Christien Rambi
Nursing

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG METODE KONTRASEPSI PADA IBU PRIMIPARA DI RUANGAN DAHLIA RUMAH SAKIT DAERAH LIUNKENDAGE TAHUNA SANGIHE Nur Azizah Usman; Nansy Pangandaheng; Christien Rambi
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Imiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v5i1.210

Abstract

Program keluarga berencana memungkinkan pemerintah untuk menurunkan angka fertilitas dan meningkatkan perbaikan kesehatan, kesejahteraan, hak asasi manusia, dan pendidikan. Di beberapa negara berkembang penggunaan kontrasepsi masih terbatas.Pendidikan kesehatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tentang alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan metode pendidikanesehatan tentang kontrasepsi pada Ibu primipara di ruangan Dahlia RSD Liun Kendage Tahuna.Desain penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2019 dengan subyek penelitian 2 ibu primipara post sectio caesarea. Penelitian menggunakan format pengkajian maternitas dan SAP. Data disajikan secara narasi dan dalam bentuk tabel. Saat dikaji klien tidak tahu tentang kontrasepsi, setelah dilakukan pendidikan kesehatan kedua klien mengetahui metode kontrasepsi. Klien yang pertama memilih kontrasepsi suntik, sedangkan klien kedua memilih kontrasepsi pil. Dapat disimpulkan bahwa kedua klien mengetahui metode kontrasepsi dan memilih untuk menggunakan salah satu metode kontrasepsi setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Family planning programs enable the government to reduce fertility rates and improve health, welfare, human right and education. In some develop countries used of contraception was still limited. Health education is one way to increase knowledge about contraception. The purpose of the research was to know the description of the application of health education method about contraception to primiparous mother in Dahlia room. The Research used decriptive design with nursing process. The research was conducted in May 2019 with 2 two primiparous mothers as the respondent, and used maternity nursing assestment and SAP. Data were presented in tabular form accompanied by narrative explanation. The respondents did not know about contraceptive method before gived the health education. But, after the respondents gived the health education, they were understood the contraceptive method. The first client choose injection contraception the second client choose pill contraceptive. Can be concluded that both of clients know the contraceptive method and choose to use one of the contraception methods after health education.
EFEKTIVITAS MEPASANGU (BAKERA) TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA Christien Rambi; Ferdinand Gansalangi
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Imiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v4i2.380

Abstract

Indonesia memiliki 7.000 dari 30.000 jenis tumbuhan yang tumbuh di Indonesia yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Salah satu metode pengobatan tradisional yang terkenal di Kepulauan Sangihe ialah mepasangu yang diartikan sebagai kegiatan bakera (memanfaatkan uap hasil rebusan berbagai rempah). Kegiatan ini dijadikan tradisi untuk terapi bagi seorang wanita setelah melahirkan dan juga bagi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan akibat masuk angin, berupa keluhan pegal di seluruh badan. Tujuan penelitian ini ialah diketahuinya efektifitas mepasangu terhadap gangguan kesehatan pada mahasiswa. Metode yang digunakan ialah desain penelitian cross sectional. Seluruh mahasiswa semester 1, 3, dan 5 Program Studi Keperawatan dijadikan populasi dalam penelitian ini, sedangkan teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling berdasarkan pertimbangan beberapa kriteria dengan jumlah sampel sebanyak 46 orang. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli sampai Oktober 2020. Instrumen penelitian yang digunakan ialah tanaman rempah, seperti buah cengkeh dan daunnya, buah pala dan daunnya, sereh, daun puring, dan daun pandan. Keluhan gangguan kesehatan responden dicatat pada lembar observasi. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,8 persen responden mengalami keluhan gangguan kesehatan insomnia dan masuk angin yang terjadi bersamaan dan keluhan yang paling sedikit ialah hanya keluhan masuk angin pada responden, yaitu sebanyak 3 orang (6.5 persen). Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji chi square diperoleh nilai p sama dengan 0,025 dimana nilai p Kurang dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa mepasangu efektif mengatasi gangguan kesehatan. Mepasangu dapat digunakan sebagai terapi tradisional dalam mengatasi gangguan kesehatan berupa insomnia, masuk angin, dan badan pegal. Indonesia has 7,000 of the 30,000 type of plants that grow in Indonesia that used as traditional medicine. One of the well-known traditional healing method in the Sangihe Island is Mepasangu, which is defined as Bakera activity (utilizing steam from the stew of various spices). This activity was used as a tradition for the treatment of a woman after giving birth and also for someone who experiences health problems due to cold, in the form of complaints of stiffness all over the body. The purpose of this study was determine the effectiveness of mepasangu against health problems in students. The method used in this study was a cross sectional research design. All students in semester 1, 3, and 5 of the Nursing Study Program were the population in this study, while the sampling technique was purposive sampling based on the consideration of several criteria. The number of samples that met the inclusion criteria was 46 people. This research was conducted from July to October 2020. The research instrument used were several spices, such as cloves and their leaves, nutmeg and leaves, lemongrass, croton leaves, and pandan leaves. Complaints about the respondent's health problems were recorded on the observation sheet. Anlyze data used the chi square test as a statistical test. The results showed that 60.8 percent of respondents experienced complaints of health problems, insomnia and cold that occurred simultaneously and the least complaints were only complaints of colds among respondents, as many as 3 people (6.5 percent). Based on the results of statistical analysis used the chi square test, the value of p same as 0.025 was obtained where the p value less than 0.05, so it can be concluded that mepasangu was effective in overcoming health problems. Mepasangu can be used as a traditional therapy to treat health problems such as insomnia, cold and body aches.
KEKERASAN DALAM BERPACARAN PADA SISWA SMA DAN SMK DI KECAMATAN TABUKAN UTARA Christien Rambi; Chatrina M. A. Bajak; Elviera Tumbale; Samsia Panawar
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i2.548

