Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menentukan Identitas Kota Tasikmalaya dengan Pendekatan The City Branding Hexagon Yusuf Abdullah; Aa Willy Nugraha
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.549

Abstract

Persaingan bisnis tidak hanya terjadi pada perusahaan melainkan terjadi pada kota. Setiap kota melakukan branding sebagai cara untuk membentuk citra dan membentuk identitas kota tersebut. City branding dibentuk berdasarkan pada potensi kota untuk menciptakan nilai jual kota tersebut dalam menarik perhatian dan menciptakan keputusan masyarakat untuk berkunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas Kota Tasikmalaya melalui pendekatan The City Branding Hexagon dari Simon Anholt (2007), yaitu konsep city branding yang bertujuan untuk menentukan identitas suatu kota. The city branding hexagon terdiri dari indikator kehadiran, potensi, tempat, orang, semangat, dan prasyarat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tasikmalaya membentuk city branding “Tasik Kota Resik, Tasik Kota Kreatif” melalui the city branding hexagon untuk membentuk identitas Kota Tasikmalaya sebagai kota yang resik/ indah dan memiliki atraksi wisata yang layak untuk dikunjungi.
IMPLEMENTASI AKUNTABILITAS BERDASARKAN PADA PERSPEKTIF SHARIA ENTERPRISE THEORY (Studi Kasus pada Koperasi Syariah Mumtaz Tasikmalaya) Yusuf Abdullah; AA WILLY NUGRAHA
JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jes.v5i2.2073

Abstract

Akuntabilitas merupakan bentuk pertanggungjawaban yang harus dipenuhi oleh setiap organisasi/perusahaan. Konsep akuntabilitas penting untuk dilaksanakan tidak hanya terhadap pemegang saham maupun dewan pengawas (direct stakeholder) melainkan terhadap semua pihak yang terlibat, baik itu karyawan maupun nasabah. Koperasi syariah sebagai salah satu lembaga keuangan mikro memiliki peran yang penting dalam pendanaan maupun investasi anggota koperasi, baik itu dari pelaku UMKM dan individu sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Sebagai suatu lembaga, koperasi syariah memiliki akuntabilitas yang harus dipenuhi oleh manajemen sebagai tanggung jawab terhadap anggota koperasi maupun pemegang saham atas amanah yang diberikan dengan melakukan pelaporan hasil kinerja secara periodik serta pemenuhan hak dan kewajiban para pemangku kepentingan. Mengacu pada sistem syariat Islam, akuntabilitas koperasi syariah Mumtaz Tasikmalaya diimplementasikan dengan perspektif Sharia Enterprise Theory (SET) yang merupakan trilogi akuntabilitas, yaitu bentuk akuntabilitas terhadap Tuhan, manusia dan alam/lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada salah satu koperasi syariah di Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara secara mendalam terhadap pengelola koperasi. Hasil studi menunjukkan bahwa koperasi syariah Mumtaz Tasikmalaya mengimplementasikan akuntabilitas berdasarkan Sharia Enterprise Theory dengan memenuhi kewajibannya terhadap Tuhan (spiritual), manusia (ekonomi dan sosial), dan alam (ekologi) dengan melaksanakan beragam aktifitas sesuai dengan ketentuan syariat Islam.