Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JOURNAL AGRIBUSINESS

STRATEGI PENGENDALIAN IMPOR HORTIKULTURA Iskandar Andi Nuhung
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 7, No 2 (2013): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.798 KB) | DOI: 10.15408/aj.v7i2.5177

Abstract

Selama ini konsumsi  hortikultura masyarakat Indonesia relatif masih rendah jika dibandinggan negara Asean lainnya apalagi jika dibanding dengan negara maju seperti AS,Eropa dan Jepang. Sehingga dengan kenaikan pendapatan masyarakat mereka meningkatkan konsumsi produk hortikultura (dalam teori ekonomi disebut marginal propensity to consume =MPC masyarakat meningkat). Komoditi hortikultura buah dan sayuran yang memiliki elastisitas permintaan  cukup tinggi, mengisyaratkan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang maka permintaan akan barang tersebut akan semakin naik pula. Oleh karena itu adalah suatu hal yang normal dan  alami jika terjadi impor hortikultura ketika laju pertumbuhan permintaan lebih besar dari laju pertumbuhan suply dari produksi dalam negeri.  Indonesia sebagai negara tropis dan agraris, meskipun memiliki potensi sumber daya alam dan kekayaan genetik yang besar, namun tetap saja harus mengimpor produk pertanian tertentu termasuk produk hortikultura untuk memenuhi kebutuhan permintaan dalam negeri. Dalam era globalisasi saat ini, perdagangan barang dan jasa termasuk produk hortikultura, dihadapkan pada tantangan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Bagi negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk pengembangan hortikultura,dituntut untuk membangun dan mengembangkan strategi untuk mengendalikan impor produk-produk hortikultura, untuk memberi ruang gerak yang leluasa bagi produk dalam negeri untuk menjadi pemain utama di pasar domestik, baik karena pertimbangan ekonomi, sosial, dan kemandirian bangsa. Strategi promosi dan proteksi yang disederhanakan menjadi lima upaya pengendalian impor hortikultura perlu dirumuskan aplikasi dan operasionalisasinya, yang dipedomani oleh semua pihak di pusat dan daerah. Melalui strategi tersebut diharapkan produk hortikultura nasional dapat menjadi tuan dirumah sendiri, karena memiliki kemampuan bersaing yang tinggi.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPOR BERAS DI INDONESIA Yona Namira; Iskandar Andi Nuhung; Mudatsir Najamuddin
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 11, No 2 (2017): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.115 KB) | DOI: 10.15408/aj.v11i2.11843

Abstract

This study aims to 1) identify factors that affect the import of rice in Indonesia 2) analyze the influence of these factors on imports of rice in Indonesia. The data used in this research are time series data from 1994 to 2013 from the Central Statistics Agency (BPS), the Ministry of Agriculture, Ministry of Commerce, National Logistics Agency (Bulog), and Bank Indonesia. Multiple linear regression through SPSS software version 21 was employed to analyze the data. The test results together indicated the variables of productions, consumptions, stocks of rice, domestic rice prices, international rice prices and the rupiah against the US dollar affect the imports of rice in Indonesia.
TELAAHAN KONVERSI TEMBAKAU, SUATU TINJAUAN EKONOMI Iskandar Andi Nuhung
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.136 KB) | DOI: 10.15408/aj.v8i2.5133

Abstract

Para peneliti kesehatan menemukan bahwa, rokok adalah penyebab dominan penyakit kanker,paru-paru dan penyakit serius lainnya. Konvensi Internasional melalui Konvensi Pengendalian Tembakau bertujuan untuk melindungi generasi muda dari penyakit serius yang disebabkan oleh dampak dari rokok. Larangan merokok tersebut, berimbas pada kegiatan pengembangan tembakau diseluruh dunia termasuk  Indonesia. Konversi harus memperhatikan seluruh aspek, baik teknis, ekonomi dan sosial budaya. Jika dipaksakan mengkonversi tembakau dengan komoditi lain, sementara bertambahnya jumlah perokok, maka Indonesia harus mengimpor rokok dengan harga mahal. Pendapatan negara dalam bentuk cukai dan kesempatan kerja yang cukup besar, merupakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan sebelum keputusan konversi dilakukan. Saat ini Indonesia termasuk negara produsen tembakau terbesar ke-lima di dunia. Karena pengembangan tembakau di Indonesia sudah berlangsung lama, sehingga pembudidayaan temabakau dikalangan masyarakat sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Maka diperlukan penelitian untuk mengetahui konversi tembakau dan tinjauannya dalam aspek perekonomian. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa  bisnis tembakau terkait dengan industri rokok serta sektor ekonomi lain yang melibatkan jutaan orang seperti petani maupun karyawan/buruh, maka konversi tembakau harus memperhatikan  Komoditas yang dipilih memiliki nilai ekonomi minimal equal dengan nilai bisnis tembakau. Konversi dilakukan dengan komoditi yang secara teknis spesifik lokasi untuk dikembangkan. Konversi areal dilakukan secara bertahap dan pemerintah memberikan stimulasi penyediaan benih dan pasar produk yang dihasilkan oleh petani. Perlu dilakukan kajian konprehensif dengan memperhatikan segala aspek dan impilkasinya bagi petani, industri, masyarakat dan kepentingan nasional, melalui penyusunan Fesibility Study. Karena bisnis tembakau terkait sektor-sektor pembangunan lainnya, maka perlu dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.