Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS Riska Febriani; Melly Fitri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.009 KB) | DOI: 10.36729/jam.v4i3.200

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat. Hipertensi yang tidak segera ditangani berdampak pada munculnya penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan penyakit pembuluh darah sebagai penyertanya hipertensi biasanya dapat ditemukan pada beberapa penyakit seperti diabetes melitus dan asam urat. Tujuan: Diketahuinya kejadian hipertensi pada lansia dengan diabetes melitus di desa Tanjung Dayang Kabupaten Ogan Ilir. Metode: Penelitian destriptif dengan sampel berjumlah 36 orang yang diambil secara Accidental Sampling. Waktu penelitian pada bulan Mei-Juni 2018, Pemeriksaan menggunakan metode auskultasi. Analisa data yang digunakan adalah univariat. Hasil: Didapat 34% diabetes melitus 67% yang mengalami hipertensi, berdasarkan usia diperoleh data Middle Age yang mengalami hipertensi sebanyak 60% sampel, Elderly yang mengalami hipertensi sebanyak 80% sedangkan kelompok usia Old sebanyak 0%. Lansia diabetes melitus yang mengalami hipertensi berdasarkan jenis kelamin, laki-laki 2 orang 13,3%, sedangkan perempuan 87%. Saran: Lansia diharapkan untuk rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah khususnya dalam menjaga kestabilan kadar glukosa dalam darah, karena membutuhkan kondisi tubuh dan pola makan yang sehat di pelayanan kesehatan masing-masing.Kata kunci : Hipertensi, Lansia, Diabetes Melitus
ANALISIS TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHES PADA KUKU SISWA SEKOLAH DASAR Melly Fitri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 1: Februari 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i1.319

Abstract

Latar belakang:Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 April – 19 Juni dan di analisa di Laboratorium Stikes Abdi Nusa Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran telur cacing Soil Transmitted Helminthes pada kuku siswa Sekolah Dasar X. Tujuan: diketahuinya prevalensi kecacingan yang ada di Sekolah Dasar X. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode Deskriptif. Sampel dipilih dengan teknik random sampling, serta dilakukan teknik wawancara dan observasi. Populasi pada penelitian ini berjumlah 106 siswa dan diambil 51 siswa. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode sediaan langsung.Waktu penelitian pada bulan Maret-Juni 2018. Hasil: hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap 51 sampel didapat 3 siswa (6%) terinfeksi Ascaris lumbricoides, 1 siswa (2%) terinfeksi Trichuris trichiura. Pada usia 8 tahun positif sebanyak 1 siswa (5%), diusia 9 tahun positif 3 siswa (20%). Bedasarkan jenis kelamin ditemukan siswa yang berjenis kelamin laki-laki positif ditemukan sebanyak 4 siswa (13%), dan berdasarkan personal hygiene kurang baik ditemukan positif sebanyak 4 siswa (13%). Saran: Perlu dilakukan penyuluhan tentang kebersihan oleh guru-guru kepada siswa dan wali murid agar dapat menerapkan hidup bersih dan sehat.                                                                                                         Kata kunci : Soil Transmitted Helminthes, Kuku, Siswa Sekolah DasarLatar belakang:Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 April – 19 Juni dan di analisa di Laboratorium Stikes Abdi Nusa Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran telur cacing Soil Transmitted Helminthes pada kuku siswa Sekolah Dasar X. Tujuan: diketahuinya prevalensi kecacingan yang ada di Sekolah Dasar X. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode Deskriptif. Sampel dipilih dengan teknik random sampling, serta dilakukan teknik wawancara dan observasi. Populasi pada penelitian ini berjumlah 106 siswa dan diambil 51 siswa. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode sediaan langsung.Waktu penelitian pada bulan Maret-Juni 2018. Hasil: hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap 51 sampel didapat 3 siswa (6%) terinfeksi Ascaris lumbricoides, 1 siswa (2%) terinfeksi Trichuris trichiura. Pada usia 8 tahun positif sebanyak 1 siswa (5%), diusia 9 tahun positif 3 siswa (20%). Bedasarkan jenis kelamin ditemukan siswa yang berjenis kelamin laki-laki positif ditemukan sebanyak 4 siswa (13%), dan berdasarkan personal hygiene kurang baik ditemukan positif sebanyak 4 siswa (13%). Saran: Perlu dilakukan penyuluhan tentang kebersihan oleh guru-guru kepada siswa dan wali murid agar dapat menerapkan hidup bersih dan sehat.                                                                                                         Kata kunci : Soil Transmitted Helminthes, Kuku, Siswa Sekolah Dasar
ANALISIS RHODAMIN B PADA LIPSTIK YANG DI JUAL DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL Nur Afni Sulastina; Melly Fitri
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 14, No 1 (2022): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v14i1.815

