This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

PROFIL PSIKOLOGIS SIMPTOM PSIKOPATIK PADA NARAPIDANA WANITA KASUS PEMBUNUHAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA WANITA SUKAMISKIN – BANDUNG Aris Budi Utomo
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.379 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.10121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran mental health pada narapidana wanita dan kaitannya dengan kepribadian psikopatik. Sebanyak 7 narapidana dengan kasus pembunuhan dipilih berdasarkan hasil screening data. Tiga faktor yang menjadi pertimbangan, yaitu: motif kejahatan, residivis, dan rekomendasi dari petugas sipir. Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama 2 minggu, bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Sukamiskin - Bandung. Rancangan penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk memperoleh: 1) gambaran mental health, 2) klasifikasi gangguan psikopatik dan 3)  simptom psikopatik yang dominan. Pengambilan data, dilakukan dalam dua bentuk, yaitu: individual assessment dengan menggunakan 1) General Health Questionnaire-28 (GHQ)–28, dan 2) Psychopathic Checklist – Revised (PCL – R) dan  individual assessment in group setting dengan menggunakan games. Pengolahan data selanjutnya dilakukan dalam bentuk kualitatif untuk menjadi suatu bentuk gambaran deksriptif umum. Hasil yang diperoleh, yaitu: 1) gambaran mental health yang diperoleh dari 7 orang narapidana yaitu dua orang subjek mengalami stres sedangkan 5 orang lainnya berada pada kondisi mental health yang sehat tanpa merasa stres; 2) Satu orang tergolong psikopat; 3) Lima lainnya memiliki kecenderungan psikopat, dan 4) Satu memililiki kecenderungan rendah untuk menjadi psikopat.  Selain itu, terdapat 2 simptom psikopatik yang dominan yaitu: pathological lying, dan impulsiveness. Kesimpulan dan rekomendasi terhadap 7 orang narapidana pembunuhan di atas adalah bahwa 1 orang yang tergolong psikopat perlu pembinaan psikoedukasi yang intensif dan pemisahan ruangan. 1 orang kecenderungan psikopat rendah perlu di konseling sebagai preventif, dan 5 orang yang masih tergolong mental health sehat tanpa stres perlu dilatih untuk tidak berbohong akan masalah serta pengendalian akan impulsivitasnya.