Mukramin Amran
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN GAMBARAN USG DENGAN GEJALA KLINIS PENDERITA NEPHROLITHIASIS YANG DIRAWAT DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU TAHUN 2018 Ni Ketut Garnis; Mukramin Amran; Mohamad Fandy
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.23

Abstract

Di Indonesia, penyakit ginjal yang cukup sering dijumpai antara lain adalah penyakit Nephrolithiasis.Prevalensi penderita nephrolithiasis di Indonesia sebesar 0,6%. Ginjal merupakan tempat tersering terjadinyabatu dibandingkan dengan tempat saluran kemih yang lainnya. Akibat dari batu yang berlokasi diginjal akanmemberikan gejala nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah serta keluar batu pada saat berkemih.Pemeriksaan USG sebaiknya digunakan sebagai pemeriksaan radiologi yang utama, Pemeriksaan ini sangatefektif dalam mendeteksi lokasi dan ukuran batu pada daerah ginjal. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan gambaran USG dengan gejala klinis penderita Nephrolithiasis yang di rawat di RSUAnutapura dan RSUD Undata Palu Tahun 2018. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan designstudy cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan case report pada pasien nephrolithiasis. Analisisdata menggunakan SPSS 21 dengan uji chi-square, uji Kruskal-Wallis dan uji Fisher’s pada batas kemaknaanα=5%. Hasil penelitian yakni ditemukan nyeri kolik berhubungsn dengan lokasi kaliks (p=0,013), hematuriaberhubungan dengan lokasi pelvic (p=0,000), mual dan muntah berhubungan dengan lokasi kaliks (p=0,021),batu saat berkemih berhubungan dengan lokasi pelvic (p=0,008), dan ukuran batu <10MM berhubungandengan adanya batu saat berkemih (p=0,033; OR 0,373). Tidak ditemukan hubungan yang bermakna(p>0,05) antara ukuran batu dengan gejala nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah. Disimpulkan bahwa adahubungan antara lokasi dengan gejala klinis nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah, batu saat berkemih,serta ada hubungan antara ukuran batu dengan gejala batu saat berkemih
GAMBARAN CT SCAN ATAU USG PENDERITA HEPATOMA YANG DIRAWAT DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU PERIODE 2015-2017 Muhammad Zhafran Natsir; Mukramin Amran; Husna Livi
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.29

Abstract

Hepatoma merupakan pertumbuhan sel hati yang tidak normal yang di tandai dengan bertambahnya jumlahsel dalam hati yang memiliki kemampuan membelah/mitosis disertai dengan perubahan sel hati yang menjadiganas. Angka kejadian hepatoma di Indonesia cukup jarang namun memiliki dampak yang sangat besar.Gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma sangat penting untuk mendeteksi serta terapi yangtepat untuk mengatasi hepatoma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran CT Scan atauUSG pada penderita hepatoma berdasarkan jumlah nodul, lokasi lesi, dan metastasis. Metode penelitianbersifat deskriptif pada 38 data penderita hepatoma yang dirawat di RSU Anutapura dan RSUD Undata PaluPeriode 2015-2017, untuk mengetahui distribusi gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatomaberdasarkan jumlah nodul, lokasi lesi, dan metastasis dengan cara memeriksa data rekam medik pasien.Pengolahan data menggunakan SPSS 21 untuk menghitung distribusi frekuensi ,masing-masing variabel.Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma yangdirawat di RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu Periode 2015-2017 adalah sebagai berikut (1) palingsering pada pasien laki-laki lansia akhir; pada pasien yang memiliki jumlah lesi lebih dari satu sebanyak 28pasien (73,7%); pada pasien yang memiliki lokasi lesi pada lobus kanan hepar sebanyak 32 pasien (84,2%);pada pasien yang memiliki lesi yang bermetastasis sebanyak 20 pasien (52,6%). Disimpulkan bahwagambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma yang dirawat di RSU Anutapura dan RSUD UndataPalu periode 2015-2017 ditemukan yang paling banyak memiliki jumlah lesi lebih dari satu, memiliki lesipada lobus kanan hepar, dan lesi sudah bermetastasis.Kata Kunci: gambaran CT Scan, USG, Hepatoma
GAMBARAN KLINIS DAN USG PENDERITA NEPHROLITHIASIS YANG DIRAWAT INAP DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU, TAHUN 2018 Nani Sahrudin; Mukramin Amran; Ismail Ibrahim
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.35

