Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kontribusi Self Control terhadap Kecenderungan Perilaku Cyberloafing pada Pegawai RS di Kota Bukittinggi Wahyu Setiawan; Mario Pratama
Jurnal Halaqah Vol 2 No 4 (2020): JURNAL HALAQAH, Publishing October 2020
Publisher : RC-INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.3952708

Abstract

This study aims to determine the contribution of self-control to the tendency of cyberloafing behavior in hospital employees in the city of Bukittinggi. The research design used in this study is a quantitative research method. The population in this study is the hospital administration staff in the city of Bukittinggi and the sampling technique using a purposive sampling technique with several criteria determined so that the number of subjects was 52 people. In this data collection using self-control scale and the tendency of cyberloafing behavior using simple linear regression analysis techniques. From this study, the percentage contribution was 28.5% with a value of F = 19.957 and p = 0.000 (p <0.05). Thus the hypothesis is accepted so that it can be concluded that there is a very significant negative contribution between self-control towards the tendency of cyberloafing behavior in hospital employees in Bukittinggi City.
Between Boredom and Frustration: Predictor of Compulsive Internet Use Rahayu Hardianti Utami; Elrisfa Magistarina; Mario Pratama; Andhita Nurul Khasanah
Jurnal Neo Konseling Vol 3, No 4 (2021): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00617kons2021

Abstract

Internet users have various purposes or motives for using internet service. Furthermore, internet usage proliferated by 40 percent amidst the COVID-19 pandemic social confinements. Interestingly, there is a tendency to do activities with the internet when under load or overload circumstance. This study aims to look at these two contradictory conditions and determine whether when someone is in a state of the tendency to be bored or depressed due to stressful conditions becomes a predictor for using the internet maladaptively. This study uses a quantitative approach with an accidental sampling technique. We recruited 235 internet users from adolescents to middle adulthood. The result showed boredom proneness and frustration intolerance predicted 34.4% of internet users' compulsive internet use. This study also showed a more significant impact of boredom to compulsive internet use rather than frustration intolerance. These findings indicate that people tend to use the internet more frequently in under load than overload conditions.
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DAN CYBERBULLYING PADA REMAJA DI JEJARING SOSIAL Anissa Bella; Mario Pratama
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 2 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v8i2.2021.221-228

Abstract

Cyberbullying merupakan perilaku penindasan melalui teknologi komunikasi yang digunakan oleh seseorang untuk menghina dan melecehkan orang lain, dimana korban tidak dapat membela dirinya dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dan cyberbullying pada remaja yang menggunakan jejaring sosial. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 101 remaja di Sumatera yang berusia 13-24 tahun. Teknik random sampling digunakan untuk pengambilan sampel. Skala yang digunakan adalah skala cyberbullying yang diadaptasi dari Buelga, Postigo, Ferrer, Cava dan Baron (2020) dan skala empati menggunakan skala yang dibuat oleh Sari (2019). Metode analisis data menggunakan teknik uji korelasi Pearson product moment dengan bantuan SPSS 20 for windows. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tidak hubungan antara empati dan cyberbullying  pada remaja yang menggunakan jejaring social dengan diperoleh nilai sig. 0,103 ( p < 0,05 ). Dari penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa remaja memiliki empati belum tentu tidak terlibat dalam perilaku cyberbullying.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN STUDENT ENGAGEMENT PADA MAHASISWA DI SUMATERA BARAT Novitasari Novitasari; Mario Pratama
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 3 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i2.2022.480-485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dukungan teman sebaya dengan student engagement pada mahasiswa di Sumatera Barat. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara dukungan teman sebaya dengan student engagement pada mahasiswa di Sumatera Barat. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan dua skala sebagai alat ukur yaitu skala dukungan teman sebaya (33 item) yang disusun oleh Monica (2018) dan skala student engagaement (22 item) yang disusun oleh Pratama & Guspa (2020). Studi ini mengumpulkan data dari 160 mahasiswa di Sumatera Barat. Data diolah menggunakan analisis statitistik dengan aplikasi SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi  pearson  antara dukungan teman sebaya dengan students engagement menunjukkan nilai r sebesar 0,247 dengan nilai p 0,02 (p<0,01). Berdasarkan analisis tersebut dapat diketahui bahwa  terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan student engagement.
PENGARUH ANONIMITAS TERHADAP CYBERBULLYING PADA PENGGEMAR K-POP TWITTER Helva Amry; Mario Pratama
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 1 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v8i1.2021.262-270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh anonimitas terhadap cyberbullying pada penggemar K-Pop twitter. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Subjek berjumlah 102 yang merupakan penggemar K-Pop dan aktif menggunakan twitter. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner yang disebar secara online menggunakan googleform. Kuisioner penelitian ini menggunakan alat ukur anonimitas dan cyberbullying  yang menggunakan skala likert. Penelitian menggunakan alat ukur anonimitas yang disusun Chairunnisa (2018) dan alat ukur cyberbullying yang disusun oleh Buelga, Postigo, Martínez-Ferrer, Cava & Ortega-Barón (2020).yang kemudian ditranslasi dan adaptasi oleh peneliti. Analisis penelitian ini menggunakan uji regresi yang dibantu dengan SPSS. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai F hitung 14.738 > F tabel (2.70), dapat disimpulkan bahwa dimensi anonimitas (unlinkability, unobservability dan pseudonymity) secara simultan mempengaruhi cyberbullying dikalangan penggemar K-Pop yang aktif menggunakan twitter. Serta koefisien determinasi sebesar 0.311 yang berarti pengaruh anonimitas (pseudonymity, unobservability, unlinkability) terhadap cyberbullying sebesar 31%.
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP PERILAKU CYBERBULLYING MEDIA SOSIAL PADA REMAJA Indah Asmara Putri; Mario Pratama
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.125-`133

