St. A. Rahayuningsih
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Zuriat

Pertumbuhan dan Produktivitas Calon Varietas Unggul Ubijalar Daging Ungu Di Yogyakarta dan Blitar Pada Kondisi Terhujani St. A. Rahayuningsih
Zuriat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i1.6841

Abstract

Program deversifikasi pangan dan maraknya obat-obatan herbal meningkatkan penelitian aneka jenis tanaman yang dapat menghasilkan bahan pangan dan obat termasuk ubijalar berdaging ungu. Petani sebagai kontributor dalam menyediakan bahan baku perlu didukung tersedianya varietas unggul yang diperlukan pengguna. Evaluasi daya hasil  klon-klon harapan ubijalar berdaging ungu dilaksanakan di Yogyakarta dan Blitar pada MK II 2010 dengan rancangan petak terbagi, diulang tiga kali. Petak utama adalah dua tingkat pengairan dan anak petak terdiri atas  enam klon harapan ubijalar dan dua varietas pembanding. Parameter yang diamati adalah bobot tajuk, luas daun, jumlah dan produktivitas umbi, indek panen, panjang dan diameter umbi, dan kadar bahan kering umbi. Hasil yang diperoleh adalah kelebihan air meningkatkan pertumbuhan bobot tajuk 30,30% dan menurunkan produksi umbi 38,97%. Tajuk berkorelasi negatif  nyata dengan indek panen (r = -0.65*), indek panen berkorelasi positif nyata dengan produksi umbi (r = 0,89*), dan bobot tajuk berkorelasi negatif nyata dengan produksi umbi (r = -0,333) . Rata-rata produksi umbi klon MIS 0612-73, MIS 0614-02, MIS 0601-22, dan MIS 0629-07 berturut-turut 17,82; 18,82; 19,17 dan 17,96 t/ha, lebih tinggi daripada varietas pembanding Ayamurasaki. Kadar bahan kering tertinggi dihasilkan oleh klon MIS 0612-179 yaitu 39.65%. Pada kondisi air berlebihan di Yogyakarta hasil umbi klon MIS 0612-73 dan MIS 0614-02 berturut-turut 19,68 t/ha dan 20 t/ha. Klon-klon tersebut perlu diteliti lebih lanjut untuk toleransinya terhadap kondisi kelebihan air.
KARAKTERISTIK KOMPONEN PERTUMBUHAN DAN HASIL UMBI PLASMA NUTFAH UBIJALAR (Ipomoea batatas (L.) Lam) Tinuk Sri Wahyuni; St. A. Rahayuningsih
Zuriat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i1.6848

Abstract

Penggunaan varietas unggul secara luas, rendahnya daya saing komoditas, pergeseran fungsi lahan, kerusakan habitat karena bencana alam atau ulah manusia, cekaman biotik dan abiotik adalah contoh kasus penyebab erosis gen. Untuk mengimbanginya perlu dilakukan penyelamatan plasma nutfah dengan melakukan koleksi kultivar lokal, varietas unggul lama, tipe liar, strain primitif, dan spesies terkait sehingga gen-gen yang terkandung didalamnya dapat dilestarikan. Jumlah aksesi plasma nutfah ubijalar yang sudah berhasil dikoleksi cukup banyak dan sangat beragam keragaan morfologis dari komponen pertumbuhan dan hasilnya. Untuk mempermudah pengguna dalam pemanfaatan plasma nutfah tersebut perlu dilakukan karakterisasi, sehingga diperoleh gambaran karakter morfologis sebagai ciri pembeda aksesi. Percobaan bersifat nursery trial tanpa ulangan, dilaksanakan di Kebun Percobaan Kendalpayak (Malang) dan Muneng (Probolinggo) pada tahun 2007-2009. Pada setiap musim tanam yang dikarakterisasi berjumlah 40-50 aksesi, keseluruhan 215 aksesi. Setiap aksesi ditanam pada sebuah guludan berukuran panjang 10 m, jarak tanam 50 cm. Jarak antar guludan 1 m. Budidaya tanaman dilaksanakan secara intensif. Variabel yang diamati meliputi sifat karakter morfologis batang, daun, bunga, hasil dan komponen hasil serta evaluasi masa simpan umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman pada seluruh variabel yang diamati, panjang sulur antara 34,3-700,0 cm, panjang ruas sulur 1,2-11,6 cm, lebar daun 6,6-17,0 cm, panjang petiol 4,6-32,2 cm, yang berbunga ada 154 aksesi sedangkan 61 aksesi lainnya tidak berbunga. Terdapat 8 aksesi yang belum menghasilkan umbi, sedangkan 207 aksesi lainnya menghasilkan umbi dengan warna daging beragam dari putih, kuning, orange dan ungu. Jumlah umbi antara  0,1-10,0 umbi/tanaman dengan bobot hasil antara 3,8-1277,8 g/tanaman, kerusakan umbi setelah penyimpanan dari 0% hingga 100%.