Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Zuriat

Potensi Hasil dan Mutu Varietas Introduksi Tembakau Burley Fatkhur Rochman; , Suwarso; A. S. Murdiyati
Zuriat Vol 17, No 2 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i2.6734

Abstract

Tembakau burley telah diusahakan di Indonesia sejak tahun 1957 di beberapa daerah antara lain Lumajang, Klaten dan Mojokerto. Introduksi varietas memiliki beberapa keuntungan, yaitu (1) mendapatkan varietas unggul baru secara cepat, (2) Dapat dijadikan bahan seleksi sebagai calon varietas unggul baru, (3) Digunakan sebagai sumber gen yang diperlukan dalam program pemuliaan. Varietas unggul hasil introduksi belum tentu bersifat unggul seperti di daerah asalnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi hasil dan mutu serta respon varietas introduksi terhadap penyakit utama di Indonesia. Penelitian dilaksanakan tahun 2004 di dua lokasi yaitu 1) di desa Kabuaran Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada ketinggian tempat ± 25 m di atas permukaan laut dan 2) di desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang-Jawa Timur pada ketinggian tempat ± 650 m di atas permukaan laut, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi krosok, indek mutu dan indek tanaman varietas introduksi tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding (Ky 17). Indek tanaman relatif varietas TN 90 dan NC 3 masih fluktuatif (tidak konsisten). Indek tanaman aktual varietas TN 90 di Kabuaran, Kunir lebih tinggi 19.29% dibanding Ky 17, dan indek tanaman aktual NC 3 di Oro-oro Ombo, Pronojiwo lebih tinggi 7.29% dibanding Ky 17. Penyakit yang muncul pada varietas introduksi adalah penyakit-penyakit yang sering dijumpai pada pertanaman tembakau di Indonesia seperti Mosaik, TEV, TLCV, lanas (Phytophthora nicotianae) dan nematoda Meloidogyne spp. Dengan tingkat serangan rendah. Tidak dijumpai panyakit lain atau penyakit baru.
Cara pewarisan beberapa karakter agronomis pada tembakau yogya voor oogst Fatkhur Rochman; Abdul Rachman S; Rusim Mardjono; Anik Herwati
Zuriat Vol 2, No 2 (1991)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v2i2.6792

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian untuk mengetahui parameter genetis dari tanaman tembakau 'Yogya Voor Oogst' ('Yogya VO'). Tanaman tetua, F1 dan F2 ditanam serentak dalam suatu petak tanah di Kebun Percobaan Kalipare-balittas-Malang. sepuluh sifat agronomis dari persilangan antara kultivar PB/Areal dianalisis aksi gennya, daya warisnya, dan kolerasi genotipnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi dominan lebih pada karakter panjang daun, lebar daun, luas daun relatif, tinggi tanaman dan sudut daun. Luas daun relatif bersifat dominan lebih dan jumlah daun bersifat dominan positif tidak sempurna. Sedangkan umur berbunga bersifat dominan negatif tidak sempurna. Kondisi ini sangat menguntungkan, karena menambah peluang untuk memperoleh tanaman tembakau yang lebih produktif dan berumur genjah.Nilai daya waris (heritabilitas) untuk sifat-sifat agronomis yang diamati memberikan nilai yang tinggi dan cukup tinggi (0.60), kecuali karakter sudut daun dan lebar daun telinga yang memberikan nilai agak rendah dan rendah. Antara karakter panjang daun vs luas daun relatif, lebar daun vs luas daun relatif, tinggi tanaman vs jumlah daun, panjang ruas rata-rata vs sudut daun mempunyai koefisien kolerasi fenotip dan genotip yang positif dan sangat nyata. 
Potensi Hasil dan Mutu Koleksi Plasma Nutfah dan Galur Harapan Tembakau Kasturi Anik Herwati; , Suwarso; M. Sholeh; Fatkhur Rochman
Zuriat Vol 12, No 1 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i1.6683

Abstract

Percobaan dilakukan pada bulan Maret sampai Agustus tahun 1997, di lahan sawah di desa Kranjingan, kecamatan Sumbersari, kabupaten Jember. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kultivar dan galur harapan tembakau Kasturi yang mempunyai potensi hasil dan mutu tinggi. Perlakuan terdiri atas tujuh galur harapan (S.2153/1/12, S.2153/1/11, S.358/2/3/11, S.2156/1/3, S.358/1/10/4/ 1/1, S.2293/1, S.2155/1/7/1); dan empat kultivar dari koleksi plasma nutfah (Kasturi Ledokombo, Kasturi Mawar, Kasturi, dan Kasturi Bentoel), sebagai pembanding adalah kultivar Jepun (yang berkembang di petani). Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali. Dari hasil pengujian didapatkan tujuh genotipe yang lebih tinggi hasilnya dibandingkan dengan Jepun yaitu: Kasturi Ledokombo (1.77 ton ha-1), S.2153/1/12 (1.75 ton ha-1), S.2153/1/11 (1.67 ton ha-1), S.358/2/3/11 (1.66 ton Ha-1), Kasturi Mawar (1.65 ton ha-1), S.2156/1/13 (1.63 ton ha-1), S.2155/1/7/1 (1.57 ton ha-1). Indeks tanaman genotipe yang lebih tinggi dari Jepun adalah: Kasturi Ledokombo (144.23), S.2153/1/12 (140.35), S.2153/1/11 (134.72), S.358/2/3/11 (133.16), Kasturi Mawar (131.42), S.2156/1/13 (124.95).
Korelasi Komponen Hasil dengan Hasil pada Beberapa Genotipe Kapas Anik Herwati; Rusim Mardjono; Fatkhur Rochman
Zuriat Vol 4, No 1 (1993)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v4i1.6630

Abstract

Penelitian untuk mempelajari korelasi komponen hasil dengan hasil dilakukan di KP Karangploso, Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat, Malang, dengan menggunakan delapan genotipe kapas yaitu Siokra, Tak Fa 1/104, Tak Fa 1/111, Reba P-279, Deltapine 55, Tamcot Sp-37, A4 x 6M-3-37 dan 8163-10W-80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara jumlah cabang vegetatif, jumlah cabang generatif dan jumlah bunga mempunyai korelasi positif nyata dengan hasil kapas berbiji, sedangkan jumlah buah berkorelasi positif sangat nyata.