Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KAJIAN TEKNIK PUKULAN GONG DAN GENDANG DALAM RITUAL CONGKO LOKAP BUDAYA MANGGARAI Sergius Fabianus Igol; Wilfridus Muga; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.756 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i1.382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pukulan gong dan gendang dalam ritual adat congko lokap kedalam bentuk partitur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan dokumentasi(kamera,alat perekam), dan wawancara. Keabsahan data diperoleh melalui prosedur triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, teknik pukulan gendang yang mengiringi tarian dan nyanyian dalam ritual adat congko lokap menggunakan teknik open tone, muffled tone, dan slap tone. Sedangkan gong dimainkan tidak menggunakan teknik khusus dan hanya satu gong yang digunakan dalam ritual adat congko lokap ini. Posisi tubuh pemain gendang yaitu duduk bersila kemudian gendang dipangku diatas paha kiri dan gong dimainkan dengan posisi duduk kemudian gong dipegang dengan tangan kiri dan tangan kanan memukul gong atau gong disimpan pada tempat khusus untuk menyimpannya dan memudahkan pemain gong untuk membunyikannya.
KAJIAN ORGANOLOGI ALAT MUSIK GAA LI DI SANGGAR MURI MASA KECAMATAN AIMERE KABUPATEN NGADA Fransiskus Xaverius Pala; Sena Radya Iswara Samino; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.11 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan data yang jelas, akurat dan faktual mengenai latar belakang terciptanya alat musik Gaa Li di Sanggar Muri Masa Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan informasi seputar ukuran, alat dan bahan yang digunakan, serta proses atau tahapan dalam pembuatannya. Karena alat musik Gaa Li ini belum banyak diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu medeskripsikan mengenai latar belakang terciptanya alat musik Gaa Li diantaranya mengenai sejarah dari alat musik Gaa Li, lokasi penelitian, alat-alat serta bahan yang diperlukan dalam membuat alat musik Gaa Li, proses pengolahan bahan serta proses perakitan hingga proses terahir atau finishing. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi dalam hal ini melibatkan Bapak Klemens Wewe sebagai narasumber utama dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan Alat musik ini dibuat menyerupai alat musik kolintang, hanya yang menjdi perbedaannya adalah alat musik kulintang terbuat dari kayu dan mempunyai ruang resonansi yang cukup besar dan panjang dan mempunyai nada dengan oktaf yang lebih banyak. Sedangkan alat musik Gaa Li memiliki enam bentuk fisik yang sama namun memiliki ukuran dan karakter bunyi yang berbeda ketika dimainkan. Semua nada yang dihasilkan dalam ke enam Gaa Li dalam tonalitas do=F, karena lagu-lagu daerah yang ada di Kabupaten Ngada kebanyakan menggunakan tonalitas do= F. Ide pembuatan alat musik ini muncul pada tahun 2010 dan mulai diperkenalkan pada tahun 2012. Bahan utama pembuatan alat musik ini adalah bheto (bambu petung) yang tersebar cukup banyak di wilayah Kabupaten Ngada. Walaupun dikatakan baru, alat musik Gaa Li ini sudah sering digunakan dalam acara-acara kepemerintahan dan acara-acara kesenian lainnya yang ada di kabupaten Ngada. Tercatat sudah 23 melakukan pertunjukan di Daerah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.
HUBUNGAN MINAT BELAJAR MUSIK TRADISIONAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA CITRA BAKTI NGADA MALANUZA TA 2020/2021 Ronaldo Stanislaus Dora Dampur; Sena Radya Iswara Samino; Kanzul Fikri
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.502 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.555

