Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EVALUASI KINERJA UNIT KOAGULASI DAN FLOKULASI WASTE WATER TREATMENT LIMBAH POND C-304 DI LABORATORIUM UNIT SINTESIS Nurhidayah Nurhidayah; Dian Farkhatus Solikha
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.9

Abstract

PT DyStar Colours Indonesia, merupakan salah satu pabrik penghasil zat warna tekstil terbesar di Indonesia kapasitas produksi 33 Ton/hari, 1000 Ton/bulan dan 12000 ton/ tahun. Begitupun limbah yang dihasilkan pada semua unit sintesis merupakan penghasil limbah terbanyak yaitu sekitar 9-10 ton/hari, pada unit milling limbah yang dihasilkan sekitar 6ton/hari dan unit draying limbah yang dihasilkan sekitar 5 ton/hari. Limbah Cair Pond C-304 adalah limbah buangan dari semua unit proses, biasanya limbah diberikan kepada pihak ke tiga untuk dilakukan pengolahan limbah oleh perusahaan tersebut, namun saat ini PT DyStar Colours Indonesia berencana membangun unit pengolahan limbah yang bertujuan untuk mengubah air limbah menjadi air prosess.Berkenaan dengan hal tersebut maka diperlukan penelitian skala laboratorium dimana dilakukan lima tahap perlakukan atas sampel limbah pond C-304. Lima tahap perlakuan tersebut meliputi tahap pengenceran sampel, tahap koagulasi, tahap flokulasi, tahap penyaringan, dan tahap adsorbsi. Sampel disiapkan yaitu sampel 1 (100 : 700) dan sampel 2 (100 :800). Dimana pada tahap penyaringan dibedakan dengan mengunakan penyaring berupa Pasir silika GB 1, Pasir silika GB 2, dan karbon aktif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka Pada sampel 1 (100 : 700) dan sampel 2 (100 : 800), adsorben paling efektif adalah karbon aktif, karena nilai pH yang dihasilkan lebih netral, nilai Solid Content dan Conductivity lebih kecil daripada pasir silika GB 1 dan GB 2. Bila dibandingkan penggunaan pasir silika maka lebih efektif dengan menggunakan pasir silika GB 1 karena dilihat dari Solid Content nya yang lebih rendah di banding pasir silika GB 2.
Analisa Kualitatif Dan Kuantitatif Sampel Laws-02 Dan SF-02 Menggunakan Metode GC-MS Dian Farkhatus Solikha; Rifqi Ramadhan
Jurnal Migasian Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i1.66

Abstract

Low Aromatic White Spirit-02 (LAWS-02) dan Smooth Fluida-02 (SF-02) merupakan produk yang dihasilkan dari fraksi ringan non-bbm yang digunakan sebagai pelarut dan bahan kimia khusus (special chemical). Analisa LAWS-02 dan SF-02 menggunakan GC-MS dilakukan untuk mengetahui secara kualitatif dan kuantitatif kandungan dari senyawa LAWS-02 dan SF-02 tersebut. Hasil uji kandungan dari senyawa LAWS-02 dan SF-02 harus diperoleh data yang on-spec atau sesuai data standar. Melalui pengujian sampel LAWS-02 menggunakan GC-MS dapat diketahui kandungan komponen senyawa terbesar yaitu Dekana (C10) sebesar 315116,3357 ppm. Sedangkan dari sampel SF 02 yang diuji dapat diketahui kandungan komponen senyawa terbesar yaitu Dodekana (C12) sebesar 107647,4950 ppm. Berdasarkan data yang didapat maka LAWS-02 sesuai dengan fraksi asal yaitu fraksi kerosin (C10-C14). Adapun SF-02 juga sesuai dengan fraksi asal yaitu fraksi heavy gas oil (C16-C28).
BANYAK YEAST YANG TERKANDUNG PADA PROSES FERMENTASI MOLASSES: DAMPAKNYA TERHADAP KUANTITAS ETHANOL YANG DIHASILKAN DI PT INDO ACIDATAMA KARANGANYAR Dian Farkhatus Solikha; Fathin Firyal Abir
Gema Wiralodra Vol. 11 No. 1 (2020): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v11i1.107