Abstract

Masalah yang sering terjadi dan dialami oleh pasangan dalam hubungan berpacaran ialah terjadinya tindakan kekerasan, dimana tindakan kekerasan ini berdasarkan data dari Komnas Perempuan (2020) berada pada urutan ketiga pada tahun 2016-2020, setelah kekerasan istri dan anak perempuan. Terjadi sekitar 2.073 kasus (2018), 1.815 kasus (2019), dan 1.309 kasus (2020). Tujuan penelitian ini ialah diketahuinya gambaran tingkat kekerasan dan bentuk – bentuk kekerasan dalam berpacaran pada siswa SMA dan SMK di Kecamatan Tabukan Utara. Data penelitian dikumpulkan dengan mengisi kuesioner Conflict Tectict Scale (CTS. Responden dipilih melaui teknik purposive sampling, dimana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan beberapa kriteria. Jumlah responden yang memenuhi kriteria berjumlah 135 orang dan mewakili dari siswa SMA Negeri 1 Tabukan Utara, SMK Tabukan Utara, dan SMK Muhamadiyah Naha. Hasil penelitian diperoleh bahwa seluruh responden mengalami tindakan kekerasan dalam berpacaran. Tingkat kekerasan yang dialami oleh responden berada pada skala sangat rendah 12,7 persen. Terdapat 5 tindakan kekerasan yang paling banyak dialami oleh responden ialah diperiksa handphone (kekerasan sosial) 85,2 persen, diabaikan (kekeraan psikis) 44,4 persen, selalu diawasi (kekerasan psikis) 37 persen, dicurigai (kekerasan psikis) 32,6 persen, dan dituduh selingkuh (kekerasan psikis) 25,2 persen. Dating violence is a big problem and it is happen in common dating couples in the world. Data from Komnas Perempuan (2020) said that, at five years ago (2016-2020), dating violence occupy possition in third big violence under privacy violance to wife and daughters in 2018 2.073 cases, 2019 1.815 cases, and than 2020 1.093 cases. Purpose of this reseach is to know general description of the level of violence than another data of dating violence types to Students in Senior High School and Vacational High School Student in Tabukan Utara Distric. Reaseach data taken from 30 statement of respondents in Conflict Tectic Scale (CTS) questionares. Total respondent who met the criteria were 135 students and representative of Senior High School and Muhamadiyah Naha Vacational High School Student in Tabukan Utara Distric. Result of those reseach were all respondents had dating violence, the lowest data 12.7 percent. Found 5 data violences of checking cellphone or smartphone (social violance) 85,2 percent, data violence of not given attention about 44.4 percent (physic violance), 37 percent data violence of no room tobe friends (physic violance), 32.6 percent (physic violance) data or violence being watched, and 25 percent (physic violance) is considered to have relationship with someone other than her or him lover.