020 in Nahepese Village, Manganitu District. The research work procedure includes several stages, namely preparation of test feed, preparation of maintenance containers, preparation of test fish, and rearing of test fish. The test fish used in this study were 180 tilapia fish measuring 3-5 cm in which 20 fish were distributed in each container. While the test material used is mangosteen rind flour which is added to the pellet flour then mixed evenly and then added with enough water then printed and dried. The highest daily growth rate of tilapia for 30 days of maintenance was found in treatment B. The survival rate of tilapia in control and treatment B was 100%, which means that all of the tested fish that were reared were all alive. Whereas in treatment A, it was 95%, where 1 fish jumped out of the happa.
PENGARUH PAKAN MENGANDUNG BAKASANG DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) Usy Nora Manurung; Edwin Oscar Langi
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v6i1.384

Abstract

Bakasang, produk fermentasi dari jeroan ikan, mengandung Bakteri Asam Laktat (BAL) yang beberapa diantaranya tergolong bakteri probiotik yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pakan mengandung bakasang (PMB) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bawal (Colosoma macropomum) dan menentukan dosis paling efektif dari bakasang terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bawal. Sebanyak 120 ekor ikan yang ditempatkan dalam 12 hapa dengan kepadatan 10 ekor ikan/hapa. Setelah proses aklimatisasi, ikan uji diberi PMB dengan empat dosis berbeda (A=0 ml/kg pakan, B= 50 ml/kg pakan, C=75 ml/kg pakan dan D=100 ml/kg pakan) dengan tiga ulangan pada masing-masing perlakuan, pada dosis 5%/bb/hari, diberikan dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh pemberian pakan meningkat bertambahnya konsentrasi dengan pertumbuhan terbaik teramati pada dosis 100 ml/kg pakan dengan bertumbuhan sebesar 8.7 gram. Hasil ini memperlihatkan bahwa bakasang merupakan sumber potential probiotik yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan bawal meskipun pengujian dengan periode pemeliharaan lebih lama perlu dilakukan untuk melihat pengaruh optimum dari PMB terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Bakasang, a fermentation product made from fish’s viscera, contains Lactic Acid Bacteria (LAB), some of which are probiotic bacteria that can increase fish growth. This study aimed to determine effect of fish feed containing bakasang (FCB) and the effective dose of bakasang on the growth of pomfret (Colosoma macropomum). 120 fish were placed in small net cage (1x1x1) m3. Following acclimatization process, the test fish were fed with four different doses of FCB (A = 0 ml/kg of feed, B = 50 ml/kg of feed, C = 75 ml/kg of feed and D = 100 ml/kg of feed) at a dose of 5% /w/day twice a day in triplicate for 14 days. The results showed that the effect of FCB on the pamfret fish growth increased in a dose dependent manner with best growth observed at a dose of 100 ml/kg of feed with growth of 8.7 gram, suggesting bakasang as potential source of probiotic that can increase the growth of pamfret fish although further study covering longer period time is required to measure the optimum potential of FCB on pamfret fish growth and survival rate.
EFEK TERAPI HORMON OODEV TERHADAP PERKEMBANGAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DI TELUK TALENGEN Aprelia Tomasoa; Usy Nora Manurung; Sermiati Makasehe; Christania Daukalu; Jelia Janica Makarilang; Srimayangsari Balandatu
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v7i2.440

Abstract

Marine aquaculture activities in the Sangihe Islands, more specifically in the waters of Talengen Bay, are not yet optimal and still utilize seeds from catches in nature. This study aims to determine the effect of using the Oodev hormone and obtain the best dose to stimulate the gonadal maturity level (TKG) of red snapper (Lutjanus sp.). The red snapper used comes from the catch in the waters of Talengen Bay and is also domesticated in floating net cages. The sampled fish used were 60 individuals with average body weight (30.5 g). The Oodev hormone dose treatment, namely; 0 mL/kg, 0.5 mL/kg, 1 mL/kg and 1.5 mL/kg. Oodev hormone was applied to commercial feed specifically for marine fish with the trademark Megami GR-3 orally for 30 days of rearing. The results showed that the administration of the Oodev hormone had a positive effect on the gonadal maturity level of red snapper, with the development of different levels of gonadal maturity in each treatment. The 0.5 mL/kg dose treatment resulted in the highest gonadal maturity level (TKG III). The maturation stage was followed by 1 mL/kg and 1.5 mL/kg (TKG II) treatments. Meanwhile, compared with the 0 mL/kg treatment, the developmental stage was still TKG I (immature). These findings provide Oodev hormone with 0.5 mL/kg dose could stimulate the red snapper gonad maturity level to mature for 30 days of rearing.
PENAMBAHAN RAGI ROTI (Saccharomyces cereviceae) DAN KUNYIT (Curcumae domesticae Val) PADA PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN IMUNITAS IKAN BUDIDAYA DI PULAU KAWIO KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Darna Susantie; Usy Nora Manurung
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 3 (2019): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penerapan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini bertujuan membantu nelayan dan masyarakat di Pulau Kawio dalam membudidayakan ikan air tawar dan beberapa aspek penting yang menunjang usaha budidaya serta memberikan demonstrasi bagaimana cara membuat pakan bahan herbal yang ditambahkan dalam pakan ikan. Imunostimulan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ragi roti (Saccharomyces cereviceae) dan kunyit (Curcumae domesticae Val). Penambahan ragi roti (S. cereviceae) dan kunyit (C. Domesticae Val) pada pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan imunitas ikan. Tujuan ini akan dapat dicapai lewat penerapan beberapa metode penambahan ragi roti dan kunyit pada pakan yang mudah dipahami, dimengerti dan diterapkan oleh nelayan dan masyarakat secara mandiri. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini meliputi penjelasan tentang cara budidaya ikan air tawar dan pengelolaan kualitas air serta penerapan penambahan ragi roti dan kunyit pada pakan. Dengan kegiatan ini, nelayan dan masyarakat di Pulau Kawio lebih memahami budidaya ikan air tawar dengan penambahan ragi roti dan kunyit pada pakan. Dimana ragi roti dan kunyit dapat meningkatkan nafsu makan ikan sehingga pertumbuhan ikan dan sistem imunnya juga akan meningkat. Dengan adanya kegiatan ini dapat merangsang masyarakat di Pulau Kawio untuk membudidayakan ikan air tawar sehingga membantu dan menambah penghasilan masyarakat ketika laut tidak bersahabat dalam pemenuhan gizi ikan. The purpose of the application of the Stimulus Community Partnership Service (PKMS) is to help fishermenand communityon Kawio Island to cultivate freshwater fish and several important aspects that support the cultivation business and giving demonstrations that how to make herbal feed added to fish feed. Immunostimulants used in this service are baker’s yeast (Saccharomyces cereviceae) and turmeric (Curcumae domesticae Val). Addition of baker’s yeast (S. cereviceae) and turmeric (C. domesticae Val) to feed can increase growth and immunity of fish. This goal will be achieved through the application of several methods of adding baker’s yeast and turmeric to feed that is easily understood, and applied by fishermen and the community independently. The stages of the implementation of this activity include an explanation of how aquaculture freshwater fish and water quality management and the application of the addition of baker’s yeast and turmeric to the feed. With this activity, fishermen and the community on Kawio Island better understand aquaculture freshwater fish by adding baker’s yeast and turmeric to the feed. Where baker’s yeast and turmeric can increase the appetite of fish so that the growth of fish and the immune system will also increase.With this activity, it can stimulate people on Kawio Island to cultivate freshwater fish so that it helps and increases community income when the sea is not friendly in fulfilling fish nutrition.