Salmah Suciaty
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairat, Jl. Diponegoro No. 39 Palu 94221, Sulawesi Tengah, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI USIA 0 – 6 BULAN DI INDONESIA Andi Siti Matahari Adela; Darma Ariany; Salmah Suciaty
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v3i3.84

Abstract

WHO menyatakan sekitar 15% dari total kasus kematian anak di bawah usia lima tahun di negara berkembang disebabkan oleh pemberian ASI secara tidak eksklusif. Berbagai masalah gizi kurang maupun gizi lebih juga timbul akibat dari pemberian makanan sebelum bayi berusia 6 bulan. Anak – anak yang tidak cukup ASI akan terganggu proses tumbuh kembangnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Terhadap Perkembangan Bayi Usia 0-6 Bulan di Indonesia. Design penelitian yang digunakan adalah metode studi literature yang dimana mengumpulkan data pustaka , hasil penelitian – penelitian yang telah dilakukan dan berhubungan dengan topic penelitian ini serta membaca dan memahami dari isi tiap penelitian 10 jurnal dengan besar sampel sebanyak 737 bayi . Penelitian ini Dilakukan analisis dengan uji Chi Square menggunakan SPSS 24.0. Hasil menunjukkan bahwa (1) Hasiil penelitian yang terdapat kategori meragukan , didapatkan perkembangan yang sesuai lebih banyak ditemukan pada bayi yang diberikan ASI eksklusif dari pada yang tidak diberikan ASI Eksklusif (80 vs 60). Perkembangan yang menyimpang ditemukan lebih banyak pada bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif daripada yang diberikan ASI Eksklusif (18 vs 1) . Didapatkan nilai p < 0,05 yaitu 0,00 sehingga ASI eksklusif berhubungan dengan perkembangan (2) Dari kelima penelitian yang tidak terdapat kategori meragukan , perkembangan yang sesuai lebih banyak ditemukan pada bayi yang diberikan ASI eksklusif dari pada yang tidak diberikan ASI Eksklusif ( 172 vs149 ). Perkembangan yang menyimpang ditemukan lebih banyak pada bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif daripada yang diberikan ASI Eksklusif (11 vs72) . Peneltian ini menunjukkan nilai p < 0,05 yaitu 0,001 sehingga dapat dikatakan saling berhubungan antara pemberian ASI eksklusif dan perkembangan bayi. Disimpulkan bahwa Pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan bayi di Indonesia terdapat hubungan yang signifikan dan bermakna.
DERAJAT DEPRESI MAHASISWA KEDOKTERAN AKTIF PADA 2 FASE PENDIDIKAN: SEMESTER AWAL DAN SEMESTER AKHIR DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU TAHUN 2021 Al Vasih Hamdan; Mayalisa Diantamaela; Salmah Suciaty
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.94

Abstract

Depresi menyebabkan perasaan sedih atau kehilangan minat pada aktifitas yang pernah diminati. Mahasiswa kedokteran memiliki tingkat depresi yang tinggi, bahkan lebih tinggi daripada populasi dengan usia yang sama namun bukan tergolong dalam mahasiswa kedokteran. Meta-analisis menemukan depresi atau gejala depresi diantara mahasiswa kedokteran mencapai 27,2%. Apabila tidak ditangani dengan baik depresi dapat mempengaruhi kinerja akademik mahasiwa. Untuk mengetahui derajat depresi mahasiswa kedokteran aktif pada 2 fase Pendidikan: Semester awal dan semester akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Proporsional Random Sampling. Untuk mengetahui derajat depresi mahasiswa kedokteran aktif pada 2 fase pendidikan: semester awal dan semester akhir, dan disajikan dengan program SPSS. Hasil Penelitian menunjukan derajat depresi mahasiswa tingkat awal 42 responden (54,8%) depresi minimal, (33,3%) deprsi ringan, (11,9%) depresi sedang dan tidak ada depresi berat. Derajat depresi mahasiswa tingkat akhir 45 responden (60,0%) depresi minimal, (13,3%) depresi ringan, (17,8%) depresi sedang, dan (8,9%) depresi berat. Sehingga menggunakan Analisa statistik uji Mann-Whitney U di peroleh nilai p>0,05 yaitu 0,779, sehingga dapat dikatakan tidak saling berhubungan antara fase pendidikan dengan derajat depresi mahasiswa. Didapatkan kecenderungan derajat depresi yang lebih tinggi pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu Tahun 2021 tetapit tidak bermakna secara statistik.