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar musik tradisional dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni budaya di SMA Citra Bakti Ngada Malanuza, Sebanyak 36 orang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ex-post facto. Data dalam penelitian yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan angket kuisioner dengan mengikuti polah skala likert dan tes hasil belajar berupa tes esay. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: deskripsi statistik ( mean, median dan modus) sedangkan untuk uji persyaratan dilakukan dengan dua cara yaitu uji korelasi dan determinasi dengan tujuan untuk mengetahui besar hubungan dengan minat belajar musik tradisional dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni budaya di SMA Citra Bakti Ngada Malanuza. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar musik tradisional dengan hasil belajar seni budaya. Hasil perhitungan menunjukan persamaan regresi antara Y dan X adalah Ŷ =33,523+0,820 X.Pengujian signifikan dan linieritas hubungan antara minat belajar musik tradisional (X1) dan hasil belajar seni budaya (Y) menggunakan SPSS 20.0. Berdasarkan persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa variable minat belajaar musik tradisional mempunyai arah k-oefisien yang bertanda positif terhadap hasil belajar seni budaya. Koefisien finansial memberikan nilai sebesar 0,820 yang berarti bahwa jika minat belajar musik tradisional semakin meningkat dengan asumsi variabel lain tetap maka hasil belajar seni budaya akan mengalami peningkatan.
KAJIAN ORGANOLOGI DAN TEKNIK PERMAINAN ALAT MUSIK LABA BHETO DI DESA MALANUZA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Konstansia Olgan Boa Mite; Sena Radya Iswara Samino; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i2.1066

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kajian Organologi dan Teknik Permainan Alat Musik Laba Bheto di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. 1 terkait didalamnya adalah bahan dasar pembuatan alat musik tradisional Laba Bheto, bentuk dan ukuran alat musik tradisional Laba Bheto, dan proses pembuatan alat musik Laba Bheto, serta teknik memainkan alat musik tradisional Laba Bheto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan dokumentasi (kamera, alat perekam), observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, 1) organologi meliputi, bahan dasar pembuatan alat musik Laba Bheto menggunakan bambu petung, bagian-bagian alat musik Laba Bheto serta bentuk dan ukuran alat musik Laba Bheto. 2) teknik permainan alat musik Laba Bheto meliputi posisi badan saat bermain alat musik Laba Bheto diatur senymana mungkin yaitu dengan posisi duduk, posisi tangan kanan dan kiri saat bermain alat musik Laba Bheto, dan cara memegang stick. Kata Kunci Organlogi, Alat Musik Laba Bheto, Teknik Permainan.
KAJIAN ORGANOLOGI DAN TEKNIK PERMAINAN ALAT MUSIK LABA BHETO DI DESA MALANUZA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Konstansia Olgan Boa Mite; Sena Radya Iswara Samino; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i2.1066

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kajian Organologi dan Teknik Permainan Alat Musik Laba Bheto di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. 1 terkait didalamnya adalah bahan dasar pembuatan alat musik tradisional Laba Bheto, bentuk dan ukuran alat musik tradisional Laba Bheto, dan proses pembuatan alat musik Laba Bheto, serta teknik memainkan alat musik tradisional Laba Bheto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan dokumentasi (kamera, alat perekam), observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, 1) organologi meliputi, bahan dasar pembuatan alat musik Laba Bheto menggunakan bambu petung, bagian-bagian alat musik Laba Bheto serta bentuk dan ukuran alat musik Laba Bheto. 2) teknik permainan alat musik Laba Bheto meliputi posisi badan saat bermain alat musik Laba Bheto diatur senymana mungkin yaitu dengan posisi duduk, posisi tangan kanan dan kiri saat bermain alat musik Laba Bheto, dan cara memegang stick. Kata Kunci Organlogi, Alat Musik Laba Bheto, Teknik Permainan.
Meningkatkan Keterampilan Musikal Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Paduan Suara Di SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa Priskila Pulkaria Ule Nuwa; Maria Yasinta Nggubha; Petrus Kanisius Richardus Riberu; Sena Radya Iswara Samino; Vincencio Apaullo Rivaldo Bata
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i4.124