Abstract

Latar Belakang: Rhodamin B ditetapkan sebagai salah satu zat pewarna berbahaya oleh Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan No.239/MenKes/Per/V/1985 dan sesuai Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.18 tahun 2015 tentang kosmetik, beberapa zat warna dilarang penggunaannya dalam sediaan kosmetik termasuk lipstik, antara lain Rhodamin B. Rhodamin B menyebabkan iritasi serta memberikan efek buruk pada bibir. Tujuan: Diketahuinya Rhodamin B pada lipstik yang dijual di beberapa pasar tradisional berdasarkan warna, tekstur dan harga. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif, tempat penelitian di 5 pasar tradisional, waktu penelitian bulan Maret-Mei 2021, 35 sampel lipstik dengan teknik samplingnya menggunakan purposive sampling, metode pemeriksaan dengan cara kromatografi kertas. Hasil: Dari 35 sampel yang diteliti, didapatkan 1 sampel (2,9%) lipstik positif Rhodamin B dan 34 sampel (97,1%) negatif Rhodamin B, berdasarkan warna lipstik didapatkan 1 sampel (2,9%) lipstik merah terang positif Rhodamin B dengan p value = 1,000 dan OR 0,944, berdasarkan tekstur lipstik didapatkan 1 sampel (2,9%) tekstur cair Rhodamin B dengan p value = 0,296 dan OR 0,941, dan berdasarkan harga lipstik didapatkan 1 sampel (2,9%) lipstik harga Rp.16.000-Rp.30.000 positif Rhodamin B p value = 1,000 dan nilai OR 1,050. Saran: Diharapkan masyarakat agar lebih teliti memperhatikan kualitas produk lipstik yang digunakan dan tidak terpengaruh seperti harga lipstik, warna mencolok serta untuk Dinas kesehatan dan BPOM memberi penyuluhan ke pedagang kosmetika untuk menjual kosmetika yang memiliki Nomor Produk Kosmetik terdaftar di BPOM, memberi informasi bahaya Rhodamin B bagi kesehatan. Kata Kunci: Rhodamin B, Lipstik, Kromatografi
Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Darah Edta Yang Segera Diperiksa Dan Ditunda 2 Jam Pada Suhu Kamar di Puskesmas Sukarami Kota Palembang Melly Fitri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10969

