Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH TEMPERATUR INLET TERHADAP EFISIENSI KINERJA KOMPRESOR CENTRIFUGAL C.101.At Yully Mulyani
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i1.2

Abstract

Centrifugal Gas Compressor adalah salah satu kompresor yang paling mudah untuk menaikkan tekanan gas dengan aliran yang kontinyu. Prinsip Kerja Centrifugal Gas Compressor adalah mengubah energi kecepatan dari gas menjadi energi tekanan untuk proses kompresi. Perlu dilakukan usaha untuk menjaga performance dari kinerja kompresor, yaitu dengan cara evaluasi performance kompresor. Dari data kondisi operasi yang diambil pada bulan Mei 2015 tercatat kondisi performance kompresor C.101.AT, harga efisiensi kinerja kompresor politropik rata-rata sebesar 76.39 % , efisiensi kinerja kompresor rata-rata sebesar 96.98% dengan kondisi operasi temperatur inlet rata-rata sebesar 80 oF, tekanan inlet rata-rata 171 Psig, flow inlet rata-rata sebesar 25 MMscfd, Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur inlet yang masuk ke kompresor maka semakin efisien kinerja kompresor tersebut, dimana hasil yang menunjukkan pernyataan tentang hubungan antara temperatur dengan efisiensi kompresor.
Analisa Lifetime Katalis Pada Reaktor Fix Bed Di Catalytic Condensation Unit Light End Unit Yully Mulyani; Ivan Fadila
Jurnal Migasian Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i2.176

Abstract

Konfigurasi kilang difokuskan pada pengubahan kandungan residu yang dominan pada minyak mentah berat tersebut menjadi produk-produk yang lebih berharga. Light End Unit (LEU) merupakan secondary processing yang dibangun untuk mengolah top product dari main column pada unit Residue Catalytic Cracking (RCC). Dalam LEU terdapat 5 bagian unit salah satunya Unit 20 Catalytic Condensation Unit (CCU). Unit 20 ini mengolah Butane mix dari unit 19 Propylene Recovery Unit (PRU) dan dihasilkan produk utama polygasoline dengan angka oktan yang tinggi. Produk lainnya yang dihasilkan adalah butane untuk blending LPG. Dalam unit CCU terdapat 3 reaktor yang merupakan tempat terjadinya reaksi polymerisasi yang dibantu oleh katalis. Reaktor yang digunakan dalam unit ini bertipe Fix Bed Reactor yang berarti katalis tetap berada didalam reaktor. Sehingga sewaktu – waktu katalis dapat mengalami rusak/deaktivasi. hasil lifetime katalis berguna sebagai perkiraan waktu penggantian katalis. Berdasarkan hasil evaluasi lifetime katalis, diperoleh data terakhir lifetime sebesar 0,124 m3/kg dari lifetime design 0,75 m3/kg. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi katalis pada kurun waktu yang dievaluasi belum mengalami deaktivasi sehingga belum perlu dilakukan penggantian. Data yang diperoleh untuk rata-rata produksi polygasoline masih dibawah design dengan rata-rata nilai end point dari produk polygasoline sebesar 201⁰C dan syarat maksimal adalah 205⁰C. Rata-rata RON adalah >100 dengan syarat minimal 98. Sedangkan rata-rata RVP adalah 6,06 Psig untuk syarat RVP maksimal 6,5 Psig.
Analisa Uji Sifat Penguapan Pada Gasoline Indah Dhamayanthie; Shelly Octaviana; Yully Mulyani
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2018): The 2nd Conference on Innovation and Industrial Applications (CINIA 2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.105 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3429

