Claim Missing Document
Check
Articles

SIKAP MAHASISWA TERHADAP MATA KULIAH KEPENDIDIKAN Ferdinandus Bate Dopo
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 5, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.056 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v5i1.237

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan pertama, untuk mengetahui mahasiswa terhadap mata kuliah kependidikan  pada program studi pendidikan musik STKIP Citra Bakti. Kedua penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap antara mahasiswa dikaji dari lama waktu menempuh perkuliahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel  dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan musik STKIP Citra Bakti periode 2020/2021 yang berjumlah 77 0rang. Instrumen yang digunakan adalah angket sikap mahasiswa. Data angket responden berbentuk kuantitatif dan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif mengacu pada skala Likert dengan tingkat error 5%. Dari hasil penelitian diperoleh data mahasiswa mempunyai sikap positif terhadap mata kuliah kependidikan lebih lanjut temuan menunjukkan tidak adaperbedaan sikap antara mahasiswa ditinjau dari lama waktu menempuh perkuliahan.  Abstract               This study aims, firstly, to find out students' attitudes towards educational subjects in the music education study program STKIP Citra Bakti. The second study aims to determine differences in attitudes between students studied from the length of time they take lectures. This research is a descriptive research with a quantitative approach. The sample in this study were students of the STKIP Citra Bakti music education study program for the 2020/2021 period, totaling 77 people. The instrument used is a student attitude questionnaire. Respondent's questionnaire data is in quantitative form and analyzed with a quantitative approach referring to the Likert scale with an error rate of 5%. From the results of the study, it was found that students had positive attitudes towards educational subjects. Further findings showed that there was no difference in attitudes between students in terms of the length of time they took lectures. Keyword: attitudes, educational subjects
PENGEMBANGAN VIDEOSCRIBE BERFIKIR SIMBOLIK REPRESENTASI BERBAGAI MACAM BENDA PADA KELOMPOK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD LAB ANANDA CITRA BAKTI Gde Putu Arya Oka; Ferdinandus Bate Dopo
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.914 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v3i2.213

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Desain dan Pengembangan (Design & Development Research, DDR). Tujuan pengembangan  adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan videoscribe berfikir simbolik berbagai macam benda pada kelompok anak usia 5-6 tahun. Model  pengembangan mengadopsi kerangka model pengembangan produk multimedia pathways Cathie Sherwood. Tahapan multimedia patways terdiri dari (1) initiation, (2) specification, (3) design, (4) production, (5) review and evaluation dan (6) delivery and implementation. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Adapun hasil pengembangan adalah produk videoscribe yang telah diuji dengan parameter hali isi, media dan desain pembelajaran. Analisis draft I pengembangaan dengan tingkat pencapaian kualitas isi videoscribe sebesar 92%, setelah dikonversi berada dalam kualifikasi Sangat Baik. Kemudian Analisis draft II pengembangan dengan tingkat pencapaian kualitas media videoscribe sebesar 90%, setelah dikonversi berada sangat baik. Begitupun tingkat pencapaian kualitas desain pembelajaran videoscribe sebesar 94,67%, setelah dikonversi berada dalam kualitas sangat baik. Sedangkan analisis draft III pengembangan, tingkat pencapaian kualitas dalam uji perseorangan sebesar 93%. Setelah dikonversi berada dalam kualifikasi sangat baik. Begitupun tingkat pencapaian kualitas videoscribe dalam uji kelompok kecil sebesar 88% dan setelah dikonversi berada dalam kualifikasi juga baik. Dengan demikian, mengacu pada parameter-parameter diatas maka dapat disimpulkan pengembangan videoscribe berfikir simbolik representasi berbagai macam benda untuk anak usia dini  5-6 tahun layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran anak usia dini, khususnya untuk mencapa Kompotensi Dasar (KD) 3.3, 3.5, 3.6 dan 3,9.This