Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

“TALAM 1” VARIETAS KACANG TANAH UNGGUL BARU ADAPTIF LAHAN MASAM DAN TOLERAN Aspergillus flavus Astanto Kasno
Buletin Palawija No 19 (2010): Buletin Palawija No 19, 2010
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.873 KB) | DOI: 10.21082/bul palawija.v0n19.2010.p19-26

Abstract

Galur kacang tanah (Arachys hipogaea L.), J/91283-99-C-90-8 adalah keturunan dari persilangan pasangan induk betina varietas Jerapah dengan induk jantan ICGV 91283, yang dilakukan pada tahun 1999. Seleksi dan penggaluran dilakukan menggunakan metode pedigri. Galur J/91283-99-C-90-8 tergolong ke dalam kacang tanah tipe Spanish (2 biji/polong) dan bijinya berwarna merah muda dengan ukuran biji sedang sesuai dengan preferensi pasar domestik, terutama untuk kacang garing. Dalam pengujian galur J/91283-99-C-90-8 memiliki keunggulan dalam hasil, toleransi terhadap lahan masam dan Aspergilus flavus. serta tahan terhadap penyakit bercak daun. Pada lingkungan yang relatif produktif hasilnya mencapai 2,5 t/ha polong kering lebih tinggi dari hasil varietas pembanding Jerapah (2,30 t/ha polong kering), dan potensinya mencapai 3,2 t/ha polong kering. Kacang tanah galur J/91283-99-C-90-8 disetujui untuk dilepas sebagai varietas unggul baru dengan nama TALAM 1 pada tanggal 13 Juli 2010 Selain itu, galur tersebut menunjukkan toleran terhadap kutu kebul.
Pembentukan Varietas Kacang Tanah Hasil Stabil dan Beradaptasi Luas: Studi Kasus Varietas Jerapah Astanto Kasno; Novita Nugrahaeni; Joko Purnomo; Sumartini Sumartini; Trustinah Trustinah
Buletin Palawija No 1 (2001): Buletin Palawija No 1, 2001
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2125.184 KB) | DOI: 10.21082/bul palawija.v0n1.2001.p1-14

Abstract

Ragam lingkungan yang besar untuk produksi kacang tanah di Indonesia memerlukan varietas yang berdaptasi luas dan hasilnya stabil. Tersedianya varietas kacang tanah yang hasilnya stabil dan memiliki adaptasi luas sangat membantu upaya penigkatan produksi kacang tanah di Indonesia. Stabilitas hasil dapat ditimbulkan oleh besar heterogenitas genetik di dalam populasi dan ketahanan terhadap cekaman lingkungan biotik dan abiotik. Kethanan varietas tehadap penyakit daun, layu bakteri, penyakit bilur dan Aspergillus flavus, serta toleransi terhadap kekeringan dan kemasaman lahan merupakan komponen stabilitas hasil penting. Heterogenitas genetik sebagai penyangga populasi akan terjadi bila di dalam populasi terdiri dari individu-individu secara fenotipik sama, namun secara genotipik berbeda. Seleksi massa pada famili F2 merupakan salah satu cara menghasilkan varietas demikian.Pembentukan kacang tanah yang memiliki stabilitas hasil dan beradaptasi luas, menggunakan varietas jerapah sebagai studi kasus. Kacang tanah varietas jerapah adalah hasil silang tunggal tahun 1988 antara varietas lokal majalengka dengan ICGV 86071. ICGV 86071 adlah varietas tahan penyakit daun asal ICRISAT, India. Dari 1114 famili F2 yang dihasilkan, famili no.16 memilki karakterisitik yang diinginkan. Terhadap famili F2 No.16 dilakukan seleksi massa positif hingga tahun 1991 diberbagai cekaman lingkungan , yakni:kekeringan, lahan masam, serangan penyakit daun, layu, bilur dan A.flavus. Uji daya hasil dilakukan mulai tahun 1992, dan diteruskan dengan uji multilokasi hingga tahun 1997. Uji multilokasi dilakukan di 28 lokasi yang meliputi 11 propinsi. Galur LM/ICGV 86021-88-B-16 lebih unggul dari varietas pembanding. Hasil polong kering rata-rata LM/ICGV 86021-88-B-16 2,0 t/ha. Hasil tertinggi pada lingkungan optimal mencapai 4,0 t/ha. Hasil analisis stabilitas menunjukkan bahwa galur LM/ICGV 86021-88-B-16 hasilnya stabil dan memiki adaptasi umum yang baik. Galur tersebut dinilai toleran kekeringan, agak tahan penyakit daun, dan adaptif pada tanah masam.