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler paduan suara merupakan salah satu wadah pengembangan potensi seni musik siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa dapat meningkatkan keterampilan musikal siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan paduan suara mampu meningkatkan keterampilan musikal siswa, terutama pada aspek intonasi, ritme, harmoni, artikulasi, serta kepekaan musikal. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, ekstrakurikuler paduan suara dapat dijadikan sebagai sarana efektif dalam pengembangan keterampilan musikal siswa di sekolah.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Notasi Angka Melalui Metode Demonstrasi Interaktif Pada Pembelajaran Seni Budaya Di SMKS PGRI Bajawa Maria Magdalena Ngole; Timoteus Marisno Lae Mili; Rikardus Oktavianus Rimo; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i4.162

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan pemahaman notasi angka melalui metode demonstrasi interaktif pada pembelajaran Seni Budaya di SMKS PGRI Bajawa. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap notasi angka yang berdampak pada kurang optimalnya kemampuan membaca dan mempraktikkan lagu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa SMKS PGRI Bajawa yang mengikuti pembelajaran Seni Budaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi interaktif mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap notasi angka, terlihat dari meningkatnya kemampuan siswa dalam membaca, mengenali, dan mempraktikkan notasi angka secara tepat. Selain itu, metode ini juga meningkatkan keaktifan, minat belajar, serta rasa percaya diri siswa dalam mengikuti pembelajaran Seni Budaya. Dengan demikian, metode demonstrasi interaktif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman notasi angka siswa.
PETA PEDAGOGIS PEMBELAJARAN MUSIK KREATIF DI PERGURUAN TINGGI Kanzul Fikri; Sena Radya Iswara Samino; Dedy Setyawan
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i5.6992

Abstract

Kajian ini bertujuan memetakan pendekatan pedagogis dalam pembelajaran musik kreatif di perguruan tinggi serta menjelaskan orientasi, potensi, keterbatasan, dan celah kajian dalam literatur. Penelitian menggunakan kajian literatur terstruktur berorientasi pemetaan pedagogis melalui seleksi purposif terhadap 24 rujukan akademik berupa artikel jurnal, buku akademik, dan bab buku. Data dianalisis secara tematik dengan memperhatikan metode pembelajaran, aktivitas kreatif, relasi belajar, teknologi, asesmen, dan konteks budaya. Hasil kajian menunjukkan enam klaster pedagogis, yaitu project-based learning, improvisasi dan eksperimen musikal, kolaborasi digital, komposisi bebas, inquiry-based learning, dan peer learning. Kajian ini juga menemukan tiga dimensi lintas klaster, yaitu musik lokal, teknologi, dan asesmen kreativitas. Sintesis kajian menghasilkan empat prinsip pedagogis: kebebasan yang terstruktur, praktik autentik, pembelajaran sosial-reflektif, dan orientasi kontekstual-kultural. Artikel ini menegaskan bahwa pembelajaran musik kreatif di perguruan tinggi perlu menghubungkan metode, konteks budaya, teknologi, dan asesmen kreativitas musikal. Kontribusi utama artikel terletak pada penyusunan peta pedagogis, bukan pada penentuan metode pembelajaran paling efektif.
PENDAMPINGAN MUSIK INKLUSIF BERBASIS SENI PARTISIPATORIS BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI BAJAWA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR Ferdinandus Bate Dopo; Dedy Setyawan; Hermania Bupu; Kanzul Fikri; Sena Radya Iswara Samino; Maria Klarita Sidu; Maria Margaretha Tawa
Haga : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Haga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/haga.v5i1.4788

Abstract

The involvement of children with special needs in public music practices remains limited and tends to be confined to special education environments, indicating a gap between musical experiences in schools and social participation in society. This community service project aims to develop inclusive music mentoring practices based on participatory art to foster the participation of 33 students from SLB Negeri Bajawa in outdoor musical activities. The mentoring process ran for eight weeks through stages of initial observation, sound stimulus delivery, response development, group activities, and performance at the Inclusive Music Stage. Evaluation was conducted through observation, field notes, and documentation. Results show that participant involvement developed gradually, marked not by musical technical skills but by increased social interaction, responsiveness to sound stimuli, and the courage to perform in public spaces. Program sustainability is crucial to ensure that the developments achieved can continue consistently.