Abstract

Latar Belakang : Hemoglobin adalah molekul protein pada eritrosit. Sebagai penghantar oksigen keseluruh tubuh selain itu hemoglobin juga sangat penting untuk mempertahankan bentuk sel darah merah yang bikonkaf. Hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen dari paru kejaringan tubuh dan membawa karbon dioksida kembali ke paru dari jaringan tubuh. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin antara darah yang segera diperiksa dan ditunda 2 jam pada suhu kamar di Puskesmas Sukarami Kota Palembang. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik komperatif dengan teknik sampling secara accidental sampling. Sampel yang diambil sebanyak 30 sampel. Metode pemeriksaan hemoglobin metode Kolorimetri non Cyanide SLS menggunakan alat Hematology Analyzer. Untuk analisis data menggunakan metode univariat dan uji statistik menggunakan uji t-test. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar hemoglobin pada darah EDTA yang segera diperiksa ada pada rentang 9,0 g/dl-18,1 g/dl, sedangkan pada darah EDTA yang ditunda 2 jam pada suhu ada pada rentang 8,7 g/dl-17,8 g/dl. Hasil pengujian statistic menggunakan uji t-test diperoleh nilai sig 0,006 lebih besar dari 0,05 (0,006 > 0,05), nilai thitung 2,935, sedangkan ttabel sebesar 2,405. Maka dengan ini thitung lebih besar daripada ttabel (2,935 > 2,405) hal ini berarti H1 diterima dan H0 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna kadar hemoglobin pada darah EDTA yang segera diperiksa dan ditunda 2 jam pada suhu kamar. Saran : Walaupun tidak memiliki perbedaan, sampel yang diterima untuk melakukan pemeriksaan hemoglobin sebaiknya segera diperiksa tanpa ditunda pemeriksaannya. Pemeriksaan hematologi terkhususnya hemoglobin sebaiknya memperhatikan cara menghomogenkan darah dalam tabung EDTA, waktu inkubasi darah, dan ketelitian dalam pemeriksaan ataupun pembacaan hasil.
ANALISIS KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS Riska Febriani; Melly Fitri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v4i0.972

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat. Hipertensi yang tidak segera ditangani berdampak pada munculnya penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan penyakit pembuluh darah sebagai penyertanya hipertensi biasanya dapat ditemukan pada beberapa penyakit seperti diabetes melitus dan asam urat. Tujuan: Diketahuinya kejadian hipertensi pada lansia dengan diabetes melitus di desa Tanjung Dayang Kabupaten Ogan Ilir. Metode: Penelitian destriptif dengan sampel berjumlah 36 orang yang diambil secara Accidental Sampling. Waktu penelitian pada bulan Mei-Juni 2018, Pemeriksaan menggunakan metode auskultasi.  Analisa data yang digunakan adalah univariat. Hasil: Didapat 34% diabetes melitus 67% yang mengalami hipertensi, berdasarkan usia diperoleh data Middle Age yang mengalami hipertensi sebanyak 60% sampel, Elderly yang mengalami hipertensi sebanyak 80% sedangkan kelompok usia Old sebanyak 0%. Lansia diabetes melitus yang mengalami hipertensi berdasarkan jenis kelamin, laki-laki 2 orang 13,3%, sedangkan perempuan 87%. Saran: Lansia diharapkan untuk rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah khususnya dalam menjaga kestabilan kadar glukosa dalam darah, karena membutuhkan kondisi tubuh dan pola makan yang sehat di pelayanan kesehatan masing-masing. Kata kunci : Hipertensi, Lansia, Diabetes Melitus
ANALISIS TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHES PADA KUKU SISWA SEKOLAH DASAR Melly Fitri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 1: Februari 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i1.977

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 April – 19 Juni dan di analisa di Laboratorium Stikes Abdi Nusa Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran telur cacing Soil Transmitted Helminthes pada kuku siswa Sekolah Dasar X. Tujuan: diketahuinya prevalensi kecacingan yang ada di Sekolah Dasar X. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode Deskriptif. Sampel dipilih dengan teknik random sampling, serta dilakukan teknik wawancara dan observasi. Populasi pada penelitian ini berjumlah 106 siswa dan diambil 51 siswa. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode sediaan langsung. Waktu penelitian pada bulan Maret-Juni 2018. Hasil: hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap 51 sampel didapat 3 siswa (6%) terinfeksi Ascaris lumbricoides, 1 siswa (2%) terinfeksi Trichuris trichiura. Pada usia 8 tahun positif sebanyak 1 siswa (5%), diusia 9 tahun positif 3 siswa (20%). Bedasarkan jenis kelamin ditemukan siswa yang berjenis kelamin laki-laki positif ditemukan sebanyak 4 siswa (13%), dan berdasarkan personal hygiene kurang baik ditemukan positif sebanyak 4 siswa (13%). Saran: Perlu dilakukan penyuluhan tentang kebersihan oleh guru-guru kepada siswa dan wali murid agar dapat menerapkan hidup bersih dan sehat.                                                                                                        Kata kunci : Soil Transmitted Helminthes, Kuku, Siswa Sekolah Dasar