Abstract

Nephrolithiasis adalah keadaan dimana adanya pembentukan kristal dalam saluran kemih. Nephrolithiasis merupakan penyakit yang banyak ditemukan diseluruh dunia. Prevalensi nephrolithiasis meningkat pada daerah tertentu. Keluhan tergantung pada posisi batu, letak batu, besar batu. Untuk mengetahui penyakit nephrolithiasis diperlukan gambaran klinis dan gambaran radiologi yang baik salah satunya yaitu USG. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis (nyeri kolik, nyeri ketok costovertebra, hematuria) dan gambaran USG (lokasi batu, letak batu serta bentuk batu) pada penderita nephrolithiasis yang dirawat inap di RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu. Metode penelitian ini dilakukan terhadap 66 responden diruang rawat inap bagian penyakit dalm RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu selama 18 September - 29 Desember 2018. Penelitian ini memakai metode observasional, dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasional langsung hasil USG pada responden. Hasil penelitian menunjukkan gambaran klinis dan USG nephrolithiasis : (1) nyeri kolik didapatkan 66 pasien (100%) memiliki gambaran klinis tersebut, (2) nyeri ketok costovertebra yaitu 61 pasien (92,4%) ada nyeri ketok costovertebra dan 5 pasien (7,6%) tidak, (3) hematuria yaitu 35 pasien (53,0%) ada hematuria dan 31 pasien (47,0%) tidak, (4) lokasi batu yaitu di kaliks 25 pasien (37,9%), di pelvic 33 pasien (50,0%) dan di ureter 8 pasien (12,1%), (5) letak batu yaitu di renal dextra 30 pasien (45,5%), di renal sinistra 33 pasien (50,0%) dan di kedua renal 3 pasien (4,5%), (6) bentuk batu yaitu bult/irregular 63 pasien (95,5%) dan staghorn 3 pasien (4,5%). Disimpulkan bahwa semua penderita nephrolithiasis memberikan gejala klinis nyeri kolik, sebagian besar memberikan gejala klinis nyeri ketok costovertebra dan bisa disertai hematuria. Semua memperlihatkan adanya batu pada sistem urinaria, terbanyak berlokasi di pelvic, kemudian diikuti di kaliks dan di ureter dan kebanyakan terdapat pada satu ginjal daripada di kedua ginjal dengan bentuk yang bulat/irregular daripada yang staghorn.Kata Kunci : Nephrolithiasis, gambaran klinis, gambaran USG, rawat inap.
PROFIL KOLESTEROL SERUM PENDERITA BATU EMPEDU YANG DITEMUKAN PADA PEMERIKSAAN USG DI RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2018-2020 Mukramin Amran; Andi Rahayu; Mahlil
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v3i2.75

Abstract

Kolesterol dapat menyebabkan supersaturasi empedu di kandung empedu, dalam beberapa lama empedu yang telah mengalami supersaturasi menjadi mengkristal dan mulai membentuk batu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil kolesterol serum penderita batu empedu yang ditemukan pada pemeriksaan USG di RSU Anutapura Palu Tahun 2018-2020. Desain penelitian adalah metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2020 sampai 31 Januari 2021. Tempat penelitian di bagian rekam medik RSU Anutapura Palu. Jumlah sampel adalah 31 orang penderita batu empedu Tahun 2018-2020. Hasil penelitian yaitu menunjukkan kelompok sampel laki-laki sebanyak 15 (30,0 %) dan kelompok sampel perempuan sebanyak 35 (70,0%). Kelompok usia sampel, yang paling banyak di usia dewasa 33 (66,0%), lansia 14 (28,0%), remaja 3 (6,0%), anak-anak 0 (0%). Didapatkan hasil penderita batu empedu yang ditemukan pada pemeriksaan USG pada kadar kolesterol, yang tertinggi pada nilai normal sebesar 32% dari total sampel atau sebanyak 16 orang disusul dengan kadar kolesterol yang meningkat atau hiperkolesterolemia sebesar 30% dari total sampel atau berjumlah 15 orang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan penderita batu empedu paling banyak ditemukan pada perempuan usia dewasa dengan kadar kolesterol normal, akan tetapi tidak menutup kemungkinan orang yang hiperkolesterolemia beresiko terkena batu empedu.