Abstract

Fermentasi sebagai industri dimulai awal 1900, dengan produksi dari enzim mikroba, asam organik, dan yeast. PT Indo Acidatama Tbk merupakan penghasil Ethanol terbesar di Indonesia. Fermentasi merupakan proses yang memanfaatkan kemampuan mikroba untuk menghasilkan metabolit primer dan metabolit sekunder dalam suatu lingkungan yang dikendalikan Mikroba itu mengunakan Saccharomyces cereviceae. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui proses pembuatan ethanol dari Molasess, mengetahui pengaruh banyak yeast yang terhadap kuantitas ethanol yang dihasilkan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yeast pada proses pembuatan ethanol. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Proses pembuatan ethanol dari Molasess pada plant alkohol di PT. Indo Acidatama Tbk mencakup tiga proses yaitu Seed Fermenteryang Seed Fermentor, Pre Fermentor dan Main Fermentor. Tanki Seed Fermentor terdiri atas tiga tanki, yaitu tanki dengan kode 209 A,B dan C. Tanki Pre Fermentor terdiri atas tanki dengan kode FB 210, 211 dan 212. Sedangkan untuk tanki Main Fermenter memiliki enam tanki dengan tiga tanki berkapasitas 750 m3 (tanki dengan kode FB 213, 214 dan 215), sedangkan tiga tanki lainnya memiliki kapasitas 1000 m3 (tanki dengan kode FB 216, 217 dan 218). Pengaruh banyak yeast yang terkandung pada proses fermentasi molasse terhadap kuantitas ethanol yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa apabila jumlah yeast yang terkandung (Cell/ml) memiliki jumlah yang tinggi maka persentase alkohol yang dihasilkan semakin tinggi. Terbentuknya yeast pun sangat dipengaruhi faktor pendukung yaitu faktor eksternal berupa suhu ruang inkubasi saat fermentasi sedang berlangsung, pH air campuran, untuk faktor internal berupa campuran dari Urea dan asam fosfat.
Pre Screening Surfaktan untuk Injeksi Chemical EOR di Lapangan X Dian Farkhatus Solikha
Gema Wiralodra Vol. 12 No. 1 (2021): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v12i1.150

Abstract

Produksi minyak di Indonesia terus mengalami penurunan, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan minyak bumi dalam negeri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak bumi adalah dengan melalui teknik Enhanced Oil Recovery (EOR). Surfaktan atau surface active agent adalah molekul-molekul yang mengandung gugus hidrofilik (suka air) dan hidropobik (suka minyak/lemak) pada molekul yang sama. Pre screening surfaktan untuk EOR Kompatibilitas, IFT,Phase Behavior, Filtration Ratio, Thermal Stability, Core Plooding. Hasil pengamatan kompatibilitas di pelarut aquadest untuk 4 surfaktan yaitu I 6101, K2111, A 3299 dan B 991 semua surfaktan larut di dalam aquadest. Sedangkan untuk pelarut WP lapangan X untuk Surfaktan I 6101 dan K 2111 larutan berubah menjadi milky, sedangkan untuk surfaktan A 3299 dan B991 dua surfaktan ini larut di dalam WP lapangan X. untuk hasil pengamatan phase behavior di surfaktan A 3299 DI 2% hasil emulsi nya berada di fasa bawah dan winsor 1 dari pengamtan hari pertama sampai pengamatan hari ke-6. Untuk surfaktan B 991 pengamtan phase behavior di konsentrasi 2%,2.5% dan 3% untuk hari pertama pengamtan emulsi terlihat di fasa bawah dan winsor I, seiring berjalan nya waktu emulsi mulai terkumpul di fasa tengah atau mulai masuk dalam winsor III. Berdasarkan hasil pengujian kompatibilitas dan phase behavior dengan berdasarkan ketentuan SKK migas dapat disimpulkan surfaktan yang lolos uji kompatibilitas adalah surfaktan A 3299 dan B 991, sedangkan untuk surfaktan yang lolos di pengujian Phase behavior adalah surfaktan B 991. Kata Kunci: EOR, Surfaktan, Phase Behavior, Pre-Screening, Kompatibilitas
PENGUJIAN FLASH POINT PADA SAMPEL BIOSOLAR B-30 DAN PENGUJIAN TOTAL ACID NUMBER (TAN) PADA SAMPEL FEEDSTOCK C PT X LABORATORIUM FUEL TERMINAL BBM BANDUNG GROUP - UJUNGBERUNG Yully Mulyani; Dian Farkhatus Solikha; Winingsih Oktaviani
Jurnal Migasian Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v6i1.198