research is a Design & Development Research (DDR). The purpose of the development is to determine the feasibility of videoscribe to symbolic thinking of various objects in the group of children aged 5-6 years. The development model adopts Cathie Sherwood's pathway for multimedia product development model frameworks. The stages of multimedia patways consist of (1) initiation, (2) specification, (3) design, (4) production, (5) review and evaluation and (6) delivery and implementation. The method of data analysis uses quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of the development are videoscribe products that have been tested with content, media and learning design parameters. Analysis of draft I development with the level of achieving video quality content of 92%, after being converted is in a Very Good qualification. Then Analysis II draft development with the level of achieving video quality video subscription by 90%, after being converted is very good. Likewise the level of quality achievement of videocribe learning design is 94.67%, after being converted it is in very good quality. While the analysis of draft III development, the level of quality achievement in individual tests was 93%. Having converted is in very good qualifications. Likewise, the level of achieving videocribe quality in the small group test was 88% and after being converted was also in good qualifications. Thus, referring to the parameters above, it can be concluded that the development of videoscribe to think symbolic representations of various objects for early childhood 5-6 years is feasible to be implemented in early childhood learning, especially to achieve Basic Compotence (KD) 3.3, 3.5, 3.6 and 3.9 Keyword:   videoscribe development, symbolic mindset, AUD 5-6 Tahun
PROFIL MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MUSIK STKIP CITRA BAKTI PERIODE 2016/2017 Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi berprestasi mahasiswa pendidikan musik STKIP Citra Bakti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan musik STKIP Citra Bakti periode 2016/2017 yang berjumlah 19 0rang. Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi berprestasi mahasiswa. Data angket responden berbentuk kuantitatif dan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif mengacu pada skala Likert. Dari hasil penelitian diperoleh data rata-rata tingkat motivasi mahasiswa berada pada kategori sedang.
KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI MUSIK GALAK DALAM UPACARA SYUKUR PANEN PADA MASYARAKAT MBAZANG DESA BENTENG TAWA 1 KECAMATAN RIUNG BARAT VERONIKA OKTAVIANA NDIANG; DEDY SETYAWAN; FERDINANDUS BATE DOPO
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang bentuk penyajian musik galak dalam upacara syukur panen dan untuk mengetahui fungsi musik galak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlokasi di kampung Mbazang dengan waktu pelaksanaan 21 juni- 21 juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua suku, lembaga pemangku adat, tokoh masyarakat dan kaum muda. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa fungsi musik galak terdiri dari pengungkapan ekspresi atau perasaan, kenikmatan estetis, fungsi menghibur dan fungsi komunikasi. Bentuk musik galak terdiri dari bentuk kumpulan, bentuk notasi syair , tempo, dinamika dan ekspresi. Bentuk penyajian terdiri dari urutan penyajian, tata busana dan formasi.
ANALISIS UNSUR DAN BENTUK KOMPOSISI MUSIK GONG GENDANG SEBAGAI ALAT MUSIK PENGIRING TARIAN CACI DI WONGKO KEMBO, DESA GOLO LIJUN, KECAMATAN ELAR, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Yustina Mandang; Kanzul Fikri; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini mengenai unsur dan bentuk komposisi musik gong gendang. Tujuan penelitian ini untuk memahami unsur dan bentuk komposisi musik gong gendang sebagai pengiring tarian caci di Wongko Kembo Desa Golo Lijun Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini untuk memperoleh data yang valid yaitu tokoh adat, dan tokoh masyarakat yang memiliki wawasan yang luas dan menggunakan teknik snowbal. Untuk pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Unsur–unsur musik sebagai pengiring tarian caci terdiri dari irama/ritme, tempo, melodi, harmoni, dan tanda dinamika. Gong gendang merupakan sebuah alat musik tradisional yang ada di Kabupaten Manggarai pada umumnya. Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki bentuk serta nama yang berbeda. Oleh karena itu, alat musik gong gendang yang ada di Wongko Kembo, mempeunyai bentuk serta nama yang berbeda, karena pada umumnya alata musik gong gendang yang ada di masyarakat Wongko Kembo, yang memiliki fungsi dalam mengadakan ritual adat, yaitu dalam mengiring tarian caci. Gong gendang memiliki nama dengan sebutan masing yaitu Gong “dongka Mbako” dan gendang “kasao”. Perpaduan antaran dongka mbako dan kasao sama- sama mempunyai peranan penting yaitu mengiring tarian caci. Bentuk komposisi alat musik gong gendang sebagai pengiring tarian caci yaitu instrumen atau alat musik yang terdiri dari nde gong, gong loe, nde gendang, dan gendang loe. Bentuk komposisi pukulan dalam musik gong gendang untuk mengiring tarian caci di Wongko Kembo, hanya memiliki satu (1) pukulan saja yaitu jenis pukulan teke-teke tem,kong-kong tong
PENGEMBANGAN MEIA PEMBELAJARAN BERBAHAN DASAR BARANG BEKAS UNTUK KETERAMPILAN ANSAMBEL DRUM BAND SISWA KELAS VIII SMP CITRA BAKTI Fidelis Ture; Ferdinandus Bate Dopo; Kanzul Fikri
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk :(1) menghasilkan produk media pembelajaran berbahan dasar barang barang bekas untuk keterampilan ansambel drum band siswa kelas VIII SMP Citra Bakti,2.Untuk mengetahui kelayakan atau kualitas dari hasil uji coba pengembangan media pembelajaran berbahan dasar barang bekas untuk keterampilan ansambel drum band.subjek dalam uji coba penelitian ini yaitu, ahli materi atau konten,ahli media dan ahli desain. Pengembangan ini didasarkan pada model allesi dan trollip yang terdiri dari tiga tahap yaitu,plaaning, design, dan development. Hasil pengembangan media pembelajaran berbahan dasar barang bekas untuk keterampilan ansambel drum band berdasarkan hasil uci coba alpha dan uji beta. uji coba alpha yang terdiri dari uji ahli materi/konten mendapatkan nilai 80% dengan kriteria valid, kemudian uji coba ahli media mendapatkan nilai 88%dengan kriteri sangat valid,dan uji coba ahli desain mendapatkan nilai 93,3% dengan kriteria sangat valid. Kemudian dilanjutakan dengan uji beta yang terdiri dari uji perseorang mendapatkan nilai 85%,dan uji kelompok kecil mendapatkan nilai 88,5%.Berdasarkan hasil uji coba dapat disimpulkan media pembelajaran berbahan dasar barang bekas layak untuk digunakan.
KAJIAN ORGANOLOGI DAN TEKNIK MEMAINKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL FOI DOA DI SANGGAR PERSADAM KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Agustinus Irwanto Siwe; Florentianus Dopo; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan data yang jelas, akurat dan faktual mengenai Kajian organologi dan teknik memainkan alat musik Foi Doa di Sanggar PERSADAM di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan informasi terkait, bahan dasar alat musik tradisional Foi Doa, bentuk atau ukuran alat musik tradisional Foi Doa, bagian-bagian alat musik tradisional Foi Doa, produksi bunyi nada dari alat musik tradisional Foi Doa dan proses pembuatan alat musik Foi Doa serta teknik memainkan alat musik tradisonal Foi Doa. Alat musik Foi Doa ini belum banyak diketahui oleh masyarakat maka penelitian ini bertujuan menggali sumber berita yang sebanyak-banyaknya sesuai dengan patokan teori musik yang ada. Secara jelas ditekankan bahawa penelitian ini bersifat deskriptif yaitu medeskripsikan mengenai tentang organologi dan teknik memainkan alat musik Foi Doa. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Alat musik ini dibuat berbeda dengan suling bambu pada umumnya.Karena terdiri dari dua suling dengan nada yang sama dan satu lubang penghantar udara. Namun berada dalam satu kesatuan yang utuh. Bahan utama pembuatan alat musik ini adalah bambu tamiang atau bambu wuluh yang tersebar cukup banyak di wilayah Kabupaten Ngada. Walaupun dikatakan sederhana , alat musik Foi Doa ini sangat bervariatif dari cara yang dimainkannya dalam mengiringi sebuah lagu. Hal itu di karenakan Foi Doa dalam permainanya memiliki dua peran, yakni permaian dengan menggunakan nada-nada tunggal dan nada-nada ganda. Sangat penting adalah bagaimana peran dari pemain Foi Doa tersebut mengkolaborasikan sitem nada yang ada dalam Foi Doa dengan mempertimbangan aspek fungsi tersebut. Alat musik tradisonal Foi Doa ini sudah sering digunakan dalam acara-acara kepemerintahan dan acara-acara kesenian lainnya yang ada di kabupaten Ngada serta dalam kegiatan keagaaman
