Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TIPOLOGI RUANG TERBUKA PUBLIK PADA KAWASAN PERMUKIMAN NELAYAN DESA BAJO INDAH Irma Nurjannah; IMade Krisna Adhi Dahrma
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.736 KB)

Abstract

ABSTRAKRuang Terbuka Publik (RTP) sangat penting sebagai penyeimbang lingkungan, pembentuk ruang kota yang nyaman dan pembangun rasa serta visual khas yang memiliki nilai estetika tersendiri serta sebagai tempat berbagai kalangan dengan berbagai macam latar belakang berkumpul untuk melakukan interaksi sosial. Desa Bajo Indah yang terletak di daerah pesisir memiliki karakter ruang yang khas sehingga memiliki tipe ruang terbuka publik yang dipengaruhi oleh aktifitas nelayan yang sebagian besar bergantung pada aktifitas dipesisir. Kawasan pemukiman yang cukup padat dan berada mengikuti bentuk linier pesisir memiliki karakter dan jenis tipe ruang terbuka publik yang beraneka ragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipologi ruang terbuka publik di Desa Bajo Indah yang mayoritas penduduknya menghabiskan lebih banyak waktu di pesisir untuk bersosialisasi. Penelitian Secara kualitatif dimaksudkan untuk melihat pembagian tipologi ruang terbuka publik berdasarkan posisinya terhadap daratan, peralihan dan perairan. Dari penelitian ini diketahui bahwa dominasi tipologi ruang terbuka publik lebih didominasi oleh tipologi ruang terbuka hijau di area transisi yang sebagian besar merupakan pemanfaatan ruang untuk aktifitas sosial bersama.Kata Kunci: tipologi, ruang terbuka publik, Desa Bajo Indah
PERILAKU PENUNGGU PASIEN DI RUMAH SAKIT PROVINSI SULAWESI TENGGARA (Suatu Kajian tentang Antropologi Ruang) IRMA NURJANNAH
UNITY - Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.243 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ruang yang tersedia dengan kegiatan pengguna ruang pada rumah sakit Provinsi Sulawesi Tenggara, serta faktor-faktor apa yang menyebabkan timbulnya pola perilaku penunggu pasien dan hubungan antara ruang yang tersedia dengan kegiatan menunggu pasien. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, Pendekatan kualitatif lebih menekankan pada adanya pemahaman bukan pada pencarian kebenaran. Oleh karena itu metode yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara mendalam dan pengamatan terlibat. Hasil penelitian ini adalah perilaku menunggui pasien dalam jumlah yang lebih dari satu orang di rumah sakit Provinsi Sulawesi Tenggara, sama dengan perilaku penunggu pasien yang terjadi di rumah-rumah sakit di Indonesia yang merupakan gejala yang sangat umum terjadi. Yang diperkirakan akan tetap berlangsung sampai waktu yang tidak bias diramalkan. Perilaku tersebut timbul dari adanya budaya yang melatar belakangi kehidupan bersama dalam kelompok. Sebagai makhluk social, manusia mempunyai kecenderungan untuk hidup dalam kelompok. Kehidupan bersama dalam kelompok ini berbeda antara masyarakat sederhana yang hidup di pedesaan dengan masyarakat kompleks yang hidup di kota. Ditinjau dari sisi pasien maka keberadaan penunggu pasien masih merupakan hal yang sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang terhadap rasa takut dan tertekan akibat suasana asing rumah sakit dengan segala peralatan, obat-obatan dan tenaga paramedic yang harus dihadapinya. Kehadiran penunggu pasien dalam hal ini keluarga, kerabat dan teman, merupakan factor yang dapat dipercaya dapat memberikan ketenangan bagi si pasien yang pada gilirannya kemudian akan berdampak pada keluarga dan kerabat di pasien, yang secara langsung mengamati perkembangan kesehatan si pasien. Dengan dan komunikasi antara pasien dan keluarga yang akan memberikan dampak positif bagi pasien yang tetap terjaganya interaksi menungguinya. Kata Kunci: Prilaku, Pasien, Penunggu, Antropologi Ruang
PERANCANGAN MALL DI KABUPATEN KOLAKA DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE NAHDAH FAUZIAH; Irma Nurjannah; Weko Indiria Romanti Aulia
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25207

Abstract

Perancangan bangunan mall di kabupaten kolaka dengan pendekatan green architecture bertujuan sebagai wadah sarana ekonomi yang memberikan kemudahan kepada kalangan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli barang baik barang-barang yang bersifat konsumtif maupun produktif. Selain itu, Pusat Perbelanjaan juga memberikan peluang kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat sehingga pembangunannya akan memberikan kontribusi bagi dinamika ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan pemerintah daerah. Perancancangan bangunan Mall ini berlokasi di kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Perancangan Bangunan Mall ini menggunakan pendekatan Green architecture  yang akan memberi kontribusi pada masalah lingkungan khususnya pemanasan global. Konsep green architecture yang diterapkan pada bangunan yaitu pada bagian indoor,outdoor dan fasad bangunan. Penerapan Green Architecture pada bagian indoor yaitu penggunaan material, pencahayaan dan penghawaan yang diterapkan pada ruang selain ruang yang membutuhkan penghawaan suhu tertentu seperti retail, bioskop, dan lainnya. Pada outdoor bangunan di terapkan pada analisis lingkungan, penggunaan material, vegetasi. Penerapan pada fasade bangunan yang sesuai dengan pendekatan arsitektur hijau seperti penggunaan material dan penerapan tanaman rambat pada selasar bangunan yang menjadi unsur estetika tampilan bangunan yang memberikan kesan hijau dan sejuk.Kata Kunci : Perancangan Mall, Green Architecture.
Galeri Seni Fotografi di Kota Kendari Dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Amaluddin Amaluddin; Irma Nurjannah; Santi Santi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25872

Abstract

Fotografi di Indonesia saat ini berkembang pesat, ada masyarakat yang memanfaatkannya sebagai pekerjaan utama, ada juga yang menjadikan fotografi sebagai hobi. Kota Kendari menjadi salah satu kota yang masyarakatnya mulai menaruh minat dalam bidang fotografi. Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan fotografi sering diadakan di Kota Kendari, seperti lomba foto dan pameran serta diisi dengan kegiatan lainnya seperti diskusi, sharing fotografi, dan bazar karya fotografi. Bahkan pada tahun 2011 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ribuan fotografer berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada kategori ‘hunting’ dan lomba foto dengan peserta terbanyak. Namun, sarana fotografi masih sedikit untuk menampung seluruh kebutuhan dalam bidang fotografi. Hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan pameran biasanya diadakan di hotel, coffe shop, dan di ruang terbuka (outdoor) yang ada di Kota Kendari. Fenomena tersebut menjadikan dasar untuk merencanakan bangunan Galeri Seni Fotografi di Kota Kendari yang dapat menghadirkan dan mempertunjukkan karya fotografi dan informasi mengenai fotografi. Pendekatan Arsitektur Kontemporer yang selalu memiliki gaya baru dan akan terus berkembang sesuai keadaan dunia dan tidak terpaku pada aturan-aturan klasik akan sesuai dengan perancangan galeri foto yang diharapkan tidak terikat dengan ketentuan khusus dalam kategori foto lama atau baru, sehingga akan menampung berbagai macam karya fotografi tanpa batasan apapun. Kata Kunci : Arsitektur Kontemporer, Fotografi, Galeri