Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program perlindungan sosial pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan melalui pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dan rentan. Meskipun program ini telah berkontribusi dalam meningkatkan akses Masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, pelaksanaannya di tingkat lokal masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya pemahaman penerima manfaat mengenai mekanisme program, hak dan kewajiban peserta, serta masih tingginya ketergantungan terhadap bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan PKH melalui kegiatan edukasi dan pendampingan guna meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Nagari Pilubang, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan sosialisasi pada tanggal 29 Maret hingga 4 April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang dilakukan melalui pendekatan partisipatif serta penggunaan media visual yang komunikatif mampu meningkatkan pemahaman KPM mengenai konsep dasar PKH, hak dan kewajiban penerima manfaat, pengelolaan keuangan keluarga, serta pentingnya kemandirian ekonomi. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta secara signifikan setelah mengikuti sosialisasi. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong perubahan cara pandang KPM terhadap PKH, dari sekadar bantuan sosial menjadi sarana pemberdayaan menuju kemandirian. Temuan penelitian menegaskan bahwa edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan PKH dan mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang lebih berkelanjutan