Endang Gunawan
Pusat Kajian Hortikultura Tropika, Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Jl. Raya Pajajaran, Bogor 16141, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Selection of the Best Method of Soil Phosphorus Test for Tomato (Solanum lycopersicum L.) on Andisols Gunawan, Endang; Susila, Anas D; Santosa, Edi; Sutandi, Atang
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.65362

Abstract

Determination of recommendations for phosphorus (P) based on soil tests for tomato in Andisol has not been done in Indonesia. Beginning with the making of P soil status in IPB Research Station Pasirsarongge Cianjur and followed by a correlation test in PKHT IPB greenhouse Tajur Bogor West Java, from November 2015 to April 2016. The objective was to select the best extraction method of P Andisols for tomato. This research used a single-location approach; with a randomized block design. The treatments were soil P status by application of phosphoric acid solution (H3PO4) with five rates of P : 0, ¼,X, ½X, ¾X, and X. X was the P rate of 2240 kg P ha-1 was applied to achieve maximum P concentration in the soil. H3PO4 solution was applied to the bed surface and incubated for 4 months to obtain different P nutrient statuses. A study of the Correlation test conducted in the greenhouse used the 4 month incubated soil. Analysis of soil P using five extraction methods: Bray 1 (HCl 5N), HCl 25%, Morgan Wolf (NaC2H3O2.3H2O), Mechlich (HCl 0.05N + H2SO4 0.025N) dan NH4OAc (NH4OAc, pH 7). The results showed differences in response of plant height and biomass dry weight on nutrient status of Andisols P. Quandratic response pattern was shown in tomato plant height at 7 weeks after planting and biomass dry weight. The best Andisols P extraction method for tomato is Morgan Wolf, with a correlation coefficient (r) was 0.79. Keywords: biomass, extraction method, greenhouse, H3PO4, Morgan Wolf
Penetapan Rekomendasi Pemupukan K untuk Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada Tanah Andisol Melalui Uji Tanah Gunawan, Endang; D. Susila, Anas; Santosa, Edi
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Penetapan rekomendasi dosis kalium (K) berdasarkan uji tanah untuk tanaman tomat pada tanah Andisol belum banyak dikaji di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rekomendasi pemupukan kalium (K) pada tanaman tomat di tanah Andisol berdasarkan uji tanah. Tahapan penelitian meliputi penetapan status hara K tanah, uji korelasi K di rumah kaca, uji kalibrasi K di lapangan, serta penentuan rekomendasi pemupukan K. Penetapan status hara K tanah dilakukan dengan enam tingkat ketersediaan K dari sangat rendah hingga sangat tinggi (0, ¼X, ½X, ¾X, dan X), di mana X merupakan nilai tertinggi serapan hara K tanah sebesar 413.4 kg K ha-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan lokasi tunggal dengan rancangan acak kelompok sebanyak lima ulangan. Hara K diinkubasi selama empat bulan, kemudian dilakukan pengambilan sampel tanah untuk analisis kandungan K. Uji korelasi dilakukan di rumah kaca dengan rancangan acak lengkap lima ulangan, sedangkan uji kalibrasi di lapangan menggunakan rancangan petak terbagi dengan rancangan acak kelompok lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi K terbaik untuk tanah Andisol pada tanaman tomat adalah NH₄OAc. Batas ketersediaan hara K-NH₄OAc ditetapkan sebagai sangat rendah (<84 ppm K), rendah (84–<121 ppm K), sedang (121–<202 ppm K), serta tinggi dan sangat tinggi (>202 ppm K). Kebutuhan K untuk hasil maksimum tomat pada tingkat kesuburan sangat rendah, rendah, dan sedang berturut-turut adalah 442, 363, dan 298 kg K₂O ha-1, sedangkan untuk hasil optimum berturut-turut sebesar 426, 348, dan 283 kg K₂O ha-1.  Kata kunci: hara K, NH4OAc, uji kalibrasi, uji korelasi