Husna Livi
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN CT SCAN ATAU USG PENDERITA HEPATOMA YANG DIRAWAT DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU PERIODE 2015-2017 Muhammad Zhafran Natsir; Mukramin Amran; Husna Livi
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.29

Abstract

Hepatoma merupakan pertumbuhan sel hati yang tidak normal yang di tandai dengan bertambahnya jumlahsel dalam hati yang memiliki kemampuan membelah/mitosis disertai dengan perubahan sel hati yang menjadiganas. Angka kejadian hepatoma di Indonesia cukup jarang namun memiliki dampak yang sangat besar.Gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma sangat penting untuk mendeteksi serta terapi yangtepat untuk mengatasi hepatoma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran CT Scan atauUSG pada penderita hepatoma berdasarkan jumlah nodul, lokasi lesi, dan metastasis. Metode penelitianbersifat deskriptif pada 38 data penderita hepatoma yang dirawat di RSU Anutapura dan RSUD Undata PaluPeriode 2015-2017, untuk mengetahui distribusi gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatomaberdasarkan jumlah nodul, lokasi lesi, dan metastasis dengan cara memeriksa data rekam medik pasien.Pengolahan data menggunakan SPSS 21 untuk menghitung distribusi frekuensi ,masing-masing variabel.Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma yangdirawat di RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu Periode 2015-2017 adalah sebagai berikut (1) palingsering pada pasien laki-laki lansia akhir; pada pasien yang memiliki jumlah lesi lebih dari satu sebanyak 28pasien (73,7%); pada pasien yang memiliki lokasi lesi pada lobus kanan hepar sebanyak 32 pasien (84,2%);pada pasien yang memiliki lesi yang bermetastasis sebanyak 20 pasien (52,6%). Disimpulkan bahwagambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma yang dirawat di RSU Anutapura dan RSUD UndataPalu periode 2015-2017 ditemukan yang paling banyak memiliki jumlah lesi lebih dari satu, memiliki lesipada lobus kanan hepar, dan lesi sudah bermetastasis.Kata Kunci: gambaran CT Scan, USG, Hepatoma
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI BURUK PADA BALITA DI PUSKESMAS KAMONJI DAN PUSKESMAS TIPO PALU TAHUN 2018 Iras Pratiwi; Darma Ariany; Husna livi
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i3.45

Abstract

Status gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan sumber daya manusia dan kualitas hidup. Masa Balita merupakan proses pertumbuhan yang pesat yang sangat membutuhkan zat gizi yang seimbang agar status gizinya baik, serta proses pertumbuhannya tidak terhambat, karena balita merupakan kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan gizi. Untuk tingkat Provinsi berdasarkan data dari Kemenkes gizi buruk balita tahun 2015 di Sulawesi Tengah sebanyak 27,3% dan turun pada tahun 2016 yaitu 24,2%. Sehingga perlunya penelitian ini dilakukan agar dapat dijadikan bahan promosi dan pengetahuan sehingga balita bisa tumbuh dengan baik dengan gizi yang normal. Penelitian bertujuan untuk mengatahui gambaran faktor risiko kejadian status gizi buruk pada balita di Puskesmas Kamonji dan Puskesmas Tipo Palu tahun 2018. Metoda yang dilakukan adalah penelitian deskriptif terhadap 7 anak balita yang mengalami gizi buruk di Puskesmas Kamonji dan Puskesmas Tipo Palu tahun 2018. Data diperoleh melalui wawancara terpimpin mengenai status ekonomi, pendidikan ibu, penyakit infeksi, ASI ekslusif dan pola makan pada orang tua anak. Di lakukan analisis distribusi frekuensi menggunakan program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 anak balita gizi buruk yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Kamonji dan Puskesmas Tipo Palu tahun 2018; ditemukan faktor risiko sebagai berikut : status ekonomi rendah sebanyak 85,7%, dengan pendidikan ibu yang rendah sebesar 85,7%, semua berpola makan tidak baik dan disertai dengan penyakit infeksi, dan sebagian besar tidak memperoleh ASI ekslusif (85,7%). Disimpulkan bahwa karakteristik penderita gizi buruk yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Kamonji dan Tipo Palu pada tahun 2018 ditemukan faktor risiko Pola makan yang tidak baik, disertai penyakit infeksi, sebagian besar tidak memperoleh ASI Ekslusif, berekonomi dan berpendidikan ibu rendah.