ORGANOLOGI DAN PENYAJIAN MUSIK GO LABA DALAM RITUAL KA BUKU DI KAMPUNG MULAKOLI KECAMATAN BOAWAE KABUPATEN NAGEKEO Irmina Doa; Florentianus Dopo; Ferdinandus Bate Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang organologi dan penyajian alat musik go laba dalam ritual ka buku dikampung Mulakoli Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo. Dalam penelitian ini terdapat 2 fokus penelitian yaitu yang Organologidan penyajian alat musik go laba. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu melalui dokumentasi (rekam, foto) dan wawancara. Instrumen penelitian ini berupa pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi berupa foto-foto kegiatan. Metode analisis data menggunakan model Interaktif Miles dan Huberman dengan beberapa teknik antara lain : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pembuatan alat musik go laba membutuhkan beberapa bahan dan juga peralatan yang digunakan. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan go adalah: besi plat, serta peralatan yang digunakan adalah: hamer dan palu. Sedangkan dalam pembutan laba bahan dasar yang digunakan yaitu: pohon enau/pohon moke, kulit hewan (sapi), rotan, dan bambu petung dan peralatan yang digunakan adalah: parang, meter, dan alat ukur. Penyajian alat musik go laba terdiri atas beberapa tahap yakni: urutan penyajian, tata panggung, tata busana dan formasi pemain dalam permainan alat musik go laba.
PEMBELAJARAN ALAT MUSIK TRADISIONAL SANGGAR PERSADAM (PERSATUAN MUSIK BUDAYA MALANUZA) DESA MALANUZA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Dionisius Laja; Ferdinandus Bate Dopo; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.194 KB)

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pembelajaran di sanggar PERSADAM dan juga permasalahan yang terjadi di sanggar PERSADAM. Sementara itu, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Selanjutnya, dilakukan teknik analisis data melalui teknik yang dikemukakan Miles dan Huberman seperti pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Dengan hasil penelitian yang ditemukan di sanggar PERSADAM bahwa pembelajaran di sanggar PERSADAM terbagi menjadi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap perencanaan dengan menganalisis kebutuhan belajar anggota untuk menentukan tujuan pembelajaran dan menentukan materi. Tahap pelaksanaan dengan pelatihan berbagai macam alat musik seperti suling bambu, bombardom, foy doa, dan kolintang. Penyajiannya dilakukan dengan melakukan kolaborasi antara alat musik. Pembelajaran dengan pemimpin atau dirigen isyarat kepada anggota untuk memainkan alat musik. Pembelajaran dilakukan tanpa menggunakan media dalam bentuk apapun. Pada tahap evaluasi dilakukan pada saat proses pembelajaran. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa pembelajaran di sanggar PERSADAM sudah menggunakan 3 tahapan pembelajaran diantaranya tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi tidak terstruktursecara sistematis.
KAJIAN MUSIK MBATA PADA UPACARA RITUAL ADAT MASYARAKAT DESA LEKOLEMBO KECAMATAN KOTA KOMBA KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Maria Jenita Nale; Ferdinandus Bate Dopo; Kanzul Fikri
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.634 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana musik Mbata dilaksanakan pada upacara adat masyarakat Desa Lekolembo Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur. Informan dari penelitian ini adalah, pemangku adat, para pemain musik Mbata, dan masyarakat pada umumnya. Setiap informan yang ditentukan oleh peneliti adalah orang-orang yang dianggap mampu memberikan data secara valid dan akurat sehingga mampu menjawab sesuai dengan fokus penellitian. Kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; ada metode wawancara, metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah mengenai 1) kajian musik Mbata sebagai musik tradisonal pada upacara adat Masyarakat Manggarai Timur, sebagai dalam upacara penti, (syukur panen). 2) Makna dari syair – syair lagu yang dinyanyikan dalam ritual penti. Setelah data-data sudah diperoleh akan diakhiri dengan kesimpulan, bahwa musik Mbata bukan hanya sebagai musik tradisional, melainkan musik Mbata sebagai tanda ucapan syukur kepada para leluhur dan kepada Tuhan yang Maha Kuasa.