Abstract

Flash Point is the lowest temperature of the fuel, where if the fuel is brought close to a fire, it will ignite easily. The sample used in the flash point test is biodiesel B-30, this flash point test method uses the ASTM D 93 standard by the Pensky-Martens closed cup flash point tool. Process variables that affect flash point testing are temperature, density and pressure. The results of the flash point test with the highest flash point value are sample 4 with a value of 65.0℃, while the results of the flash point test with the lowest flash point value are sample 1 with a value of 52.0. Total Acid Number (TAN) is a combination of weak and strong acids in fuel. The sample used in the Total Acid Number (TAN) test is diesel blending feedstock C, the Total Acid Number (TAN) test method uses the ASTM D 664 standard by the Automatic Potentiometric Titrator AT -710. The process variable that affects the Total Acid Number (TAN) test is the oxidation reaction. The results of the Total Acid Number (TAN) test, the lowest acid content is diesel + feedstock C 0.3% sample with a value of 0.05527 mg KOH/gr, while the highest acid content is diesel + feedstock C 0.2% sample. with a value of 0.06708 mg KOH/gr Keywords: American Standard Testing and Material (ASTM), Blending Feedstock C, Biosolar B-30, Flash Point, Total Acid Number (TAN).
EVALUASI KINERJA UNIT KOAGULASI DAN FLOKULASI WASTE WATER TREATMENT LIMBAH POND C-304 DI LABORATORIUM UNIT SINTESIS Nurhidayah Nurhidayah; Dian Farkhatus Solikha
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.9

Abstract

PT DyStar Colours Indonesia, merupakan salah satu pabrik penghasil zat warna tekstil terbesar di Indonesia kapasitas produksi 33 Ton/hari, 1000 Ton/bulan dan 12000 ton/ tahun. Begitupun limbah yang dihasilkan pada semua unit sintesis merupakan penghasil limbah terbanyak yaitu sekitar 9-10 ton/hari, pada unit milling limbah yang dihasilkan sekitar 6ton/hari dan unit draying limbah yang dihasilkan sekitar 5 ton/hari. Limbah Cair Pond C-304 adalah limbah buangan dari semua unit proses, biasanya limbah diberikan kepada pihak ke tiga untuk dilakukan pengolahan limbah oleh perusahaan tersebut, namun saat ini PT DyStar Colours Indonesia berencana membangun unit pengolahan limbah yang bertujuan untuk mengubah air limbah menjadi air prosess.Berkenaan dengan hal tersebut maka diperlukan penelitian skala laboratorium dimana dilakukan lima tahap perlakukan atas sampel limbah pond C-304. Lima tahap perlakuan tersebut meliputi tahap pengenceran sampel, tahap koagulasi, tahap flokulasi, tahap penyaringan, dan tahap adsorbsi. Sampel disiapkan yaitu sampel 1 (100 : 700) dan sampel 2 (100 :800). Dimana pada tahap penyaringan dibedakan dengan mengunakan penyaring berupa Pasir silika GB 1, Pasir silika GB 2, dan karbon aktif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka Pada sampel 1 (100 : 700) dan sampel 2 (100 : 800), adsorben paling efektif adalah karbon aktif, karena nilai pH yang dihasilkan lebih netral, nilai Solid Content dan Conductivity lebih kecil daripada pasir silika GB 1 dan GB 2. Bila dibandingkan penggunaan pasir silika maka lebih efektif dengan menggunakan pasir silika GB 1 karena dilihat dari Solid Content nya yang lebih rendah di banding pasir silika GB 2.