Muhammad Nizar
UIN Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PANDANGAN ISLAMISIS TERHADAP HADIS NABI (Kritik Pemikiran G.H.A Juynboll) Muhammad Nizar
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 3 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Berbagai anggapan Islamisis atau yang lebih di kenal dengan Orientalis, menyatakan bahwa Hadis merupakan z}anni> al-wuru>d. Hal ini bisa dilihat dari pernyataan G.H.A Juynboll bahwa ia menolak keras hadis ah}ad dengan beberapa teorinya seperti common link atau diving strand. Penolakan keras terhadap Hadis ah}ad ini tidak hanya dikemukan oleh Juynboll. Hal senada juga diungkapkan oleh Joseph Schacht. Jika diamati lebih seksama, khazanah Hadis mayoritas jalur ah{ad dikarenakan sangat jarang sekali hadis yang mutawa>tir. Jika kaum Islamisis menolak hadis ah}ad, maka dapat dipastikan secara tidak langsung menolak Hadis sebagai landasan hukum (maqa>s{id al-shari’>ah).
HADIS DALAM PANDANGAN MUHAMMAD NAS}R AL-DI>N AL-ALBA>NI Muhammad Nizar
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 4 No 2 (2019): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis merupakan salh satu disiplin keilmuan yang menjadi pusat perhatian yang melahirkan beberapa tokoh yang melahirkan gagasan dan pemikiran kontemporer dalam bidang hadis. Seperti halnya Muhmmad Nas}r al-Di>n al-Alba>ni>, salah satu tokoh yang mencurahkan hidupnya mengkaji bidang hadis. Beberapa buah pemikirannya ini dianggap kontroversial karena sangat berlawanan dengan mayoritas ulama hadis pada umumnya. Selain kontroversi, ia juga dinilai tidak konsisten dalam menetapkan sebuah kualitas hadis. Namun, berbagai stereotype yang disematkan pada albani, ia tetap dianggap sebagai salah satu tokoh pembaharu dalm bidang kajian hadis. Namun, dari kejeniusannya ini, al-Alba>ni> banyak menuai kritikan dari beberapa ulama sezamannya dan juga setelahnya. Dikarenakan ia tidak mempunyai guru langsung dalam belajar ilmu hadis dan juga dalam menetapkan status hadis pun terjadi sebuah pertentangan (ta’a>rud}) dengan mayoritas ulama.