Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH DOSIS Beauveria bassiana DAN PESTISIDA NABATI(Mimba) TERHADAP PERSENTASE SERANGAN HAMA PENGGEREKBUAH KOPI (Hypothenemus hampei) HARYUNI HARYUNI; WIYONO WIYONO; SRI HANDOYO
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 17 No. 1 (2017): JURNAL AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v17i1.561

Abstract

The research to find out the effect of Beauveria bassiana dose, organicpesticide dose and interaction of Beauveria bassiana with organic pesticide onthe percentage pest attack of berries borer coffee. This study was conducted inCoffee Garden in Kalibening Village of Kebondalem Village of Jambu SubDistrict of Semarang Regency. By using a factorial completely random groupdesign method with two factors. The first factor was the dose of Beauveriabassiana organic controlling agent (A), administration consisting of : A0 =without treatment; A1 = 1 kg/Ha; A2 = 2 kg/Ha; A3 = 3 kg/Ha. The second factorwas the dose of organic pesticide (T) administration consisting of : T1 = 100ml/Ha; T2 = 200 ml/Ha; T3 = 300 ml/Ha. The result showed that the interaction ofBeauveria bassiana dose and organic pesticide dose treatments affectedsignificantly, the lowest percentage of attack occurred in the combination of A3T2treatment as 0,38 % with the Beauveria bassiana dose of 3 kg/ha and the organicpesticide dose of 200 ml/Ha.
RELASIONAL DATA PENGINDERAAN JAUH DENGAN GRADASI TEMPERATUR DI TAMAN NASIONAL GUNUNG PANGRANGO Wiweka Wiweka; Samsul Arifin; Sri Handoyo; John Hendrick
Jurnal Ecolab Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.1.18-26

Abstract

Gunung adalah bentuklahan besar yang membentang di atas tanah sekitarnya, berada di wilayah yang terbatas biasanya dalam bentuk puncaknya, ketinggian tinggi di pegunungan menghasilkan iklim dingin daripada di permukaan laut, gunung di karakteristik oleh sejumlah parameter yaitu ketinggian, volume, relief, kecuraman, jarak dan kontinuitas. Iklim dingin sangat mempengaruhi ekosistem pegunungan: ketinggian yang berbeda memiliki tanaman yang berbeda dan hewan. Karena medan yang kurang ramah dan iklim, pegunungan cenderung digunakan untuk ekstraksi sumber daya dan rekreasi, seperti mendaki gunung. Parameter lingkungan memiliki fungsi dan pengaruh terhadap kehidupan komunitas. Data penginderaan jauh dapat ditransformasi menjadi nilai temperatur, tahapan transformasinya nilai dijital diubah menjadi radians kemudian dikonversi menjadi temperatur. Perlu dilakukan koreksi radiometrik, agar representasi nilai temperatur sesuai dengan kondisi sebenenarnya. Penelitian ini menggunakan data Landssat ETM+, hasilnya menunjukkan kisaran rata-rata temperatur di puncak Taman Nasional Gunung Pangrango pada siang hari 15,92oC dan kecenderungan perubahan temperatur terhadap tinggi di lokasi penelitian adalah linier.