Abstract

Cyberbullying merupakan suatu tindakan agresif yang dilakukan secara terus menurus melalui media social, seperti menghina, berkata-kata kasar, memposting foto dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri terhadap perilaku cyberbullying remaja di media social. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode Survey Kuesioner. Sampel dalam penelitian 100 orang remaja yang dilakukan secara random. Peneliti menggunakan skala kepercayaan diri yang dibuat oleh Ardari (2016) berdasarkan aspe-aaspek yang dikemukakan oleh Lauster (1990) dan Skala  cyberbullying yang diadaptasi dari Buelga, Postigo, Martínez-Ferrer, Cava, & Ortega-Barón, (2020). metode analisis data menggunakan teknik uji korelasi Pearson Product Moment dengan menggunakan bantuan SPSS 20 for windows. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan kepercayaan diri terhadap perilaku cyberbullying media social pada remaja dengan diperoleh nilai sig 0.832 ( p < 0,05).
HUBUNGAN ANTARA SELF-CONTROL DENGAN PERILAKU CYBERBULLYING DIMEDIA SOSIAL PADA REMAJA Valen Mutiara Devia; Mario Pratama
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.227-237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara kontrol diri dengan perilaku  Cyberbullying dimedia sosial pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data didapatkan menggunakan angket dengan bantuan media google form yang disebarkan secara online melalui aplikasi WhatsApp dan Instagram. Intrumen penelitian menggunakan skala kontrol diri (X) dan skala perilaku Cyberbullying (Y). Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik nonprobability sampling, subjek dalam penelitian ini berjumlah 103 orang dengan rentang usia 15-22 tahun. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Person Product Moment dan terbih dahulu melakukan uji deskripsi serta uji prasyarat berupa uji linieritas dan uji normalitas dengan bantuan SPSS versi 20. Berdasarkan analisis data mendapatkan hasil penelitian, nilai korelasi antar kedua variabel mendapatkan nilai yang negatif yaitu sebesar -0,496. Sedangkan untuk nilai signifikansi, didapatkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sesuai dengan derajat pedoman pengukuran hubungan dapat diartikan bahwa nilai Person Correlation 0,877 memiliki kekuatan hubungan berkorelasi sempurna. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan negatif dan signifikan antara kontrol diri dengan perilaku cyberbullying di media sosial pada remaja.
KONTRIBUSI KELEKATAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU KENAKALAN REMAJA DI SMPN X KOTA PADANG Nanda Merlita; Mario Pratama
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 9 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i9.2022.3355-3363

