Ali Sofyan
Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK ULAMA NAHDLATUL WATHAN PANCOR DALAM MEMBENTUK OPINI PUBLIK PADA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN TAHUN 2019 Ali Sofyan; Puji Laksono; Muhammad Chabibi
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 5 No 2 (2020): Dakwah Islam dan Komunikasi
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/altsiq.v5i2.965

Abstract

Pada momentum pemilihan umum Presiden 2019, karisma seorang ulama sangat bermanfaat bagi aktor-aktor politik untuk menjaring suara masyarakat kelas bawah. Realitas semacam ini terjadi di Nusa Tenggara Barat terkhususnya di Pulau Lombok yang mayoritas pemeluk agama Islam. Basis ke-Islam-an masyarakat Lombok mayoritas berafiliasi pada golongan tradisionalis, dalam hal ini Nahdlatul Wathan (NW). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi politik ulama Nahdlatul Wathan Pancor dalam membentuk opini publik pada pemilihan umum Presiden tahun 2019. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori agenda setting. Adapun yang menjadi informan adalah tokoh ulama Nahdlatul Wathan Pancor, anggota Bawaslu Kabupaten Lombok Timur, dan dari kalangan masyarakat atau nahdliyin. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara langsung dan wawancara mendalam. Validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam membentuk opini publik pada pemilihan umum Presiden tahun 2019, Strategi komunikasi politik yang dilakukan ulama NW Pancor adalah dengan menyelenggarakan berbagai agenda-agenda politik. Agenda politik yang telah diselenggarakan antara lain : Pengajian silaturrahim calon Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, Kuliah umum kebangsaan oleh Surya Paloh, Silaturrahmi Perjuangan Nahdlatul Wathan, Pengajian akbar peringatan isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kampanye dan deklarasi Tuan Guru untuk Jokowi-Ma’ruf.