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui metode yang digunakan untuk mengukur sifat penguapan pada gasoline dan untuk mengetahui dan memahami spesifikasi yang diperbolehkan untuk gasoline menguap. Pengujian yang  dilakukan terdapat 4 sampel gasoline yaitu premium, pertalite, pertamax dan pertamax plus. Sampel kemudian diuji sifat penguapannya dengan mengacu ke ASTM D 323 untuk RVP (Reid Vapour Pressure) dan ASTM D 86 untuk distilasi. Dari pengujian Semakin besar nilai RVP pada gasoline makin rendah juga temperature yang didapat dari pengujian distilasi 10% volume penguapan yang mempengaruhi semakin mudahnya motor dinyalakan pada kondisi dingin. Semakin tinggi RVP dari gasoline makin rendah pula temperature yang didapatkan pada pengujian distilasi 90% volume penguapan ini akan mempengaruhi kemudahan pada pendistribusian bahan bakar ke setiap silinder mesin. Pada pengujian semakin tinggi angka oktan dari suatu bahan bakar bensin (gasoline), maka akan semakin bagus pula sifat penguapannya baik dari hasil uji distilasi maupun uji RVP nya. Dari hasil pengujian yang dilakukan baik pengujian distilasi atau RVP ke empat sampel beda angka oktan tersebut tidak kurang dari batas maksimum  dan minimum spesifikasi uji sifat penguapan yang dikeluarkan dirjen migas tahun 2013.
PENGUJIAN FLASH POINT PADA SAMPEL BIOSOLAR B-30 DAN PENGUJIAN TOTAL ACID NUMBER (TAN) PADA SAMPEL FEEDSTOCK C PT X LABORATORIUM FUEL TERMINAL BBM BANDUNG GROUP - UJUNGBERUNG Yully Mulyani; Dian Farkhatus Solikha; Winingsih Oktaviani
Jurnal Migasian Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v6i1.198

Abstract

Flash Point is the lowest temperature of the fuel, where if the fuel is brought close to a fire, it will ignite easily. The sample used in the flash point test is biodiesel B-30, this flash point test method uses the ASTM D 93 standard by the Pensky-Martens closed cup flash point tool. Process variables that affect flash point testing are temperature, density and pressure. The results of the flash point test with the highest flash point value are sample 4 with a value of 65.0℃, while the results of the flash point test with the lowest flash point value are sample 1 with a value of 52.0. Total Acid Number (TAN) is a combination of weak and strong acids in fuel. The sample used in the Total Acid Number (TAN) test is diesel blending feedstock C, the Total Acid Number (TAN) test method uses the ASTM D 664 standard by the Automatic Potentiometric Titrator AT -710. The process variable that affects the Total Acid Number (TAN) test is the oxidation reaction. The results of the Total Acid Number (TAN) test, the lowest acid content is diesel + feedstock C 0.3% sample with a value of 0.05527 mg KOH/gr, while the highest acid content is diesel + feedstock C 0.2% sample. with a value of 0.06708 mg KOH/gr Keywords: American Standard Testing and Material (ASTM), Blending Feedstock C, Biosolar B-30, Flash Point, Total Acid Number (TAN).
PENGARUH TEMPERATUR INLET TERHADAP EFISIENSI KINERJA KOMPRESOR CENTRIFUGAL C.101.At Yully Mulyani
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i1.2

Abstract

Centrifugal Gas Compressor adalah salah satu kompresor yang paling mudah untuk menaikkan tekanan gas dengan aliran yang kontinyu. Prinsip Kerja Centrifugal Gas Compressor adalah mengubah energi kecepatan dari gas menjadi energi tekanan untuk proses kompresi. Perlu dilakukan usaha untuk menjaga performance dari kinerja kompresor, yaitu dengan cara evaluasi performance kompresor. Dari data kondisi operasi yang diambil pada bulan Mei 2015 tercatat kondisi performance kompresor C.101.AT, harga efisiensi kinerja kompresor politropik rata-rata sebesar 76.39 % , efisiensi kinerja kompresor rata-rata sebesar 96.98% dengan kondisi operasi temperatur inlet rata-rata sebesar 80 oF, tekanan inlet rata-rata 171 Psig, flow inlet rata-rata sebesar 25 MMscfd, Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur inlet yang masuk ke kompresor maka semakin efisien kinerja kompresor tersebut, dimana hasil yang menunjukkan pernyataan tentang hubungan antara temperatur dengan efisiensi kompresor.