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang diberikan kelakatan orang tua terhadap perilaku kenakalan remaja siswa-siswi di SMPN X Kota Padang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitif. Subjek penelitian adalah siswa-siswi SMPN X Kota Padang berusia 12-18 tahun. Sampel penelitian diambil melalui teknik Proportionate Sampling. Pada penelitian ini pengambilan data dilakukan dengan kuisioner yang berisikan skala penelitian. Skala yang digunakan adalah skala IPPA-R (Inventory Parents’ and Peer Attachment-Revised) dengan reliabilitas sebesar 0,879 pada skala kelekatan degan ibu dan 0,918 pada skala kelekatan dengan ayah. Pada skala perilaku kenakalan remaja memiliki reliabilitas sebesar 0,824. Hasil data yang telah di dapatkan peneliti dianalisis melalui uji regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS 20 For Window. Hasil dari uji regresi linear berganda menujukan nilai R2 sebesar 0,179. Hal ini mengartikan bahwa kelekatan dengan orang tua berkontribusi sebesar 17,9% dalam mengurangi perilaku kenakalan remaja siswa-siswi SMPN X Kota Padang. Sehingga H1 diterima dan H0 ditolak.
HUBUNGAN ANTARA TRUST DENGAN SELF DISCLOSURE PADA REMAJA PUTRI PENGGUNA TIKTOK: RELATIONS BETWEEN TRUST AND SELF DISCLOSURE IN TIKTOK USERS OF TEENAGE GIRLS Pradana Yitami Boer; Mario Pratama
Jurnal Psikologi Jambi Vol. 7 No. 02 (2022): Jurnal Psikologi Jambi
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpj.v7i02.22455

Abstract

ABSTRACTIntroduction There is an increase in the use of social media, one of which is TikTok social media which is dominated by teenagers, especially young women. The aim of this research is to find out the relationship between trust and self disclosure in young women using TikTok in Padang City. Methods In this study using quantitative methods with a population of young women who are domiciled in the city of Padang. The sample in this study was 209 respondents and used purposive sampling technique. The measuring instrument uses a trust scale and a self disclosure scale. Results Based on the results of the analysis using product moment analysis, the correlation coefficient (R) = 0.595 with a significant value of p = 0.000 (p <0.05) means that there is a positive relationship between trust and self-disclosure in young women using TikTok in Padang City. Conclusions Thus, it shows that the higher the trust, the higher the level of self-disclosure among young women using TikTok in Padang City. Keywords: trust, self disclosure, adolescent women using TikTok ABSTRAK Pendahuluan Terjadinya peningkatan penggunaan media sosial, salah satunya media sosial TikTok yang didominasi oleh remaja khususnya remaja putri. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara trust dengan self disclosure pada remaja putri pengguna TikTok di Kota Padang. Metode Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi remaja putri yang domisili di Kota Padang. Sampel pada penelitian ini adalah 209 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur menggunakan skala trust dan skala self disclosure. Hasil Berdasarkan hasil analisis menggunakan analisis product moment didapatkan koefisien yang korelasi (R) = 0.595 dengan nilai signifikan sebesar p= 0,000 (p< 0,05) artinya terdapat hubungan yang positif antara trust dengan self disclosure pada remaja putri pengguna TikTok di Kota Padang. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi trust maka akan semakin tinggi tingkat self disclosure pada remaja putri pengguna TikTok di Kota Padang. Kata kunci: trust, self disclosure, remaja putri pengguna TikTok
West Sumatra Basketball Coaches Capacity Improvement In Making Physical and Mental Training Programs for Athletes Windo Wiria Dinata; Gumi Langerya Rizal; Mario Pratama
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i1.2313

Abstract

At present, the achievements of basketball in West Sumatra have not shown a significant increase. PERBASI West Sumatra has made various efforts through programs that have been made for basketball achievements in West Sumatra. To overcome this problem, it is necessary to add a program that also pays attention to the coach's side, where the coach is the person who is considered to have the most important role in improving the athlete's ability. This community service activity involved basketball coaches in West Sumatra in general and Pariaman City in particular. This trainer capacity building activity begins on 20-21 August 2022, at 09.00-12.00 WIB and takes place on the second floor of the LKAAM Building, Pariaman City, Pauh Barat Village, Central Pariaman District. Submission The physical exercise material presented recommends following the principles of Frequency, Intensity, Time, and Type. As for mental training, it is recommended to apply methods such as imagery and visualization as well as relaxation. The activity was attended by 25 participants. On the first day, the material for physical training was discussed, while the second day for mental training was the subject of discussion. Based on the results of the evaluation, it can be concluded that the participation of the basketball coaches and sports teachers who took part in this activity was quite good and the coaches and sports teachers also looked enthusiastic and enthusiastic.